Klinik Aborsi Aman Ada Nggak sih?

klinik aborsi amanKetika perempuan mengalami kehamilan tidak direncanakan dan berniat menghentikan kehamilan sering kali mereka mencari informasi klinik aborsi aman. Kenapa perempuan lebih memilih klinik aborsi ketimbang menghantikan kehamilan sendiri dengan obat yang sebetulnya lebih privat? Biasanya nih, Ladies, perempuan cenderung memilih ke klinik karena merasa lebih aman. Yep, di klinik mereka yakin akan dibantu oleh dokter, perawat maupun bidan yang memiliki pengetahuan medis lebih dan terlatih secara profesional. Padahal karena aborsi sangat dibatasi dan sering dikriminalisasikan di Indonesia maka tidak semua tenaga medis dapat memberikan layanan aborsi aman. Jadi klinik aborsi aman sebetulnya ada nggak sih, dan bagaimana membedakan yang aman dari yang tidak aman? Coba cek poin-poin berikut ini untuk memastikan.

1. Klinik aborsi aman tidak sembarangan menawarkan kuret

Ladies, hati-hati dengan klinik yang menawarkan kuret. Kuret pada dasarnya adalah prosedur invasif karena kuret dilakukan dengan memasukkan benda tajam ke dalam rahim untuk mengeruk dinding rahim. Ketika prosedur ini dilakukan dengan ceroboh maka risikonya adalah timbulnya perlukaan pada dinding rahim. Akibatnya dapat menurunkan kemungkinanmu untuk hamil lagi di masa depan dengan signifikan.

Selain itu, saat ini sudah ditemukan prosedur surgikal yang jauh lebih murah dari kuret yaitu aspirasi vakum. Prosedur ini jauh lebih aman dan direkomendasikan langsung oleh WHO karena vakum dilakukan tanpa memasukkan objek ke rahim perempuan.

2. Klinik aborsi aman nggak mahal kok!

Untuk perbandingan, biaya aborsi dengan metode aspirasi vakum paling mahal adalah Rp. 3.500.000 sementara dengan obat hanya Rp. 500.000 – 1.000.000 saja, tergantung paket yang kamu ambil. Kalau kamu sampai diminta membayar dengan nominal lebih dari itu sebaiknya kamu pikir-pikir lagi deh. Kalau bisa membayar kurang dari itu dan jauh lebih aman kenapa kamu perlu membayar mahal, ya kan?

3. Klinik aborsi aman ramah perempuan

Kamu mungkin tidak heran ketika klinik aborsi banyak yang aneh-aneh. Ya, banyak lho klinik menjemput dan menutup mata perempuan sepanjang perjalanan, menagih biaya jauh lebih mahal daripada harga yang disepakati di awal, mengusir perempuan yang masih membutuhkan perawatan. Bahkan lebih gila lagi, ada saja dokter aborsi yang menuntut berhubungan seksual dengan pasiennya. Ih!

Jika klinik yang kamu datangi memperlakukan kamu seperti ini sebaiknya kamu cepat-cepat kabur dari tempat itu karena sudah pasti klinik itu tidak aman. Sudah tidak aman, mahal, melecehkan lagi! Lebih baik kamu ngobrol dengan teman-teman konselor untuk informasi klinik aborsi yang aman. Atau kamu juga bisa minta informasi aborsi medis yang akurat supaya kamu juga pede untuk menghentikan kehamilan sendiri di rumah. Ingat Ladies, mendapatkan informasi yang akurat soal aborsi, terjaga keamanan dan privasinya itu semua sepenuhnya hakmu!

Pentingnya komunitas pendukung aborsi

Artikel ini awalnya ditulis oleh Inna Hudaya di http://askinna.com/2012/06/14/komunitas-pendukung-penggugur-kandungan/

Siapa sangka 4 tahun berlalu semenjak aku memutuskan untuk melakukan aborsi dengan obat penggugur kandungan, masa-masa kritis dalam hidupku telah lewat, dan aku sekarang masih jauh harus mulai membenahi kehidupanku, takkan ada yang mudah apalagi dengan berjalan menyusuri waktu sembari bergulat dengan fikiranku sendiri yang sedikitnya masih menyimpan trauma akan peristiwa itu. Aku bersyukur Karena kini aku berada di tengah orang-orang yang memberi dukungan dan kasihnya, bahkan beberapa teman yang mengalami hal serupa kini bersama-sama saling memberi dukungan dan perhatian untuk bisa keluar dari permasalahan ini dan mampu menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada suatu kesempatan bersama Grace dan Kiki, kami sempat membicarakan tentang apa saja hikmah yang kami peroleh dari hal traumatis dan bagaimana melewati hal itu bisa membantu kami menjadi orang yang lebih baik, aku sempat sedikit bercerita tentang bagaimana aku belajar mengenal diriku sendiri dan memahami bagian-bagian terapuh juga terkuat dalam diriku, kiki dan grace tersenyum dan sepertinya pandangan mata mereka yang berbinar cukup membuatku paham bahwa mereka juga merasakan hal yang sama.

Harus di akui bahwa forum seperti ini sangat penting dalam membangun komunikasi dan meningkatkan rasa percaya diri bagi mereka yang juga menjadi korban obat penggugur kandungan. Tidak mudah bagi seorang post abortus mengeluarkan isi pikiran mereka dan membaginya bersama orang lain. Rasa khawatir bahwa orang lain tidak memahami apa yang mereka rasakan seringkali membuat seorang post abortus akhirnya berkutat dengan fikirannya sendiri. Berada dalam sebuah komunitas yang tepat dapat membantu seorang post abortus mengerti bahwa ia tidak sendiri dan bahwa ada orang lain yang juga berada di posisinya dan merasakan hal yang sama. Meskipun tidak secara detail menceritakan pengalamannya namun kadang cerita orang lain dapat membuat seorang post abortus cukup mengerti bahwa ia bersama orang-orang yang juga ikut menanggung beban yang sama, dan tentunya akan bersama-sama pula mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

Ada beberapa bagian yang mungkin tidak bisa aku bagi bersama komunitas, namun ketika kiki mulai menceritakan beberapa bagian pengalamannya, hal itu sudah cukup membuat aku merasa terwakili. Seperti itu pula bagi orang lain yang bahkan tidak bisa menceritakan pengalamannya, kadang dengan medengarkan cerita orang lain itu sudah cukup membuat dirinya terwakili. Minum obat penggugur kandungan bukanlah sesuatu yang mudah diceritakan kembali.

Sebuah komunitas pendukung tidak hanya di butuhkan dalam waktu-waktu tertentu di mana kita bisa berkumpul dan melakukan sharing. Namun di luar waktu tersebut, tidak ada batasan untuk tetap saling berkomunikasi dan saling memberikan supportnya. Bagaimanapun juga kadang kita merasa kuat dan tegar ketika berada di tengah-tengah komunitas namun ketika kemudian kita di hadapkan pada dunia luar, kita kembali merasa terasing.

Ada banyak hal yang dapat menstimulasi trauma kita sehingga akhirnya terjadi re-experience, dan hal itu bukan hal yang mudah. Dalam beberapa kesempatan ketika berada di kota Jakarta aku sempat mengalami drop. Setiap kali aku berada di jalanan atau di busway atau di mal, aku selalu merasa seperti aku melihat Bram dan fikiran aku sudah berkhayal jauh tentang apa yang ingin aku lakukan jika aku bertemu dengan Bram, kadang aku terduduk di sudut jalan hanya sibuk dengan fikiran aku sendiri yang penuh amarah dan kebencian. Selalu terbersit keinginan untuk bisa setidaknya sekali saja menampar bram tepat di pipi kanannya, dan aku bahkan sudah menyusun kata-kata apa saja yang akan aku lontarkan di hadapannya. Semua khayalan itu sudah tertata dengan begitu apiknya di kepala aku dan setiap kali aku berada di Jakarta maka keinginan itu selalu terbersit kembali. Namun pada satu titik tertentu di antara fikiran yang melayang-layang tersebut ada satu kesadaran bahwa aku sudah terbawa jauh ke dalam amarah dan kebencian yang ada di dalam diri aku. Pada saat-saat seperti itulah komunitas pendukung di butuhkan, bisaanya aku akan segera menelpon orangtua aku dan menceritakan apa yang aku alami, bisaanya mereka akan membantu aku mengatasi perasaan aku dan membuat aku merasa lebih baik. Di lain kesempatan aku memposting pengalaman tersebut di forum komunitas online atau mengirim email kepada beberapa teman dan sharing tentang hal itu. Tidak hanya aku yang mengalami hal itu, beberapa teman juga seringkali mengirim sms atau menelpon aku jika tengah mengalami masa-masa sulit seperti itu. Itulah kenapa kemudian komunitas pendukung menjadi penting dalam proses pemulihan setelah.

Aborsi Tidak Aman, Seperti Apa Kriterianya?

yakin mau aborsi tidak aman?Kadang ketika ditanya tentang aborsi tidak aman perempuan hanya berpikir kalau aborsi tidak aman dilihat dari dosis obat yang tidak tepat maupun metode, padahal sebenarnya ada sejumlah kriteria aborsi tidak aman. Apa saja sih kriterianya? Nah Ladies, pastikan kamu selalu berhati-hati dan menghindari penyedia layanan aborsi yang seperti ini ya agar terhindar dari bahaya trauma akibat mengakses layanan aborsi tidak aman.

  1. Memberikan dosis dan protokol yang tidak jelas referensinya  Ketika mencari informasi tentang aborsi, terutama aborsi medis seringkali penjual obat mengatakan bahwa semakin besar usia kandunganmu maka semakin mahal juga harga paketnya. Ada baiknya kamu lebih kritis dalam menerima informasi yang disampaikan penjual obat ini. Kenapa harga paketnya menjadi lebih mahal? Apakah mereka menambah dosisnya? Memangnya protokol apa yang mereka pakai? Jangan ragu untuk minta dokumen yang menjadi referensi penjual obat. Penjual obat yang terpercaya tentu hanya akan menggunakan referensi terpercaya seperti panduan aborsi aman WHO tahun 2012 ini.
  2. Mematok harga yang terlalu mahal Harga obat aborsi yang aman berkisar Rp. 500.000 – 1.000.000 lho Ladies. Sementara aspirasi vakum hanya Rp. 3.500.000. Kalau ada penjual obat yang mematok harga melebihi itu cepat-cepat saja kamu cari penjual obat yang lain. Eh bagaimana dengan klinik-klinik yang menyediakan jasa kuret dengan harga sampai Rp. 7.000.000 atau bahkan lebih? Hmmm… jika ada yang lebih aman, murah dan legal kamu yakin mau membayar semahal itu?
  3. Perempuan yang tidak mampu membayar dipaksa melakukan sesuatu yang merugikan mereka sebagai ganti ongkos Ladies, aborsi aman adalah hak dan sepenuhnya pilihanmu! Jadi ketika ada penyedia layanan aborsi/penjual obat yang memaksamu melakukan hal-hal yang merugikan, apalagi jika sudah masuk kategori pelecehan seksual. Segera tinggalkan penjual obat/penyedia layanan aborsi seperti ini dan cari informasi di tempat yang tepat.
  4. Kamu tidak diberi informasi yang jelas soal prosedurnya Jika kamu pernah browsing tentang prosedur aborsi di internet kamu pasti akan menemukan banyak sekali informasi tentang aborsi. Sayangnya, informasi ini biasanya sebatas kontak penjual/penyedia layanan dan harga yang perlu dibayar. Cek lagi deh, apakah penjual ini memberikan informasi yang lengkap tentang prosedurnya, apa yang diharapkan serta apa yang perlu kamu lakukan ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan dalam prosedurnya. Jika kamu sampai diminta membayar lagi untuk mengakses informasi itu segera saja tinggalkan mereka!
  5. Penyedia layanan melakukan kekerasan Menutup mata perempuan dalam perjalanan ke fasilitas aborsi? Mengata-ngatai perempuan yang membutuhkan layanan aborsi aman? So yesterday sekali ya Ladies. Sekarang saatnya kamu mengakses layanan aborsi aman dan terpercaya. Sok atuh, segera chat atau telepon temen-temen konselor. Dijamin kamu akan dibantu dengan ramah dan diberi informasi yang lengkap.

Nilai-nilai Seputar Aborsi dan Cara Menjembataninya

bahagia pasca aborsiAborsi selalu menjadi isu kontroversial. Di banyak negara yang sudah melegalkan aborsi pun keputusan ini tidak selalu bisa diterima, apalagi karena banyak nilai-nilai seputar aborsi yang masih menganggapnya sebagai bentuk kejahatan, keegoisan, bahkan dosa. Ini tentu saja bisa berpotensi menyebabkan perempuan merasa bersalah, berdosa, menyesal, tertekan bahkan mengalami depresi dan PTSD pasca tindakan. Pastinya sih selain masalah hormonal yang bisa menyebabkan mood kamu juga naik turun laksana jet coaster ya Ladies.

Kenali dan sadari nilai-nilai seputar aborsi

Pada dasarnya setiap orang akan selalu mempertanyakan keputusan yang kamu ambil, apalagi ketika keputusannya berskala sebesar aborsi. Sejak awal kita diberikan nilai-nilai yang menyatakan bahwa aborsi adalah perbuatan egois dan dosa. Biasanya nilai-nilai ini merupakan wujud stigmatisasi sosial hingga ajaran agama. Selain itu, norma hukum kita juga masih sangat membatasi akses aborsi dengan ketat sehingga perempuan yang tidak mengalami kedaruratan medis atau kekerasan seksual bisa dipidana ketika melakukan aborsi.

Ketika kita terus menerima nilai dan norma-norma ini tentu saja akan sangat sulit untuk menentangnya, apalagi ketika kita berada dalam situasi di mana kita mengambil keputusan yang bertentangan dengan norma-norma ini. Belum lagi ketika perempuan akhirnya memutuskan mengakses aborsi biasanya mereka sudah melalui proses berpikir yang sangat panjang. Tidak jarang juga proses berpikir ini terasa sangat menyakitkan sehingga pasca aborsi kadang perempuan terus merasa bersalah sehingga terjadi depresi.

Apa yang bisa dilakukan dalam situasi ini?

Agar kita bisa terhindar dari depresi pasca aborsi pastikan kamu selalu ingat alasanmu menghentikan kehamilan, apapun alasanmu itu. Dan selalu sadari bahwa aborsi aman merupakan pemenuhan hak kesehatan reproduksimu sebagai perempuan. Bicaralah dengan pasangan atau orang terdekat. Bisakah berdoa pasca aborsi? Jika kamu memang menginginkannya dan merasa lebih tenang dengan berdoa lakukan saja. Bukankah Tuhan maha pengampun? Jika kamu belum siap untuk berdoa juga tidak masalah, yang penting kamu memiliki sumber-sumber daya yang bisa mendukungmu dalam situasi ini sepenuhnya.

Lalu apakah aborsi sama dengan pembunuhan? Sama sekali tidak selama usia kandunganmu masih kurang dari 22 minggu. Usia 22 minggu ditetapkan karena ketika kandungan sudah lebih besar dari itu maka janin sudah bisa bertahan hidup di luar tubuh kita. Tapi janinnya kan sudah membentuk di usia kehamilan kurang dari itu? Ya, itu betul. Tapi mengutip kata-kata dari sebuah akun feminis di media sosial, “Ketika terjadi kebakaran di sebuah rumah sakit dan kamu tahu di sana ada sebuah ruangan penyimpanan berisi jutaan ebrio serta seorang anak kecil di ruangan terpisah, apakah kamu akan menyelamatkan seorang anak kecil atau menyelamatkan embrio dan janin?” Dengan menjawab pertanyaan ini dengan jujur kamu bisa melakukan refleksi lebih jauh. Apakah tidak menyelamatkan janin/embrio adalah pembunuhan?

Semoga artikel ini bisa sedikit memberikan dukungan bagimu dalam situasi sulit ya Ladies. Stay safe and happy! 😀

by: CP

Meneruskan Kehamilan Setelah Gagal Aborsi? Bisa!

Hi Ladies, selamat siang! Pastinya sehat semua kan? Nah kali ini kita akan membahas kegagalan aborsi medis dan efeknya pada kehamilan. Salah satu yang sering ditanyakan adalah bisakah meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi dengan misoprostol.

Adakah risikonya jika meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi medis? Ya, sebetulnya risiko cacad janin setelah kegagalan penggunaan misoprostol dan mifepristone tetap ada, namun risikonya sangat kecil. Bahkan risiko cacad pada tulang tengkorak dan anggota gerak bayi hanya sekitar 1:1000. Sebagai perbandingan, statistik ini jauh lebih kecil daripada risiko cacad janin ketika perempuan terinfeksi virus zika yang bisa mencapai 60:1000. Lho kenapa bisa begitu?

Wajar saja, karena ini terkait prinsip kerja misoprostol yang terutama mempengaruhi dinding rahim, bukan kehamilan secara langsung. Dalam aborsi medis, misoprostol meluruhkan kantong kehamilan bersama penebalan dinding rahim, sama saja seperti menstruasi. Karena itu, ketika aborsi medis gagal dan kantong kehamilang beserta embrio atau bahkan janin masih berada di dalam rahim kamu tetap bisa meneruskan kehamilan.

Bagaimana aku tahu kalau meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi tetap aman?

Mengatahui kondisi kehamilanmu setelah kegagalan aborsi medis hanya bisa dilakukan melalui USG. Biasanya setelah kegagalan aborsi medis dokter akan menyampaikan diagnosa tentang kondisi kehamilanmu. Ingat, risiko cacad janin memang ada walaupun sangat kecil namun biasanya kehamilan tetap berlanjut dengan normal walaupun kondisinya lemah.

Nah setelah USG, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya. Meneruskan kehamilan, menyerahkan pengasuhan pada orang tua asuh melalui jalur adopsi atau bahkan mengulang prosedur aborsi medis sepanjang sesuai protokol dan masih dalam usia kehamilan yang dianjurkan. Yang penting, keputusan untuk meneruskan kehamilan atau mengulang prosedur aborsi medis sepenuhnya keputusanmu. Pastikan kamu sudah memetakan seluruh sumber daya dan situasimu dengan objektif dan tenang. Jadi nantinya ketika kamu meneruskan kehamilan dan melahirkan pun kamu bisa membesarkan anakmu dengan yakin dan mantap serta memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan.

Gimana Ladies? Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuanmu sehingga bisa mengambil keputusan yang terbaik dalam situasimu 😀

 

Kelainan Pada Kehamilan dan Cara Menghentikannya

Di Indonesia aborsi memang dapat membuat perempuan dipenjara karena tuduhan kriminal, tapi tahukah kamu kalau dalam situasi khusus perempuan bisa mengakses aborsi aman dan legal? Yep, ketika terjadi kelainan pada kehamilan sebetulnya perempuan bisa mengakses aborsi aman. Kelainan pada kehamilan apa saja sih yang dimaksud? Ini dia jawabannya.

Molar Pregnancy atau Hamil Anggur

Kehamilan anggur terjadi karena kelainan pembelahan sel. Jangan tertukar dengan kehamilan kembar ya. Jika kehamilan kembar bisa dihentikan dengan misoprostol maka hamil anggur merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang membutuhkan penanganan khusus seperti dilatasi hingga kuretase. Kehamilan anggur terjadi akibat pembelahan sel yang tidak sempurna saat kehamilan. Karena itu, walaupun kemungkinannya kecil tapi bisa juga salah satu sel berkembang dengan sempurna sementara ‘kembarannya’ justru menjadi kehamilan anggur ini.

Kehamilan di Luar Rahim

Kehamilan di luar rahim merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang sangat berbahaya bagi perempuan. Kehamilan ini tidak bisa dihentikan dengan misoprostol karena seperti kita tahu, misoprostol hanya berfungsi meluruhkan dinding rahim. Nah kalau kehamilannya saja berada di luar rahim maka bisa dipastikan kalau sekalipun menggunakan misoprostol kantung kehamilan tetap akan menempel. Penempelan ini biasanya terjadi pada tuba falopii yang sebetulnya berukuran sangat kecil dan tidak akan sanggup menahan beban kehamilan.

Kelainan pada Kehamilan Tanpa Embrio

Nah, kelainan kali ini seringkali disebut dengan nama hamil kosong. Hamil kosong adalah situasi di mana walaupun ada kantung kehamilan namun tidak ada embrio. Ini bisa terjadi karena kehamilan memang lemah sehingga tanpa sadar embrio terlepas dengan sendirinya maupun kegagalan aborsi sehingga kantong kehamilan masih tersisa. Salah satu indikator yang paling jelas dari kehamilan kosong ini adalah usia kehamilan yang tidak pernah bertambah jika dilihat di USG. Untuk menghentikan kehamilan ini kamu bisa menggunakan misoprostol dengan dosis dan protokol yang disarankan sesuai usia kehamilan yang terdeteksi di USG. Jika kamu memilih menggunakan misoprostol untuk mengeluarkan kantung kehamilan pastikan kamu juga sudah paham semua informasi yang kamu butuhkan seputar aborsi medis dulu.

Nah, sampai di sini dulu Ladies. Sekarang semakin paham kan tentang kelainan pada kehamilan dan cara menghentikannya? ;D