Berdamai Pasca Aborsi dan Terhindar dari Trauma

Setelah aborsi selesai kadang perempuan masih merasakan dampak emosional dan psikologis pasca aborsi. Ketika itulah perempuan perlu berdamai pasca aborsi agar ia tidak terhanyut dalam kesedihan, marah dan perasaan bersalah dan bisa tetap berbahagia dalam menghadapi hari-harinya.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu katakan pada dirimu sendiri pasca tindakan untuk mengingatkan dirimu bahwa pada akhirnya semua akan baik-baik saja dan bisa terhindar dari trauma.

  • Kamu sepenuhnya berhak merasakan semua yang kamu rasakan saat ini

Ladies, proses menghentikan kehamilan bisa jadi proses yang sangat berat. Meskipun begitu kamu telah melaluinya, karena itu kamu berhak untuk mengeluarkan emosi yang telah kamu pendam sebelum dan selama tindakan. Ingatlah, it’s okay not to be okay!

  • Apa yang kamu rasakan ini sepenuhnya normal dan kamu bisa berdamai pasca aborsi

    Setelah berjuang untuk menetapkan solusi yang terbaik dalam kehamilan tidak direncanakan yang kamu alami dan menjalaninya, wajar sekali jika kamu butuh istirahat dan tempat bersandar. Selain itu, pasca aborsi hormonmu sedang kurang seimbang sehingga bisa jadi kamu merasakan marah, sedih, hingga perasaan bersalah. Jika memang keadaanmu disebabkan oleh hormon biasanya keadaan akan membaik dalam tiga minggu. Tapi jika kamu terus bersedih hingga 3 bulan atau bahkan lebih maka kamu butuh bantuan. Bisa dari orang terdekat, atau bahkan ke psikolog.

  • Kehamilan tidak direncanakan bisa terjadi pada siapa saja

    Mengalami kehamilan tidak direncanakan bukan berarti kamu bersalah atau kurang waspada. Ingat, kehamilan tidak direncanakan sangat wajar dan bisa terjadi pada siapapun selama ia adalah perempuan yang masih subur.

  • Semua pilihan dalam kehamilan tidak direncanakan adalah pilihan yang sulit

    Dalam kehamilan tidak direncanakan perempuan punya 3 pilihan untuk dipertimbangkan. Semua opsi tersebut punya konsekuensi tersendiri dan semuanya tidak mudah. Bahwa kamu sudah berani melangkah dan mengambil keputusan saja sudah menunjukkan bahwa kamu memiliki keberanian lebih walaupun kamu bisa saja tetap merasa takut saat menghadapinya.

  • Ingat lagi alasan kamu memilih menghentikan kehamilan

    Banyak sekali alasan perempuan melakukan aborsi dan semuanya bukan alasan yang egois. Bahwa kamu ingin meraih masa depan sebelum memiliki anak? Tidak masalah. Dengan begitu kamu mungkin akan memiliki masa depan yang baik dan pada akhirnya bisa mempersiapkan masa depan anakmu nanti. Tidak ingin memiliki anak? Perempuan yang tidak ingin memiliki anak juga bukan perempuan yang egois lho. Bisa jadi mereka justru menyadari keterbatasan mereka sehingga ingin menghindari memiliki anak ketimbang tidak bisa membesarkan anak dengan maksimal.

Nah, semoga tulisan ini membantumu menghadapi apapun perasaan yang kamu rasakan saat ini ya Ladies. Oya, tulisan ini boleh lho kamu bagikan dengan pasangan juga agar dia lebih menyadari dan memahami apa yang tengah kamu rasakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *