Meneruskan Kehamilan Setelah Gagal Aborsi? Bisa!

Hi Ladies, selamat siang! Pastinya sehat semua kan? Nah kali ini kita akan membahas kegagalan aborsi medis dan efeknya pada kehamilan. Salah satu yang sering ditanyakan adalah bisakah meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi dengan misoprostol.

Adakah risikonya jika meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi medis? Ya, sebetulnya risiko cacad janin setelah kegagalan penggunaan misoprostol dan mifepristone tetap ada, namun risikonya sangat kecil. Bahkan risiko cacad pada tulang tengkorak dan anggota gerak bayi hanya sekitar 1:1000. Sebagai perbandingan, statistik ini jauh lebih kecil daripada risiko cacad janin ketika perempuan terinfeksi virus zika yang bisa mencapai 60:1000. Lho kenapa bisa begitu?

Wajar saja, karena ini terkait prinsip kerja misoprostol yang terutama mempengaruhi dinding rahim, bukan kehamilan secara langsung. Dalam aborsi medis, misoprostol meluruhkan kantong kehamilan bersama penebalan dinding rahim, sama saja seperti menstruasi. Karena itu, ketika aborsi medis gagal dan kantong kehamilang beserta embrio atau bahkan janin masih berada di dalam rahim kamu tetap bisa meneruskan kehamilan.

Bagaimana aku tahu kalau meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi tetap aman?

Mengatahui kondisi kehamilanmu setelah kegagalan aborsi medis hanya bisa dilakukan melalui USG. Biasanya setelah kegagalan aborsi medis dokter akan menyampaikan diagnosa tentang kondisi kehamilanmu. Ingat, risiko cacad janin memang ada walaupun sangat kecil namun biasanya kehamilan tetap berlanjut dengan normal walaupun kondisinya lemah.

Nah setelah USG, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya. Meneruskan kehamilan, menyerahkan pengasuhan pada orang tua asuh melalui jalur adopsi atau bahkan mengulang prosedur aborsi medis sepanjang sesuai protokol dan masih dalam usia kehamilan yang dianjurkan. Yang penting, keputusan untuk meneruskan kehamilan atau mengulang prosedur aborsi medis sepenuhnya keputusanmu. Pastikan kamu sudah memetakan seluruh sumber daya dan situasimu dengan objektif dan tenang. Jadi nantinya ketika kamu meneruskan kehamilan dan melahirkan pun kamu bisa membesarkan anakmu dengan yakin dan mantap serta memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan.

Gimana Ladies? Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuanmu sehingga bisa mengambil keputusan yang terbaik dalam situasimu 😀

 

Kelainan Pada Kehamilan dan Cara Menghentikannya

Di Indonesia aborsi memang dapat membuat perempuan dipenjara karena tuduhan kriminal, tapi tahukah kamu kalau dalam situasi khusus perempuan bisa mengakses aborsi aman dan legal? Yep, ketika terjadi kelainan pada kehamilan sebetulnya perempuan bisa mengakses aborsi aman. Kelainan pada kehamilan apa saja sih yang dimaksud? Ini dia jawabannya.

Molar Pregnancy atau Hamil Anggur

Kehamilan anggur terjadi karena kelainan pembelahan sel. Jangan tertukar dengan kehamilan kembar ya. Jika kehamilan kembar bisa dihentikan dengan misoprostol maka hamil anggur merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang membutuhkan penanganan khusus seperti dilatasi hingga kuretase. Kehamilan anggur terjadi akibat pembelahan sel yang tidak sempurna saat kehamilan. Karena itu, walaupun kemungkinannya kecil tapi bisa juga salah satu sel berkembang dengan sempurna sementara ‘kembarannya’ justru menjadi kehamilan anggur ini.

Kehamilan di Luar Rahim

Kehamilan di luar rahim merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang sangat berbahaya bagi perempuan. Kehamilan ini tidak bisa dihentikan dengan misoprostol karena seperti kita tahu, misoprostol hanya berfungsi meluruhkan dinding rahim. Nah kalau kehamilannya saja berada di luar rahim maka bisa dipastikan kalau sekalipun menggunakan misoprostol kantung kehamilan tetap akan menempel. Penempelan ini biasanya terjadi pada tuba falopii yang sebetulnya berukuran sangat kecil dan tidak akan sanggup menahan beban kehamilan.

Kelainan pada Kehamilan Tanpa Embrio

Nah, kelainan kali ini seringkali disebut dengan nama hamil kosong. Hamil kosong adalah situasi di mana walaupun ada kantung kehamilan namun tidak ada embrio. Ini bisa terjadi karena kehamilan memang lemah sehingga tanpa sadar embrio terlepas dengan sendirinya maupun kegagalan aborsi sehingga kantong kehamilan masih tersisa. Salah satu indikator yang paling jelas dari kehamilan kosong ini adalah usia kehamilan yang tidak pernah bertambah jika dilihat di USG. Untuk menghentikan kehamilan ini kamu bisa menggunakan misoprostol dengan dosis dan protokol yang disarankan sesuai usia kehamilan yang terdeteksi di USG. Jika kamu memilih menggunakan misoprostol untuk mengeluarkan kantung kehamilan pastikan kamu juga sudah paham semua informasi yang kamu butuhkan seputar aborsi medis dulu.

Nah, sampai di sini dulu Ladies. Sekarang semakin paham kan tentang kelainan pada kehamilan dan cara menghentikannya? ;D