Klinik Aborsi Aman Ada Nggak sih?

klinik aborsi amanKetika perempuan mengalami kehamilan tidak direncanakan dan berniat menghentikan kehamilan sering kali mereka mencari informasi klinik aborsi aman. Kenapa perempuan lebih memilih klinik aborsi ketimbang menghantikan kehamilan sendiri dengan obat yang sebetulnya lebih privat? Biasanya nih, Ladies, perempuan cenderung memilih ke klinik karena merasa lebih aman. Yep, di klinik mereka yakin akan dibantu oleh dokter, perawat maupun bidan yang memiliki pengetahuan medis lebih dan terlatih secara profesional. Padahal karena aborsi sangat dibatasi dan sering dikriminalisasikan di Indonesia maka tidak semua tenaga medis dapat memberikan layanan aborsi aman. Jadi klinik aborsi aman sebetulnya ada nggak sih, dan bagaimana membedakan yang aman dari yang tidak aman? Coba cek poin-poin berikut ini untuk memastikan.

1. Klinik aborsi aman tidak sembarangan menawarkan kuret

Ladies, hati-hati dengan klinik yang menawarkan kuret. Kuret pada dasarnya adalah prosedur invasif karena kuret dilakukan dengan memasukkan benda tajam ke dalam rahim untuk mengeruk dinding rahim. Ketika prosedur ini dilakukan dengan ceroboh maka risikonya adalah timbulnya perlukaan pada dinding rahim. Akibatnya dapat menurunkan kemungkinanmu untuk hamil lagi di masa depan dengan signifikan.

Selain itu, saat ini sudah ditemukan prosedur surgikal yang jauh lebih murah dari kuret yaitu aspirasi vakum. Prosedur ini jauh lebih aman dan direkomendasikan langsung oleh WHO karena vakum dilakukan tanpa memasukkan objek ke rahim perempuan.

2. Klinik aborsi aman nggak mahal kok!

Untuk perbandingan, biaya aborsi dengan metode aspirasi vakum paling mahal adalah Rp. 3.500.000 sementara dengan obat hanya Rp. 500.000 – 1.000.000 saja, tergantung paket yang kamu ambil. Kalau kamu sampai diminta membayar dengan nominal lebih dari itu sebaiknya kamu pikir-pikir lagi deh. Kalau bisa membayar kurang dari itu dan jauh lebih aman kenapa kamu perlu membayar mahal, ya kan?

3. Klinik aborsi aman ramah perempuan

Kamu mungkin tidak heran ketika klinik aborsi banyak yang aneh-aneh. Ya, banyak lho klinik menjemput dan menutup mata perempuan sepanjang perjalanan, menagih biaya jauh lebih mahal daripada harga yang disepakati di awal, mengusir perempuan yang masih membutuhkan perawatan. Bahkan lebih gila lagi, ada saja dokter aborsi yang menuntut berhubungan seksual dengan pasiennya. Ih!

Jika klinik yang kamu datangi memperlakukan kamu seperti ini sebaiknya kamu cepat-cepat kabur dari tempat itu karena sudah pasti klinik itu tidak aman. Sudah tidak aman, mahal, melecehkan lagi! Lebih baik kamu ngobrol dengan teman-teman konselor untuk informasi klinik aborsi yang aman. Atau kamu juga bisa minta informasi aborsi medis yang akurat supaya kamu juga pede untuk menghentikan kehamilan sendiri di rumah. Ingat Ladies, mendapatkan informasi yang akurat soal aborsi, terjaga keamanan dan privasinya itu semua sepenuhnya hakmu!

Aborsi Demi Kehidupan yang Lebih Baik

aborsi demi kehidupan dan masa depan perempuan dan keluarga
Belum siap? Cus hubungi mereka

Banyak orang mengaitkan aborsi atau tindakan menghentikan kehamilan dengan perampasan nyawa padahal ada perbedaan yang sangat tegas dari kedua konsep tersebut. Perempuan yang melakukan aborsi juga kerap dicap perempuan berdosa dan egois. Padahal setiap kali pilihan ini menjadi pilihan terakhir yang diambil dengan mempertimbangkan keluarga, pasangan, bahkan si calon anak itu sendiri. Karena itulah seringkali aborsi demi kehidupan yang lebih baik menjadi keputusan yang tak terelakkan. Betulkah aborsi dapat menjadikan kehidupan seseorang dan keluarganya lebih baik? Yuk kita buktikan sama-sama.

Aborsi untuk keluarga berencana dan lebih sejahtera

Ladies, pernah dengar istilah ‘gagal KB’ atau melihat seseorang dengan keluarga besar yang mengatakan kalau mereka ‘kebobolan’? Nah biasanya hal ini terjadi karena kegagalan kontrasepsi¬†bahkan kurangnya pengetahuan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi atau HKSR. Sekarang bayangkan jika kebobolan ini terjadi berulangkali pada pasangan dengan penghasilan minim dan lama waktu kerja yang cukup panjang, buruh misalnya. Untuk menghidupi seorang anak saja kadang sudah cukup berat, bagaimana kalau jumlah anggota keluarga mereka terus bertambah?

Nah, dengan aborsi yang aman dan terjangkau maka keluarga-keluarga dengan latar belakang seperti ini bisa lebih leluasa merencanakan kapan ingin menambah anggota keluarga jika memang ingin. Selain itu mereka juga akan bisa fokus untuk meningkatkan kesejahteraan dari anggota-anggota keluarga yang sudah ada sehingga terhindar dari tambahan beban finansial.

Aborsi demi kehidupan dan masa depan perempuan

Ketika perempuan memilih untuk meneruskan kehamilan tidak direncanakan seringkali mereka terpaksa mengorbankan pendidikan, karier dan masa depan. Tapi ketika mereka punya pilihan untuk bisa menghentikan kehamilan dengan aman maka mereka tetap bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Apakah itu keputusan yang egois? Tentu saja tidak! Nyatanya pendidikan yang lebih tinggi dan penghasilan yang lebih baik memungkinkan perempuan mempersiapkan keluarga dan anak-anaknya agar lebih sejahtera dan sehat. Selain itu ketika perempuan memperoleh penghasilan yang lebih baik maka perekonomian negara akan jauh lebih maju lho.

Aborsi aman menurunkan angka kematian ibu

Ladies, 11%-14% angka kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh aborsi tidak aman lho! Bahkan kebanyakan dari mereka bukan saja masih dalam usia produktif tapi bahkan masih sangat muda, yaitu 15 tahun. Nah akses aborsi aman tentunya akan bisa menurunkan angka ini sehingga perempuan, terutama remaja dan anak-anak tidak perlu membahayakan nyawa mereka untuk menghentikan kehamilan ūüėÄ

CP

Kepercayaan dalam Konseling KTD Penting Banget, lho!

biar aman konseling dulu yuk

Berbagi dengan orang asing jelas bukan sesuatu yang mudah, apalagi ketika masalahnya adalah sesuatu yang masih banyak dianggap tabu oleh banyak orang. Ya, seperti kehamilan tidak direncanakan (KTD) misalnya. Karena itu kadang perempuan maupun pendampingnya merasa skeptis terhadap konselor. Padahal kepercayaan dalam konseling KTD itu perlu banget lho. Kira-kira sejauh mana sih kepercayaan antara konselor, perempuan dan pendamping dapat mempengaruhi aborsi medis dan konselingnya?

Kepercayaan dalam konseling akan menentukan kecepatan konseling

Hmmm gimana ceritanya ini kak, bukannya konseling tinggal konseling saja? Ternyata tidak juga lho Ladies, karena ketika perempuan atau pasangan tidak percaya dengan konselor kadang mereka memutuskan untuk menghentikan konseling di tengah prosesnya. Setelah itu kadang mereka memutuskan untuk mencari bantuan dari tempat lain, sayangnya tidak semua tempat memberikan layanan aborsi yang terpercaya. Bukannya mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, perempuan malah mendapatkan semakin banyak masalah dan tertipu oleh pihak-pihak bertanggung jawab.

Habis konselingnya ribet sih kak, masa diminta USG segala. Kadang konselor memang meminta perempuan melakukan USG dalam situasi khusus. Ketika siklus menstruasi perempuan tidak teratur misalnya, menghitung usia kehamilan hanya dari hari pertama menstruasi terakhir bisa menyebabkan kerancuan. Ini bisa berbahaya jika kamu memilih menghentikan kehamilan dengan obat karena beda usia kehamilan bisa jadi dosisnya juga akan berebda lho. Selain itu USG juga terutama penting ketika perempuan sudah memasuki trimester kedua untuk memastikan kalau kehamilannya memang aman untuk dihentikan dengan obat.

Bagaimana aku memastikan kalau konselornya terpercaya?

Kepercayaan memang bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, karena itu kamu juga berhak merasa skeptis atau kurang percaya dengan konselor yang ingin membantumu. Biarpun begitu, kamu bisa memastikan apakah konselor/penyedia layanan itu terpercaya dengan mengoptimalkan penggunaan mesin pencari alias Mbah Google. Dari situ kamu bisa lihat rekam jejak organisasi atau penyedi layanan tersebut. Banyak-banyak baca dari media yang terpercaya, dari dalam dan luar negeri. Untuk informasi aborsi aman misalnya, kamu bisa langsung cek ke situs resmi WHO tentang cara penggunaan obat yang tepat. Dengan begitu, pastinya kamu juga merasa lebih tenang dan aman ketika berbagi dengan konselor sehingga memperkecil kemungkinan konseling terhambat karena salah paham. Semoga membantu dan selamat bersiap untuk beraktivitas minggu depan Ladies! ūüėÄ

Pentingnya komunitas pendukung aborsi

Artikel ini awalnya ditulis oleh Inna Hudaya di http://askinna.com/2012/06/14/komunitas-pendukung-penggugur-kandungan/

Siapa sangka 4 tahun berlalu semenjak aku memutuskan untuk melakukan aborsi dengan obat penggugur kandungan, masa-masa kritis dalam hidupku telah lewat, dan aku sekarang masih jauh harus mulai membenahi kehidupanku, takkan ada yang mudah apalagi dengan berjalan menyusuri waktu sembari bergulat dengan fikiranku sendiri yang sedikitnya masih menyimpan trauma akan peristiwa itu. Aku bersyukur Karena kini aku berada di tengah orang-orang yang memberi dukungan dan kasihnya, bahkan beberapa teman yang mengalami hal serupa kini bersama-sama saling memberi dukungan dan perhatian untuk bisa keluar dari permasalahan ini dan mampu menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada suatu kesempatan bersama Grace dan Kiki, kami sempat membicarakan tentang apa saja hikmah yang kami peroleh dari hal traumatis dan bagaimana melewati hal itu bisa membantu kami menjadi orang yang lebih baik, aku sempat sedikit bercerita tentang bagaimana aku belajar mengenal diriku sendiri dan memahami bagian-bagian terapuh juga terkuat dalam diriku, kiki dan grace tersenyum dan sepertinya pandangan mata mereka yang berbinar cukup membuatku paham bahwa mereka juga merasakan hal yang sama.

Harus di akui bahwa forum seperti ini sangat penting dalam membangun komunikasi dan meningkatkan rasa percaya diri bagi mereka yang juga menjadi korban obat penggugur kandungan. Tidak mudah bagi seorang post abortus mengeluarkan isi pikiran mereka dan membaginya bersama orang lain. Rasa khawatir bahwa orang lain tidak memahami apa yang mereka rasakan seringkali membuat seorang post abortus akhirnya berkutat dengan fikirannya sendiri. Berada dalam sebuah komunitas yang tepat dapat membantu seorang post abortus mengerti bahwa ia tidak sendiri dan bahwa ada orang lain yang juga berada di posisinya dan merasakan hal yang sama. Meskipun tidak secara detail menceritakan pengalamannya namun kadang cerita orang lain dapat membuat seorang post abortus cukup mengerti bahwa ia bersama orang-orang yang juga ikut menanggung beban yang sama, dan tentunya akan bersama-sama pula mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

Ada beberapa bagian yang mungkin tidak bisa aku bagi bersama komunitas, namun ketika kiki mulai menceritakan beberapa bagian pengalamannya, hal itu sudah cukup membuat aku merasa terwakili. Seperti itu pula bagi orang lain yang bahkan tidak bisa menceritakan pengalamannya, kadang dengan medengarkan cerita orang lain itu sudah cukup membuat dirinya terwakili. Minum obat penggugur kandungan bukanlah sesuatu yang mudah diceritakan kembali.

Sebuah komunitas pendukung tidak hanya di butuhkan dalam waktu-waktu tertentu di mana kita bisa berkumpul dan melakukan sharing. Namun di luar waktu tersebut, tidak ada batasan untuk tetap saling berkomunikasi dan saling memberikan supportnya. Bagaimanapun juga kadang kita merasa kuat dan tegar ketika berada di tengah-tengah komunitas namun ketika kemudian kita di hadapkan pada dunia luar, kita kembali merasa terasing.

Ada banyak hal yang dapat menstimulasi trauma kita sehingga akhirnya terjadi re-experience, dan hal itu bukan hal yang mudah. Dalam beberapa kesempatan ketika berada di kota Jakarta aku sempat mengalami drop. Setiap kali aku berada di jalanan atau di busway atau di mal, aku selalu merasa seperti aku melihat Bram dan fikiran aku sudah berkhayal jauh tentang apa yang ingin aku lakukan jika aku bertemu dengan Bram, kadang aku terduduk di sudut jalan hanya sibuk dengan fikiran aku sendiri yang penuh amarah dan kebencian. Selalu terbersit keinginan untuk bisa setidaknya sekali saja menampar bram tepat di pipi kanannya, dan aku bahkan sudah menyusun kata-kata apa saja yang akan aku lontarkan di hadapannya. Semua khayalan itu sudah tertata dengan begitu apiknya di kepala aku dan setiap kali aku berada di Jakarta maka keinginan itu selalu terbersit kembali. Namun pada satu titik tertentu di antara fikiran yang melayang-layang tersebut ada satu kesadaran bahwa aku sudah terbawa jauh ke dalam amarah dan kebencian yang ada di dalam diri aku. Pada saat-saat seperti itulah komunitas pendukung di butuhkan, bisaanya aku akan segera menelpon orangtua aku dan menceritakan apa yang aku alami, bisaanya mereka akan membantu aku mengatasi perasaan aku dan membuat aku merasa lebih baik. Di lain kesempatan aku memposting pengalaman tersebut di forum komunitas online atau mengirim email kepada beberapa teman dan sharing tentang hal itu. Tidak hanya aku yang mengalami hal itu, beberapa teman juga seringkali mengirim sms atau menelpon aku jika tengah mengalami masa-masa sulit seperti itu. Itulah kenapa kemudian komunitas pendukung menjadi penting dalam proses pemulihan setelah.

Aborsi Tidak Aman, Seperti Apa Kriterianya?

yakin mau aborsi tidak aman?Kadang ketika ditanya tentang aborsi tidak aman perempuan hanya berpikir kalau aborsi tidak aman dilihat dari dosis obat yang tidak tepat maupun metode, padahal sebenarnya ada sejumlah kriteria aborsi tidak aman. Apa saja sih kriterianya? Nah Ladies, pastikan kamu selalu berhati-hati dan menghindari penyedia layanan aborsi yang seperti ini ya agar terhindar dari bahaya trauma akibat mengakses layanan aborsi tidak aman.

  1. Memberikan dosis dan protokol yang tidak jelas referensinya  Ketika mencari informasi tentang aborsi, terutama aborsi medis seringkali penjual obat mengatakan bahwa semakin besar usia kandunganmu maka semakin mahal juga harga paketnya. Ada baiknya kamu lebih kritis dalam menerima informasi yang disampaikan penjual obat ini. Kenapa harga paketnya menjadi lebih mahal? Apakah mereka menambah dosisnya? Memangnya protokol apa yang mereka pakai? Jangan ragu untuk minta dokumen yang menjadi referensi penjual obat. Penjual obat yang terpercaya tentu hanya akan menggunakan referensi terpercaya seperti panduan aborsi aman WHO tahun 2012 ini.
  2. Mematok harga yang terlalu mahal Harga obat aborsi yang aman berkisar Rp. 500.000 – 1.000.000 lho Ladies. Sementara aspirasi vakum hanya Rp. 3.500.000. Kalau ada penjual obat yang mematok harga melebihi itu cepat-cepat saja kamu cari penjual obat yang lain. Eh bagaimana dengan klinik-klinik yang menyediakan jasa kuret dengan harga sampai Rp. 7.000.000 atau bahkan lebih? Hmmm… jika ada yang lebih aman, murah dan legal kamu yakin mau membayar semahal itu?
  3. Perempuan yang tidak mampu membayar dipaksa melakukan sesuatu yang merugikan mereka sebagai ganti ongkos Ladies, aborsi aman adalah hak dan sepenuhnya pilihanmu! Jadi ketika ada penyedia layanan aborsi/penjual obat yang memaksamu melakukan hal-hal yang merugikan, apalagi jika sudah masuk kategori pelecehan seksual. Segera tinggalkan penjual obat/penyedia layanan aborsi seperti ini dan cari informasi di tempat yang tepat.
  4. Kamu tidak diberi informasi yang jelas soal prosedurnya Jika kamu pernah browsing tentang prosedur aborsi di internet kamu pasti akan menemukan banyak sekali informasi tentang aborsi. Sayangnya, informasi ini biasanya sebatas kontak penjual/penyedia layanan dan harga yang perlu dibayar. Cek lagi deh, apakah penjual ini memberikan informasi yang lengkap tentang prosedurnya, apa yang diharapkan serta apa yang perlu kamu lakukan ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan dalam prosedurnya. Jika kamu sampai diminta membayar lagi untuk mengakses informasi itu segera saja tinggalkan mereka!
  5. Penyedia layanan melakukan kekerasan Menutup mata perempuan dalam perjalanan ke fasilitas aborsi? Mengata-ngatai perempuan yang membutuhkan layanan aborsi aman? So yesterday sekali ya Ladies. Sekarang saatnya kamu mengakses layanan aborsi aman dan terpercaya. Sok atuh, segera chat atau telepon temen-temen konselor. Dijamin kamu akan dibantu dengan ramah dan diberi informasi yang lengkap.

Nilai-nilai Seputar Aborsi dan Cara Menjembataninya

bahagia pasca aborsiAborsi selalu menjadi isu kontroversial. Di banyak negara yang sudah melegalkan aborsi pun keputusan ini tidak selalu bisa diterima, apalagi karena banyak nilai-nilai seputar aborsi yang masih menganggapnya sebagai bentuk kejahatan, keegoisan, bahkan dosa. Ini tentu saja bisa berpotensi menyebabkan perempuan merasa bersalah, berdosa, menyesal, tertekan bahkan mengalami depresi dan PTSD pasca tindakan. Pastinya sih selain masalah hormonal yang bisa menyebabkan mood kamu juga naik turun laksana jet coaster ya Ladies.

Kenali dan sadari nilai-nilai seputar aborsi

Pada dasarnya setiap orang akan selalu mempertanyakan keputusan yang kamu ambil, apalagi ketika keputusannya berskala sebesar aborsi. Sejak awal kita diberikan nilai-nilai yang menyatakan bahwa aborsi adalah perbuatan egois dan dosa. Biasanya nilai-nilai ini merupakan wujud stigmatisasi sosial hingga ajaran agama. Selain itu, norma hukum kita juga masih sangat membatasi akses aborsi dengan ketat sehingga perempuan yang tidak mengalami kedaruratan medis atau kekerasan seksual bisa dipidana ketika melakukan aborsi.

Ketika kita terus menerima nilai dan norma-norma ini tentu saja akan sangat sulit untuk menentangnya, apalagi ketika kita berada dalam situasi di mana kita mengambil keputusan yang bertentangan dengan norma-norma ini. Belum lagi ketika perempuan akhirnya memutuskan mengakses aborsi biasanya mereka sudah melalui proses berpikir yang sangat panjang. Tidak jarang juga proses berpikir ini terasa sangat menyakitkan sehingga pasca aborsi kadang perempuan terus merasa bersalah sehingga terjadi depresi.

Apa yang bisa dilakukan dalam situasi ini?

Agar kita bisa terhindar dari depresi pasca aborsi pastikan kamu selalu ingat alasanmu menghentikan kehamilan, apapun alasanmu itu. Dan selalu sadari bahwa aborsi aman merupakan pemenuhan hak kesehatan reproduksimu sebagai perempuan. Bicaralah dengan pasangan atau orang terdekat. Bisakah berdoa pasca aborsi? Jika kamu memang menginginkannya dan merasa lebih tenang dengan berdoa lakukan saja. Bukankah Tuhan maha pengampun? Jika kamu belum siap untuk berdoa juga tidak masalah, yang penting kamu memiliki sumber-sumber daya yang bisa mendukungmu dalam situasi ini sepenuhnya.

Lalu apakah aborsi sama dengan pembunuhan? Sama sekali tidak selama usia kandunganmu masih kurang dari 22 minggu. Usia 22 minggu ditetapkan karena ketika kandungan sudah lebih besar dari itu maka janin sudah bisa bertahan hidup di luar tubuh kita. Tapi janinnya kan sudah membentuk di usia kehamilan kurang dari itu? Ya, itu betul. Tapi mengutip kata-kata dari sebuah akun feminis di media sosial, “Ketika terjadi kebakaran di sebuah rumah sakit dan kamu tahu di sana ada sebuah ruangan penyimpanan berisi jutaan ebrio serta seorang anak kecil di ruangan terpisah, apakah kamu akan menyelamatkan seorang anak kecil atau menyelamatkan embrio dan janin?” Dengan menjawab pertanyaan ini dengan jujur kamu bisa melakukan refleksi lebih jauh. Apakah tidak menyelamatkan janin/embrio adalah pembunuhan?

Semoga artikel ini bisa sedikit memberikan dukungan bagimu dalam situasi sulit ya Ladies. Stay safe and happy! ūüėÄ

by: CP

Berdamai Pasca Aborsi dan Terhindar dari Trauma

Setelah aborsi selesai kadang perempuan masih merasakan dampak emosional dan psikologis pasca aborsi. Ketika itulah perempuan perlu berdamai pasca aborsi agar ia tidak terhanyut dalam kesedihan, marah dan perasaan bersalah dan bisa tetap berbahagia dalam menghadapi hari-harinya.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu katakan pada dirimu sendiri pasca tindakan untuk mengingatkan dirimu bahwa pada akhirnya semua akan baik-baik saja dan bisa terhindar dari trauma.

  • Kamu sepenuhnya berhak merasakan semua yang kamu rasakan saat ini

Ladies, proses menghentikan kehamilan bisa jadi proses yang sangat berat. Meskipun begitu kamu telah melaluinya, karena itu kamu berhak untuk mengeluarkan emosi yang telah kamu pendam sebelum dan selama tindakan. Ingatlah, it’s okay not to be okay!

  • Apa yang kamu rasakan ini sepenuhnya normal dan kamu bisa berdamai pasca aborsi

    Setelah berjuang untuk menetapkan solusi yang terbaik dalam kehamilan tidak direncanakan yang kamu alami dan menjalaninya, wajar sekali jika kamu butuh istirahat dan tempat bersandar. Selain itu, pasca aborsi hormonmu sedang kurang seimbang sehingga bisa jadi kamu merasakan marah, sedih, hingga perasaan bersalah. Jika memang keadaanmu disebabkan oleh hormon biasanya keadaan akan membaik dalam tiga minggu. Tapi jika kamu terus bersedih hingga 3 bulan atau bahkan lebih maka kamu butuh bantuan. Bisa dari orang terdekat, atau bahkan ke psikolog.

  • Kehamilan tidak direncanakan bisa terjadi pada siapa saja

    Mengalami kehamilan tidak direncanakan bukan berarti kamu bersalah atau kurang waspada. Ingat, kehamilan tidak direncanakan sangat wajar dan bisa terjadi pada siapapun selama ia adalah perempuan yang masih subur.

  • Semua pilihan dalam kehamilan tidak direncanakan adalah pilihan yang sulit

    Dalam kehamilan tidak direncanakan perempuan punya 3 pilihan untuk dipertimbangkan. Semua opsi tersebut punya konsekuensi tersendiri dan semuanya tidak mudah. Bahwa kamu sudah berani melangkah dan mengambil keputusan saja sudah menunjukkan bahwa kamu memiliki keberanian lebih walaupun kamu bisa saja tetap merasa takut saat menghadapinya.

  • Ingat lagi alasan kamu memilih menghentikan kehamilan

    Banyak sekali alasan perempuan melakukan aborsi dan semuanya bukan alasan yang egois. Bahwa kamu ingin meraih masa depan sebelum memiliki anak? Tidak masalah. Dengan begitu kamu mungkin akan memiliki masa depan yang baik dan pada akhirnya bisa mempersiapkan masa depan anakmu nanti. Tidak ingin memiliki anak? Perempuan yang tidak ingin memiliki anak juga bukan perempuan yang egois lho. Bisa jadi mereka justru menyadari keterbatasan mereka sehingga ingin menghindari memiliki anak ketimbang tidak bisa membesarkan anak dengan maksimal.

Nah, semoga tulisan ini membantumu menghadapi apapun perasaan yang kamu rasakan saat ini ya Ladies. Oya, tulisan ini boleh lho kamu bagikan dengan pasangan juga agar dia lebih menyadari dan memahami apa yang tengah kamu rasakan.

Perawatan Pasca Aborsi, Apa Saja tuh?

Ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan sebelum aborsi. Sepanjang aborsi pun kamu sudah berjaga-jaga terhadap kemungkinan komplikasi. Nah Ladies, setelah aborsi penting juga lho untuk memperhatikan perawatan pasca aborsi. Hmmm… apa saja memangnya perawatan pasca aborsi?

Perawatan pasca aborsi bagi kamu

Pasca aborsi ada sejumlah pantang makanan/minuman dan aktivitas. Pantangan makan dan minum biasanya berlaku sampai 3 hari pasca tindakan sedangkan pantangan aktivitas berlaku sekitar 5-7 hari atau akan lebih baik kalau sampai perdarahan berhenti.

Untuk makanan dan minuman yang perlu kamu hindari adalah kopi, teh, susu, makanan pedas dan yang terlalu asin. Wah, apakah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman itu akan mempengaruhi keberhasilan tindakan? Sebetulnya tidak juga. Hanya saja makanan pedas seringkali membuat perut nyeri dan diare sementara misoprostol sendiri sudah membuat nyeri perut dan diare. Konselor juga biasanya menyarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang terlalu asin agar tensi darah tidak terlalu tinggi saat tindakan. Dengan begitu harapannya perdarahan hebat bisa dicegah. Bagaimana dengan teh? Teh kaya akan tannin yang bisa menurunkan kualitas sel darah merah. Dalam kondisi perdarahan tentu kamu akan memerlukan banyak sel darah merah dengan kualitas tinggi untuk mencegah drop. Sementara susu dikenal dapat menetralisir efek obat, walaupun sebetulnya pengaruhnya terhadap aborsi medis belum diketahui.

Bagaimana dengan pantangan aktivitasnya? Pada dasarnya yang perlu kamu hindari pasca tindakan, baik surgikal maupun medikal adalah memasukkan apapun selain air bersih ke vagina ataupun melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Karena itu biasanya konselor menyampaikan untuk menghindari hubungan seksual, berendam, berenang maupun menggunakan sabun mandi, pembersih vagina ataupun antiseptik pasca tindakan. Aktivitas yang terlalu melelahkan pun ada baiknya ditunda supaya tubuh tetap fit dan terhindar dari risiko infeksi pasca aborsi.

Oya selama dan setelah aborsi bolehkah beribadah? Jika memang dengan beribadah kamu merasa lebih tenang dan siap untuk move on kenapa tidak?

Perawatan pasca aborsi bagi orang terdekat

Percaya tidak percaya, pendamping pun perlu mengetahui apa-apa saja yang akan terjadi pasca aborsi sehingga bisa memberi dukungan dengan maksimal. Jika orang terdekatmu baru saja melakukan aborsi, ingatlah kalau kondisi fisik mereka sedang drop sehingga bisa mempengaruhi mood mereka. Belum lagi efek hormonal yang hampir sama dengan PMS. Selain itu, aborsi pada dasarnya adalah keputusan yang berat bagi semua perempuan. Belum lagi dengan stigma sosial yang mungkin mereka rasakan.

Karena itulah ketika orang terdekatmu jadi moody, sering marah-marah ataupun merasa sedih itu sebetulnya hal yang wajar. Hadapi lonjakan emosi mereka dengan tenang. Ajak mereka beribadah bersama atau melakukan apapun yang mereka sukai. Akan lebih baik lagi kalau sebagai pendukung kalian juga menyukai aktivitas itu jadi kalian bisa melakukannya bersama.

Semoga dengan begini kamu akan bisa segera bisa beraktivitas dan tetap menjaga kesehatan pasca aborsi ya. See you next week! ūüėÄ

 

Aborsi Aman Itu Pilihan, lho!

Ketika mendengar kata ‘aborsi’ banyak orang mungkin langsung mengaitkannya dengan aktivitas seksual tanpa ikatan pernikahan, keegoisan perempuan bahkan mungkin pembunuhan. Padahal sebetulnya aborsi aman adalah hak asasi perempuan. Kok bisa begitu? Yuk kita ‘bongkar’ mitos-mitosnya satu persatu.

1. Aborsi adalah pembunuhan

Sebenarnya ada batasan yang sangat jelas antara aborsi dan infantisida atau pembunuhan anak. Jika tidak ada kedaruratan medis atau situasi yang mengancam nyawa perempuan maupun kandungan maka aborsi aman hanya bisa dilakukan sampai usia kehamilan 22 minggu sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Kenapa 22 minggu? Karena ketika usia kandungan sudah lewat dari 22 minggu janin sudah bisa bertahan hidup di luar kandungan perempuan. Sebelum itu, janin masih sangat bergantung pada perempuan. Karena itu di usia kehamilan kurang dari 22 minggu nyawa perempuan adalah prioritas utama. Bagaimana dengan perempuannya sendiri? Apakah aborsi bisa membahayakan nyawa mereka atau kesehatan mereka di masa depan? Sebetulnya jika dilakukan dengan prosedur yang tepat maka proses aborsi sebenarnya jauh lebih aman dari melahirkan maupun cabut gigi. Resiko komplikasi hanya 1%!

2. Aborsi hanya dilakukan mereka yang nenyukai aktivitas seksual tidak bertanggung jawab

Banyak orang mengaitkan aborsi dengan aktivitas Seksual tidak bertanggung jawab seperti berganti pasangan maupun tidak menggunakan kontrasepsi. Nyatanya, tidak ada kontrasepsi yang 100% pasti bisa mencegah kehamilan. Karena itu, kehamilan tidak direncanakan sebenarnya bisa menimpa perempuan manapun yang sudah memasuki usia produktif. Tidak heran jika mereka yang sudah telaten menggunakan kontrasepsi maupun terikat pernikahan pun bisa saja membutuhkan layanan aborsi aman.

3. Perempuan yang melakukan aborsi pasti hanya memikirkan diri sendiri

Ini juga salah persepsi yang sangat umum dijumpai di mana saja, bahkan di negara di mana aborsi sudah legal. Perempuan distigmatisasi sebagai egois dan tidak bertanggung jawab ketika mereka membutuhkan akses aborsi aman. Padahal aborsi, walaupun sangat aman secara fisik tetap bukan keputusan yang mudah. Ketika perempuan memutuskannya mereka sudah mempertimbangkan banyak hal. Mereka mengakui keterbatasan mereka untuk membesarkan dan merawat seorang individu. Keluarga juga kerap menjadi salah satu pertimbangan. Mereka khawatir akan menjadi beban keluarga ketika mengalami kehamilan tidak direncanakan. Dari sini sebetulnya jelas terlihat kalau aborsi sama sekali bukan pilihan yang egois.

Nah Ladies, apakah kamu sudah merasa lebih lega dalam mempertimbangkan opsi aborsi aman? Kalau belum coba saja ngobrol dengan teman-teman konselor. Mereka akan membantumu memetakan situasi sehingga kamu bisa memilih opsi yang paling sesuai untuk keadaanmu ūüėÄ

Ingin Aborsimu Tetap Aman? Konseling Dulu Yaaa…

Segala yang tidak direncanakan itu biasanya mengejutkan dan seringkali juga membuat panik, apalagi jika yang tidak direncanakan itu adalah kehamilan. Dalam keadaan panik dan bingung, bahkan kadang juga putus asa, perempuan atau pasangan maupun keluarga terdekat langsung saja berusaha menghentikan kehamilan. Padahal nih, memaksakan menghentikan kehamilan tanpa konseling itu bisa sangat berbahaya lho bagi perempuannya. Sebetulnya apa saja sih yang menyebabkan konseling penting bagi perempuan? Yuk kita cek sama-sama…

  1. Tertipu penyedia layanan aborsiDalam keadaan panik, perempuan bisa jadi sulit membedakan mana informasi yang terpercaya dan mana yang perlu dipertanyakan. Alhasil mereka pun lebih rentan menjadi korban penipuan layanan aborsi. Hmm, memang seperti apa saja sih kriteria penipuan layanan aborsi? Jika kamu memilih aborsi dengan obat memang agak susah untuk memastikan kecuali jika kamu sudah membayar tapi obat tidak dikirim. Layanan kuret pun seringkali begitu. Seringkali perempuan baru sadar mereka terjebak dalam layanan tidak terpercaya ketika di kliniknya perempuan diminta membayar lebih dari harga yang sudah disepakati di awal komunikasi. Lalu seperti apa sih penyedia layanan yang terpercaya? Baca lebih lengkap di sini untuk tahu siapa saja sih penyedia obat yang harus kamu jauhi atau yang bisa kamu percaya. Langsung telepon konselormu juga untuk tahu klinik mana sih yang aman, legal dan recommended untuk menghentikan kehamilan.
  2. Salah cara penggunaan atau dosis obat  Yang namanya penjual obat belum tentu semuanya tahu cara penggunaan obat yang benar lho. Selain itu bisa jadi cara penggunaan obat yang mereka tahu berbeda dengan cara penggunaan yang tepat untuk usia kehamilanmu. Jangan khawatir, konselor akan memastikan cara pakai obat dan dosis yang paling tepat untuk kamu jadi kamu juga bisa memastikan kalau aborsimu aman.
  3. Trauma Trauma pasca aborsi umumnya terjadi karena 2 hal. Pertama, ketika perempuan sebenarnya ingin menghindari opsi aborsi namun lingkungan terus menekan atau memanipulasi perempuan untuk menghentikan kehamilan. Dengan curhat langsung terlebih dulu ke konselor biasanya perempuan akan sadar bahwa ia masih punya pilihan lain dan mampu mengusahakan opsi-opsi lain itu. Penyebab lain adalah ketika perempuan membayangkan hasil konsepsi yang keluar sebagai gumpalan darah dan kantong kehamilan semata. Padahal perkembangan setiap perempuan akan berbeda, begitu juga jika usia kehamilannya sudah bertambah. Konselor nantinya akan memberitahu apa saja yang akan keluar dalam setiap usia kehamilan perempuan jadi mereka juga bisa mempertimbangkan apakah mereka siap untuk menghentikan usia kehamilan atau mau mengubah keputusan.
  4. Kondisi kehamilan berbahaya untuk dihentikan dengan obat Nggak semua kehamilan aman untuk dihentikan dengan obat. Pastikan kamu tidak mengalami kondisi-kondisi ini sebelum menghentikan kehamilan. Selain itu nih, kondisi kehamilan berisiko seperti placenta previa di mana placenta membelit kandungan dan menutup jalan lahir maupun hamil anggur dan hamil di luar kandungan juga tidak bisa dihentikan dengan obat. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa menghentikan kehamilan lho. Kamu bisa mengakses aspirasi vakum, atau dalam situasi hamil anggur maupun hamil di luar kandungan kamu bisa pergi ke dokter terdekat dan minta mereka menghentikan kehamilan karena situasi ini terhitung situasi kehamilan berbahaya.

Tapi aku nggak ingin ada yang tahu tentang kehamilanku. Boleh nggak kalau pasanganku saja yang konseling? Pasangan, keluarga, teman atau siapapun yang kamu percayai boleh banget join dalam proses konseling. Pastinya sebatas kamu mengizinkan. Selain itu, masa sih kamu yang menjalani prosesnya tapi kamu nggak ingin tahu informasinya? Lagi pula dengan konseling sendiri kan kamu jadi lebih mantap dengan keputusan yang kamu ambil karena kamu juga lebih paham tentang apa-apa yang akan terjadi nantinya.

Tenang saja, semua informasi yang didiskusikan dalam proses konseling sepenuhnya rahasia. Selain itu konselor juga akan berusaha sedapat mungkin untuk bersikap netral terhadap keputusanmu sepanjang kamu memang mengambil keputusan itu dengan pemikiran yang matang. Konselor yang baik akan juga pasti menghormati privasimu dan akan merahasiakan situasimu sepenuhnya. Sekarang jadi lebih yakin kan untuk konseling sendiri?