5W + 1H Tentang Aborsi Medis, yuk Cek Bareng!

Kamu mungkin sudah sering mendengar atau mendapat informasi tentang kapan, di mana dan bagaimana melakukan aborsi medis sendiri tapi kamu masih ragu dan penasaran. Ya, kamu sudah mengumpulkan banyak sekali informasi tapi kamu masih belum yakin apakah informasi yang kamu dapat memang tepat atau tidak. Supaya agak yakin, kamu bisa coba baca 4W + 1H tentang aborsi medis. 4W + 1H apa sih? Kepanjangan dari singkatan yang mirip rumus matematika ini adalah Why, Who, When, Where, dan How — atau kalau dalam Bahasa Indonesia: Kenapa, Siapa, Kapan, Di mana dan Bagaimana.

  • Kenapa Aborsi Medis?

Ketika kamu mengalami kehamilan tidak direncanakan, aborsi aman adalah salah satu piilihan yang bisa kamu pertimbangkan jika kamu memang masih belum siap. Nah jika kamu memilih aborsi kamu bisa memilih opsi aborsi medis atau surgikal, dengan metode aspirasi vakum. Kelebihan aborsi medis dibanding opsi vakum antara lain tidak invasif, jadi kamu bisa tenang karena tidak menggunakan alat yang dimasukkan ke vagina. Ini juga pastinya jauh lebih aman dari metode kuret. Selain itu karena aborsi medis bisa dilakukan sendiri pastinya privasi juga lebih terjaga.

  • Siapa yang Bisa Melakukannya?

Ini juga salah satu kelebihan aborsi medis dibanding surgikal: Perempuan yang sedang mengalami kehamilan tidak direncanakan bisa melakukannya. Memangnya tidak perlu pelatihan khusus? Sama sekali tidak. Asalkan kamu sudah paham jumlah obat yang digunakan, cara pemakaiannya, reaksi yang diharapkan dan apa yang perlu kamu lakukan ketika terjadi situasi darurat.

  • Kapan Perempuan Bisa Melakukannya?

Kapan saja perempuan mengalami kehamilan tidak direncanakan dengan usia kehamilan mencapai 6 hingga 22 minggu. Kenapa 6 minggu? Karena sebelum usia kehamilan mencapai 6 minggu kantung kehamilan belum terbentuk dan belum menempel pada dinding rahim. Padahal, misoprostol bukan berpengaruh secara langsung pada kehamilan melainkan pada dinding rahim. Untuk menghentikan kehamilan, misoprostol akan mengkontraksi dinding rahim dan meluruhkannya, persis seperti menstruasi alami. Bedanya adalah ketika perempuan mau menghentikan kehamilan maka kantung kehamilan yang menempel di dinding rahim ini juga akan ikut luruh bersama misoprostol.

  • Di mana Perempuan Bisa Mendapatkannya?

Kamu bisa mendapatkan obat aborsi di para penyedia obat terpercaya. Masih belum yakin apakah penjual obat yang kamu hubungi bisa dipercaya atau tidak? Cocokkan dengan daftar ini atau langsung hubungi teman-teman konselor!

  • Bagaimana Perempuan Bisa Melakukan Prosedurnya?

Masih ragu dengan dosis dan cara pakai yang tepat untuk usia kandunganmu? Cek situs ini untuk informasi yang terpercaya atau langsung tanyakan pada para konselor.

Nah, semoga membantu dan pastikan kamu tetap aman selama prosedur dan setelahnya ūüėÄ

Jangan Mau Ditipu Penjual Obat Penipu!

Seperti yang kita tahu, aborsi aman di Indonesia dibatasi aksesnya dengan sangat ketat. Sayangnya, karena akses yang sangat terbatas itu maka banyak pihak ingin mengambil keuntungan dengan cepat dan memanfaatkan kepanikan perempuan. Dalam situasi panik, kadang membuktikan apakah seorang penjual obat aborsi memang jujur atau tidak sudah bukan lagi prioritas perempuan dan orang-orang terdekat.

Daftar kali ini disusun khusus untuk membantu perempuan-perempuan untuk menghindari transaksi dengan pihak-pihak ini. Daftar lengkapnya bisa kamu cek di http://askinna.com/jangan-mau-ditipu-penjual-obat-penipu/

Kamu bisa sering-sering cek link ini untuk memastikan kalau-kalau ternyata daftarnya sudah bertambah dan orang yang sedang promosi obat padamu ternyata ada dalam blacklist ini. Hiiii…

(1) Mama Nia 

Website: http://mamania58.blogspot.com

Kontak: 081904149333

No Rek: BNI dgn no. 0185977620 a/n NIA ARDIANA.

 

(2) dr. Joko Sutanto SpOG

Website: www.tokoobataborsi.co.cc

Kontak: 085260723116

Ym: dr.jokosutanto

 

(3) Klinik Dian / dr. Dian Roseyta dan Irawan Hamka

Website: http://obataborsiaman.blogspot.com, www.obataborsiaman.co.nr, www.obataborsiaman.com

Kontak: 085743700132

Email: dian.roseyta@gmail.com

BRI REK 301.501.0007.00503 a/n Irawan Hamka

 

(4) Obat Penggugur Asu

Instagram: @obat_penggugur_asu & @testimonivalid

Facebook: /resipengiriman69

Whatsapp: 08386522753

BBM: D4E046B8

BNI REK 0295948082 a/n Catur Rochmat Basuki 

 

(5) Obat Penggugur¬†KandunganInstagram:¬†@obat_penggugur_kandungan_Line:¬†083865227523’0

BBM: D4E046B8

 

(6) ObatAborsi.net

Website: http://obataborsi.net

Telephone: 081289261543

 

(7) Obat Aborsi Natural.com

Website: http://obataborsinatural.com

Telephone: 085794461999

 

(8) Aydha Best Plan

Instagram: @aydhabestplan

 

(9) Galuh Prakoso Rudy Iswanto

Website: http://obatjaninspesial.com

Telephone: 082222211033

BBM: 28ABE4D7

1360-01-001405-53-3 a/n Galuh Prakoso Rudy Iswanto

(10) Dedi Hartono

Website: http://obat-telat-bulan.com

Kontak: 0852 2883 8175No Rek: BCA 0373155702 atau Muamalat 0151638437

 

(11) Misoprostol Hotline

Website: http://misoprostolhotline.blogspot.com

 

(12) Pro Choice Abortion

Website: http://prochoiceabortion.blogspot.com

 

(13) Trenggalek | OBAT ABORSI CYTOTEC BERHASIL BARU DILUNASI

Website : http://cytotecobataborsi.wordpress.com/tag/trenggalek/

Nama : Ernawati

No HP : 081250950888/085231995888

Rekening : Bank BRI 627701015632536, BNI 0275576933, BCA 0481189925, Mandiri 9000004664356

 

(14) Obat Aborsi Cytotec Gastrul

Instagram: @obataborsicytotecgastrul

Line: obataborsiori

BBM: D5E76A77

Nomor Rekening:  437201009576534 a/n Siti Rahmaniah

 

(15) Obat Aborsi Notipu2

Facebook: /resipengiriman69

Instagram: @obat_aborsi_notipu2 & @testimonivalid

Line: 08987092557

BBM: D7D334CD

 

(16) Obat Aborsi Penggugur Kandungan

Website: http://obataborsi.pw

Telephone: 085741334866

 

(17) Obat Aborsi us

Website: http://www.obataborsi.us

Telphone: 08155087448

 

(18) Siti Asriyah

BBM: 277CDD2B

BRI 588-6010-2257-1535

Memahami Aborsi Aman dan Bedanya dengan Aborsi Tidak Aman

Hi Ladies apa kabar? Semoga semuanya tetap sehat ūüėÄ Kali ini Mimin mau mengajak ngobrol soal perbedaan aborsi aman dan tidak aman. Oh mudah, yang aman pasti tidak akan menimbulkan komplikasi ataupun sesuai protokol WHO! Hmmm, tunggu sebentar nih. Apa kalian sudah yakin kalau perbedaannya hanya itu?

Lho memangnya ada perbedaan lain? Tentu saja ada. Pertama, prosedur aborsi yang aman bertujuan untuk memberdayakan perempuan. Lho, lho, maksudnya gimana nih? Yep, prosedur aborsi yang aman mengedukasi perempuan. Menyadarkan mereka bahwa aborsi adalah sepenuhnya hak mereka. Bukan sekadar pilihan yang diambil hanya karena pasangan menginginkan itu dan memaksakan kamu untuk melakukannya. Bahkan bukan juga karena keluargamu menekan kamu untuk menghentikan kehamilan. Ingat, jika ada yang memaksa kamu mengambil pilihan yang tidak sesuai dengan keyakinan maupun kemampuan baik fisik maupun psikologis kamu berhak menolak lho!

Kedua, prosedur aborsi yang aman juga berarti kamu bisa mengaksesnya dengan harga yang relatif terjangkau dan penyedia layanan pun meminta bayaran sesuai dengan yang disepakati di awal. Ingat, penyedia layanan yang tidak jujur bisa saja menyepakati harga sekian di awal lalu tiba-tiba menagih tambahan pembayaran.

Ketiga, dan ini juga sangat penting, kamu sudah diberi semua informasi yang kamu butuhkan sejak awal dan pertanyaanmu juga dijawab dengan jujur. Jangan sampai kamu juga menjadi korban layanan aborsi tidak aman seperti ini yang prosedurnya terasa sangat traumatis dan dilakukan tanpa persetujuan perempuan. Ingat, sekalipun kamu mungkin membayar untuk layanan aborsi namun layanan ini tetap sama seperti layanan medis lainnya dan kamu berhak mendapat pelayanan yang manusiawi.

Keempat, jangan mudah tergiur layanan yang sesumbar kalau tidak ada risiko komplikasi dan tanpa risiko kegagalan. Ingat, bahkan dengan aborsi medis yang terbukti sangat aman pun tetap ada risiko komplikasi sebesar 1% dan risiko kegagalan 14%. Tentu saja risiko kegagalan ini akan berkurang drastis jika kamu melakukan aspirasi vakum di klinik yang memang legal, aman dan memberikan layanan yang prima dan jujur ūüėÄ

Aborsi Dengan Kuret, Betulkah Lebih Aman?

“Aku mau kuret aja deh, pasti lebih aman karena ada dokternya.” Banyak perempuan beranggapan kalau aborsi dengan kuret pasti lebih aman sehingga mereka ngotot ingin dikuret. Padahal, untuk usia kehamilan 6-15 minggu sebetulnya aborsi dengan obat jauh lebih aman. Kok bisa? Karena ketika perempuan dikuret di usia kehamilan itu, risiko dinding rahim terluka cukup besar karena metode ini menggunakan benda tajam yang dimasukkan ke dalam rahim. Sebetulnya ada metode lain yang lebih aman dari kuret yaitu vakum dan ini memang disarankan oleh Badan Kesehatan Dunia.

Tapi jangan salah lho. Aborsi dengan obat memiliki kelebihan lain selain kedua metode itu: Perempuan bisa melakukannya sendiri di rumah. Jadi privasi mereka tetap akan terjaga. Kadang memang perempuan merasa khawatir dan tidak yakin bahwa ia bisa dan mampu untuk melakukan aborsi aman sendiri. Padahal nih, sepanjang kamu sudah dibekali pengetahuan yang cukup oleh teman-teman konselor maka kamu bisa melakukan aborsi sendiri di rumah sepanjang semua persiapannya sudah cukup. Apalagi, di Indonesia tidak sedikit lho pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha mengambil keuntungan akan kehamilan tidak direncanakan yang dialami perempuan. Contoh saja, ketika perempuan tiba di klinik kuret mereka diminta membayar lebih dari harga yang sudah disepakati di awal.

Selain itu, risiko kesehatan yang ditanggung perempuan jauh lebih kecil ketika melakukan aborsi aman dengan obat. Bandingkan sendiri keuntungan aborsi dengan obat di sini.

Aborsi Medis, Kenali Pantangan-pantangannya

Aborsi medis dengan misoprostol adalah teknik aborsi yang sangat aman dengan risiko komplikasi 1%. Sangat rendah ya prosentase komplikasinya. Tapi tetap saja lho, angka 1% ini bukan berarti tidak ada sama sekali. Kamu tetap perlu jaga-jaga agar aborsimu selalu aman dari risiko komplikasi ini. Ada beberapa aktivitas dan makanan-minuman yang perlu kamu hindari ketika prosesnya dan bahkan setelahnya.

Beberapa aktivitas tersebut sebetulnya bisa kamu temukan di sini jadi artikel kali ini hanya akan menambahkan saja. Yuk, cek satu-satu pantangan apa saja sih sepanjang dan setelah proses aborsi yang lainnya?

Berolahraga berat. Ketika perempuan baru saja menyelesaikan proses penggunaan misoprostol kadang perempuan langsung ingin kembali berolahraga berat untuk menjaga kebugaran stamina dan tubuh. Padahal ketika kamu masih mengalami pendarahan sebetulnya kondisi tubuh juga belum sepenuhnya pulih. Di masa ini tubuh masih sangat membutuhkan nutrisi da istirahat yang cukup untuk bisa beraktivitas kembali. Dalam beberapa kasus, olahraga, apalagi yang berat seringkali menyebabkan rasa nyeri muncul kembali dan perdarahan yang mungkin sempat mereda kembali meningkat volumenya. Santai saja, beri waktu yang cukup untuk tubuhmu beristirahat pasti kamu akan lebih cepat pulih.

Makanan pedas. Misoprostol pada awalnya digunakan sebagai obat tukak lambung, karena itu efek samping yang muncul setelah penggunaan misoprostol mencakup mual, diare juga kram dan nyeri akibat kontraksi dinding rahim. Kebayang kan nggak enaknya perut yang nyeri karena misoprostol dan diare yang masih ditambah mulas-mulas akibat makanan pedas? Kamu penggemar pedas? Tenang saja, kamu bisa kembali menikmati spicy chicken atau menu pedas lainnya setelah lewat dari 3 hari.

Alkohol, kopi, teh dan minuman bersoda. Alkohol, kopi, teh dan minuman bersoda cenderung membuat denyut jantung meningkat. Begitu juga dengan tekanan darah sehingga dikhawatirkan volume perdarahan juga akan meningkat. Lagi-lagi pantangan ini juga berlangsung selama 3 hari setelah penggunaan misoprostol.

Susu. Walaupun belum ada penelitian resmi, namun susu pada dasarnya bersifat menetralisir racun dan obat sehingga sering dikhawatirkan bisa menetralisir reaksi misoprostol yang berakibat proses aborsi gagal. Meskipun begitu setelah 3 hari berlalu biasanya sudah aman untuk kembali minum susu atau produk olahan yang mengandung susu.

Makanan yang tinggi garam. Sama seperti minuman beralkohol, kafein dan soda, garam berlebih juga bisa meningkatkan tekanan darah. Untuk amannya kamu bisa mengkonsumsi makanan rumahan yang biasanya minim penggunaan garam atau roti hingga 3 hari setelah proses aborsi selesai.

Cukup simple kan? Nah semoga dengan mengikuti pantangan-pantangan ini proses aborsimu selalu aman dan terhindar dari risiko komplikasi. ūüėÄ

Aborsiku Gagal. Apakah Aman Untuk Ulang Aborsi?

Ketika perempuan memilih menggunakan misoprostol untuk mengakhiri kehamilan mereka kadang lupa bahwa tingkat keberhasilan misoprostol adalah 86%. Cukup tinggi, namun tetap ada risiko gagal sebesar 14%. Kegagalan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Pastikan usia kehamilanmu sudah mencapai minimal 6 minggu agar kemungkinan aborsimu gagal tidak melebihi angka kemungkinan gagal itu.

Nah Ladies, kalau ternyata kamu sudah keburu menggunakan misoprostol dan akhirnya gagal sebenarnya kamu bisa mengulang penggunaan misoprostol.

Lho memangnya aman menggunakan misoprostol berkali-kali? Jelas aman karena misoprostol tadinya digunakan sebagai obat maag. Jika kamu menggunakan dosis dan cara penggunaan yang tepat maka kamu bisa mengulangi aborsimu selama sudah diberi jeda waktu 3-10 hari.

Ada nggak batasan maksimal berapa kali mengulang tindakan? Tidak ada karena obatnya sangat aman. Kamu bisa mengulang tindakan berkali-kali jika kamu masih mau menghentikan kehamilan. Selain itu sebetulnya tingkat keberhasilan penggunaan misoprostol cenderung meningkat ketika kamu mengulang tindakan.

Apa yang perlu kulakukan untuk mengulang tindakan? Sebelum mengulang aborsi pastikan kamu sudah memeriksakan kondisi kehamilanmu dengan USG. Ingat, ada kondisi-kondisi khusus di mana kehamilan sangat tidak dianjurkan untuk dihentikan dengan obat. Selain itu kamu jughttp://hotlinemisoprostol.com/2017/06/16/kenapa-obat-aborsi-harganya-mahal-sekali/a bisa kontak teman-teman konselor dulu supaya lebih yakin kalau proses lanjutan ini benar-benar aman.

Kalau aku mengulang tindakan apa aku masih bisa hamil lagi? Bisa dong! Karena obatnya aman dan bisa digunakan berkali-kali sepanjang kamu sudah memastikan kondisi kehamilanmu, menunggu 3-10 hari dan menggunakan dosis serta cara penggunaan yang tepat.

Apakah aku harus membayar lagi untuk mengulang tindakan? Tenang saja, beberapa penjual obat menyediakan garansi jadi kamu juga tidak perlu membayar lagi untuk mendapatkan obat ketika aborsi pertama gagal.

Nah, sekarang sudah lebih siap untuk tindakan ulang kan? Semoga berhasil Ladies. Tenang saja, teman-teman konselor pasti akan membantu kalau kamu ragu atau punya pertanyaan.

 

Jangan Sampai Ditipu! Kenali Penjual Obat yang Palsu dan Asli

Kehamilan tidak direncanakan sebetulnya sangat umum terjadi. Sayangnya, informasi tentang pilihan apa saja yang tersedia bagi perempuan dalam situasi ini sangat terbatas. Tidak aneh kalau pihak-pihak yang berniat memanfaatkan situasi ini pun sangat banyak jumlahnya dan banyak perempuan tertipu oleh penyedia obat yang tidak trusted atau terpercaya. Apalagi, saat ini layanan vakum yang aman untuk menghentikan kehamilan hampir tidak ada di Indonesia. Tenaga medis kita lebih memilih kuret yang berisiko melukai dinding rahim dengan biaya yang sangat mahal.

Karena itu, kali ini kita akan diskusikan sama-sama beberapa ciri penjual yang meragukan. Memang bisa jadi ciri-ciri ini adalah pertanda mereka kurang pengetahuan tentang obat aborsi, tapi bisa jadi juga mereka memang berniat buruk pada perempuan yang membutuhkan. Apa saja sih ciri-ciri itu?

Klaim produk 100% berhasil

Ladies, tingkat keberhasilan misoprostol memang tinggi tapi hanya 86%. Tetap ada kemungkinan gagal sebesar 14%. Jika penjual memberikan klaim “lebih dari 99% berhasil” atau bahkan “100% berhasil” ini bisa jadi mereka kurang paham tentang tingkat keberhasilan cytotec atau misoprostol. Tapi bisa jadi juga mereka memberikan klaim seperti ini agar mereka…

Tidak menyediakan garansi

Ketika penjual obat tahu kalau produknya tidak 100% berhasil biasanya mereka akan menyediakan garansi. Pastikan kamu bisa mendapat garansi dengan harga penuh sehingga tidak perlu membayar sampai 2x atau bahkan lebih ketika kamu gagal aborsi di usaha pertama. Jika mereka tidak menyediakan garansi jangan ragu untuk mencari penjual obat aborsi lain.

Memberikan obat kurang dari 4 per paketnya

Ladies, protokol terbaru Badan Kesehatan Dunia membutuhkan 12 butir obat untuk usia kehamilan 6-13 minggu. Nah kalau penjual obat menyediakan kurang dari itu untuk tiap paketnya, bisa jadi mereka belum tahu tentang protokol yang baru ini dan masih mengacu pada protokol lama. Protokol lama ini memang hanya membutuhkan 4 butir, walaupun begitu jumlah 4 butir ini sudah terbukti sangat rendah efektivitasnya. Jika penjual hanya menyediakan obat kurang dari 4 butir coba cari penyedia obat lainnya. Prinsip yang sama juga berlaku jika kamu diminta membayar hingga Rp. 500.000 atau bahkan lebih tapi hanya mendapat 4 butir saja.

Termasuk dalam blacklist ini

Kalau penjual obat yang kamu hubungi termasuk dalam daftar Blacklist di situs AskInna maka sudah dipastikan kalau mereka berniat tidak baik. Cari saja penjual obat yang sudah terbukti trusted dan recommended ya.

Masih ragu mana penjual yang masuk daftar hitam mana yang terpercaya? Yuk langsung aja tanya-tanya ke temen-temen konselor.

Pasanganku Trauma Setelah Aborsi, Wajarkah?

Kehamilan sudah terhenti dengan proses yang aman, fisik pun mulai kembali pulih dan kamu mulai beraktivitas kembali. Tapi kamu mulai merasa ada yang aneh dengan relasimu. Pasanganmu mulai menjauhimu, dan ketika kamu ingin berbagi perasaan tentang proses aborsi kemarin ia malah menghindar. Atau dalam kasus lain, pasangan terus-terusan membicarakan soal aborsi yang telah dijalani walaupun kamu ingin dan siap untuk segera move on dari proses itu. Kamu pun mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa sih yang terjadi?

Nah Ladies, sebagian besar dari kalian terutama yang mengikuti konseling persiapan aborsi aman mungkin sudah siap dengan kemungkinan mengalami trauma pasca aborsi. Dari konseling itu juga perempuan kemudian mempersiapkan diri lebih baik untuk ‘berdamai’ dengan proses yang mereka jalani. Caranya macam-macam, bisa dengan sering membicarakannya bersama orang yang dipercaya, menangis, bahkan berdoa. Tapi ternyata, trauma pasca aborsi juga bisa dialami laki-laki lho. Sama seperti postpartum depression atau depresi pasca melahirkan yang juga dialami laki-laki. Ini terutama terjadi ketika pasangan diam-diam ingin mempertahankan kehamilan namun mengalah demi mendukung perempuan, apalagi di usia kehamilan lanjut.

Untuk menghindari pasanganmu mengalami trauma pasca aborsi, pastikan kamu dan pasangan berdiskusi dengan jujur tentang apa yang kalian inginkan. Sebelum menjalani proses aborsi pastikan pasangan juga sudah mengikuti konseling supaya pasangan juga bisa memetakan situasinya sendiri. Jika pasangan memang berat untuk mendampingi dalam proses aborsi, baik karena keyakinan, keinginannya maupun karena memiliki fobia darah kamu mungkin bisa mencoba mencari pendamping lain.

Bagaimana jika trauma terlanjur terjadi? Berikan dukungan semaksimal mungkin pada pasangan. Tentu saja ini bukan hal yang mudah dilakukan karena pasca aborsi kamu juga akan mengalami perubahan hormonal sehingga kadang merasa sedih, marah hingga merasa bersalah. Selain itu kondisi fisik juga biasanya belum optimal. Nah, kalau memberi dukungan secara langsung masih berat dalam kondisimu kamu bisa mencoba memberi dukungan dalam bentuk lain. Misal, jika pasangan ingin terus membicarakannya kamu bisa mendorong dia memulai sebuah blog seperti AskInna. Kamu juga bisa mengajaknya beribadah dan berdoa bersama jika menurut kalian hal itu bisa membantu.

Bagaimana dengan relasi yang berubah pasca aborsi? Walaupun kadang hal ini terasa sangat berat namun ini juga salah satu proses yang sangat wajar terjadi. Jika kamu atau pasangan membutuhkan bantuan untuk menghadapinya kamu bisa mencoba ngobrol dengan teman-teman konselor, orang yang bisa dipercaya atau bahkan psikolog.

KTD Berulang? Nggak Masalah!

Ketika tes kehamilan menunjukkan 2 strip, kadang perempuan justru merasa panik dan waswas karena mereka belum mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran seorang anak. Apalagi, ketika perempuan mengalami KTD atau kehamilan tidak direncanakan yang berulang. Jika ini terjadi padamu, kamu perlu menenangkan diri. Ingat, kehamilan tidak direncanakan adalah situasi yang sangat wajar dan bisa menimpa semua perempuan yang subur. Ya, bahkan ketika itu bukan kehamilan tidak direncanakan yang pertama.

Tapi aku dan pasangan sudah disiplin pakai kontrasepsi, kenapa aku masih hamil lagi? Eit, jangan sedih apalagi menyalahkan diri sendiri dulu Ladies. Yang perlu kamu ingat adalah, sama seperti aborsi medis semua kontrasepsi tetap punya kemungkinan gagal. Hanya prosentasenya yang berbeda-beda. Selain itu, tidak semua orang cocok dengan kontrasepsi.

Apa yang bisa dilakukan dalam situasi ini? Tentu saja kamu tetap punya 3 pilihan. Kamu bisa meneruskan kehamilan dan membesarkan anak dengan atau bahkan tanpa pasangan. Atau kamu bisa melahirkan di rumah aman dan mencari orangtua asuh untuk anakmu. Atau kamu bisa menghentikan kehamilan.

Bagaimana kalau aku tidak mau menghentikan kehamilan lagi? Tidak masalah, sepanjang kamu sudah memetakan pilihan-pilihan yang ada dan benar-benar siap dalam memastikan opsi-opsi yang ada. Apakah aman jika perempuan ingin menghentikan kehamilan lagi? Tentu saja. Kamu bisa memilih antara vakum atau aborsi medis yang sudah terbukti sangat aman dan bisa dilakukan berkali-kali sepanjang dengan protokol yang tepat dan dengan dosis yang sesuai untuk usia kehamilanmu kali ini. Nah kalau kamu masih ragu, apakah kamu membutuhkan dosis baru atau bisa menggunakan dosis yang sama seperti sebelumnya kamu bisa coba ngobrol langsung dengan teman-teman konselor.

Tapi aku masih belum yakin dengan apa yang perlu kulakukan di kehamilan kali ini. Nah, dalam situasi ini pastikan kamu punya teman bicara yang bisa menawarkan pandangan yang objektif dan tidak menghakimi. Seandainya kamu dan pasangan sama-sama bingung untuk memilih 1 solusi kamu juga tetap bisa menghubungi teman-teman konselor lagi dan memetakan situasi bersama.