Kapan Perlu ke Dokter Setelah Aborsi dengan Obat?

Kadang perempuan khawatir kalau proses aborsi belum berjalan lancar atau terjadi sesuatu yang di luar dugaan mereka sehingga tidak jarang mereka merasa perlu ke dokter. Walaupun begitu, sebetulnya perlu banget nggak sih ke dokter setelah aborsi medis?

Sebetulnya aborsi medis digunakan untuk membantu perempuan melakukan aborsi DIY di rumah atau dengan bahasa Indonesianya: swa-aborsi. Manfaatnya aborsi mandiri ini adalah kamu tidak perlu ke dokter sehingga privasimu tetap aman. Tentu saja kamu perlu pastikan kalau persiapanmu benar-benar sudah matang untuk menghindari hal-hal yang bisa menghambat kelancaran prosesnya.

Kalau begitu kapan sebetulnya kamu perlu ke dokter?

  1. Jika setelah 10 hari kamu tidak melihat reaksi yang diharapkan. Lakukan USG untuk memastikan keadaan kandunganmu lalu kamu bisa hubungi konselormu kalau kamu masih berniat menghentikan kehamilan.
  2. Kalau kamu melihat adanya tanda-tanda komplikasi
  3. Jika hasil tes kehamilan yang kamu lakukan 3 minggu setelah menggunakan obat masih samar. Pastikan seberapa besar jaringan yang tersisa dan langsung telepon saja konselormu lagi.

Selain itu tenang saja, selama tidak terjadi ketiga poin di atas bisa dibilang prosesnya sudah berjalan lancar. Kamu juga tidak perlu ke dokter. Privasi terjaga dan pastinya lebih hemat juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *