Mitos dan Fakta Seputar Aborsi Aman

Ladies, apa kabar kalian? Semoga tetap sehat ya. Nah, mungkin beberapa dari kalian ada yang mengalami kehamilan tidak direncanakan (KTD) dan berpikir untuk menghentikan kehamilan. Sayangnya, banyak lho perempuan yang masih terjebak dan mengikuti mitos-mitos seputar aborsi sehingga terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.

Jadi sebenarnya apa saja sih mitos dan fakta seputar aborsi? Nah kali ini kalian akan bisa mencermati sejumlah mitos dan fakta seputar aborsi. Semoga membantu!

1.“Aku makan nanas merah banyak, pasti kandunganku akan segera luruh”

Mitos. Faktanya, walaupun nanas memang mengandung bromelain yang dapat memecah protein namun jumlah yang terkandung dalam sebuah nanas utuh sangat rendah sehingga aborsi tidak akan terjadi.

Lalu bagaimana aku bisa mendapatkan aborsi aman? Kamu bisa mendapatkan info tentang obat aborsi aman di sini. Telepon sekarang jadi kamu bisa cepat mendapatkan bantuan yang kamu perlukan.

2. “Aku sudah pakai pil gastrul/cytotec dan mengalami flek selama beberapa hari, pasti sekarang kehamilanku sudah berhenti dong”

Belum tentu. Indikator keberhasilan swa-aborsi dengan obat adalah apakah kantong kehamilan dan janin/embrio memang keluar. Untuk usia kehamilan 6-8 minggu memang mungkin sulit untuk memastikan adanya embrio karena ukurannya yang kecil. Pastikan kamu melihat adanya kantong kehamilan.

Bagaimana aku memastikan kelancaran aborsiku? Dokumentasikan apa saja yang keluar selama perdarahan sedetil mungkin, baik dengan catatan atau foto lalu diskusikan dengan konselormu. Mereka akan membantu memastikan sejauh mana kelancaran proses. Jangan lupa musnahkan semua dokumentasi ini setelah aborsimu sukses.

3. “Minum obat pelancar haid bisa membuat isi rahimku luruh”

Mitos. Faktanya: Pelancar haid berbeda dengan obat aborsi. Belum ada penelitian yang memastikan efektivitas pelancar haid dalam menghentikan kehamilan karena itu pastikan kamu menggunakan obat yang tepat untuk menghentikan kehamilan.

4. “Aku sedang aborsi, aku pasti perlu mengkonsumsi antibiotik supaya tubuhku selalu sehat”

Mitos. Faktanya: Menggunakan terlalu banyak obat sendiri selalu berdampak kurang baik pada tubuh. Bisa saja kamu jadi kebal terhadap antibiotik atau bahkan penggunaan terlalu banyak obat berdampak kurang baik pada organ tubuhmu.

Lalu kapan aku membutuhkan antibiotik ketika aborsi? Kamu akan membutuhkan antibiotik ketika kamu memang memiliki riwayat infeksi tertentu yang berkepanjangan seperti HIV misalnya. Pastikan terlebih dulu dengan konselormu apakah kamu memang membutuhkan antibiotik atau tidak.

5. “Saat aborsi dengan obat pasti aku tidak boleh konsumsi obat-obatan lainnya”

Mitos. Faktanya walaupun kamu perlu menghindari antibiotik jika tidak memiliki riwayat infeksi tapi kamu tetap bisa menggunakan obat-obatan untuk meredakan rasa sakit maupun alergi serta suplemen pendamping. Konsultasikan penggunaannya dengan konselormu.

6. “Aku sudah menggunakan obat aborsi dengan dosis yang tepat tapi belum juga melihat reaksi yang ditunggu, pasti aborsiku gagal”

Belum tentu. Masa observasi untuk memastikan apakah aborsimu berjalan lancar atau tidak adalah 3 hari, kadang bisa sampai seminggu atau lebih karena kepekaan perempuan dengan misoprostol berbeda-beda.

Jadi aku sebaiknya bagaimana? Tunggulah hingga 10 hari untuk melakukan USG. Kalau kehamilan masih berlanjut hubungi konselormu dengan menyertakan hasil USG terbaru supaya kamu bisa mendapatkan dosis yang sesuai dengan usia kehamilanmu saat itu.

7. “Untuk membantu proses aborsiku berjalan lebih cepat aku perlu olahraga berat”

Mitos. Faktanya: Ketika kamu baru saja melakukan aborsi aman kamu akan mengalami perdarahan selama 3 minggu, bisa lebih singkat namun bisa juga lebih lama. Olahraga berat dapat menyebabkan fisikmu kelelahan dan risiko infeksi meningkat.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Perbanyak makan seimbang, minum air putih dan istirahat. Jika kamu perlu kembali berkegiatan (kuliah, bekerja) pastikan kamu setidaknya sudah beristirahat selama 3 hari dan setelah itu pun hindari aktivitas fisik yang berat hingga perdarahanmu berhenti.

8. “Janinku berada di luar kandungan tapi obat aborsi pasti bisa meluruhkannya”

Mitos. Faktanya: Misoprostol atau cytotec bekerja dengan meluruhkan dinding rahim dan isinya. Kehamilan di luar kandungan alias ektopik tentu saja tidak akan ikut luruh bersama dinding rahim dan isinya sehingga kehamilan tetap berlanjut.

Yang bisa kamu lakukan: Kehamilan ektopik adalah salah satu situasi di mana kehamilan dapat berakibat fatal pada perempuan. Temui ob-gyn atau bidan terdekat dan jelaskan keadaanmu sehingga kamu tetap dapat mengakses aborsi aman dan legal.

9. “Aku punya riwayat penyempitan pembuluh darah jantung, tapi sudah lama tidak kumat. Harusnya aku bisa aborsi dengan obat”

Mitos. Faktanya: Penyempitan pembuluh darah jantung merupakan salah satu gangguan jantung. Hal ini dapat berakibat fatal dalam proses aborsi.

Yang bisa kamu lakukan: Penyempitan pembuluh darah jantung dapat berakibat serius hingga fatal dalam proses kelahiran normal. Temui ob-gyn atau bidan terdekat dan ceritakan keadaanmu. Minta aspirasi vakum dari mereka karena tindakan aborsi legal dilakukan jika kehamilan dapat mengancam keselamatanmu.

10. “Sudah hampir 4 minggu setelah aborsi aku masih mengalami perdarahan, aku pasti mengalami perdarahan hebat”

Mitos. Faktanya: Walaupun masa follow-up diperkirakan berlangsung selama 3 minggu namun banyak juga perempuan yang mengalami perdarahan selama lebih dari itu. Nah, perdarahan hebat sendiri bukan dilihat dari berapa minggu kamu mengalami perdarahan tapi dengan menghabiskan 6 pembalut reguler selama 2 jam berturut-turut. Selain itu bisa jadi kamu langsung mengalami menstruasi lagi setelah aborsi.

Yang perlu kamu lakukan: Pastikan perdarahanmu tidak berbau seperti telur busuk maupun daging busuk. Perhatikan juga warnanya, ketika mengalami infeksi maka biasanya perdarahan akan tercampur dengan keputihan berwarna kuning, kehijauan, hingga berbusa. Jika perdarahanmu mulai mengalir deras seperti keran terbuka hitung lagi berapa pembalut reguler yang telah kamu habiskan dalam 2 jam berturut-turut.

Perhatikan pola istirahat dan kegiatanmu setelah aborsi. Untuk terhindar dari infeksi pastikan kamu cukup istirahat dan menghindari hubungan seksual selama minimal 7 hari setelah aborsi.

Wah ternyata banyak ya mitos seputar aborsi. Tapi sebenarnya masih banyak lagi mitos seputar aborsi. Nah ke depannya akan dikumpulkan lebih banyak lagi. Tunggu ya! ;D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *