Aborsi Dengan Kuret, Betulkah Lebih Aman?

“Aku mau kuret aja deh, pasti lebih aman karena ada dokternya.” Banyak perempuan beranggapan kalau aborsi dengan kuret pasti lebih aman sehingga mereka ngotot ingin dikuret. Padahal, untuk usia kehamilan 6-15 minggu sebetulnya aborsi dengan obat jauh lebih aman. Kok bisa? Karena ketika perempuan dikuret di usia kehamilan itu, risiko dinding rahim terluka cukup besar karena metode ini menggunakan benda tajam yang dimasukkan ke dalam rahim. Sebetulnya ada metode lain yang lebih aman dari kuret yaitu vakum dan ini memang disarankan oleh Badan Kesehatan Dunia.

Tapi jangan salah lho. Aborsi dengan obat memiliki kelebihan lain selain kedua metode itu: Perempuan bisa melakukannya sendiri di rumah. Jadi privasi mereka tetap akan terjaga. Kadang memang perempuan merasa khawatir dan tidak yakin bahwa ia bisa dan mampu untuk melakukan aborsi aman sendiri. Padahal nih, sepanjang kamu sudah dibekali pengetahuan yang cukup oleh teman-teman konselor maka kamu bisa melakukan aborsi sendiri di rumah sepanjang semua persiapannya sudah cukup. Apalagi, di Indonesia tidak sedikit lho pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha mengambil keuntungan akan kehamilan tidak direncanakan yang dialami perempuan. Contoh saja, ketika perempuan tiba di klinik kuret mereka diminta membayar lebih dari harga yang sudah disepakati di awal.

Selain itu, risiko kesehatan yang ditanggung perempuan jauh lebih kecil ketika melakukan aborsi aman dengan obat. Bandingkan sendiri keuntungan aborsi dengan obat di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *