Kepercayaan dalam Konseling KTD Penting Banget, lho!

biar aman konseling dulu yuk

Berbagi dengan orang asing jelas bukan sesuatu yang mudah, apalagi ketika masalahnya adalah sesuatu yang masih banyak dianggap tabu oleh banyak orang. Ya, seperti kehamilan tidak direncanakan (KTD) misalnya. Karena itu kadang perempuan maupun pendampingnya merasa skeptis terhadap konselor. Padahal kepercayaan dalam konseling KTD itu perlu banget lho. Kira-kira sejauh mana sih kepercayaan antara konselor, perempuan dan pendamping dapat mempengaruhi aborsi medis dan konselingnya?

Kepercayaan dalam konseling akan menentukan kecepatan konseling

Hmmm gimana ceritanya ini kak, bukannya konseling tinggal konseling saja? Ternyata tidak juga lho Ladies, karena ketika perempuan atau pasangan tidak percaya dengan konselor kadang mereka memutuskan untuk menghentikan konseling di tengah prosesnya. Setelah itu kadang mereka memutuskan untuk mencari bantuan dari tempat lain, sayangnya tidak semua tempat memberikan layanan aborsi yang terpercaya. Bukannya mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, perempuan malah mendapatkan semakin banyak masalah dan tertipu oleh pihak-pihak bertanggung jawab.

Habis konselingnya ribet sih kak, masa diminta USG segala. Kadang konselor memang meminta perempuan melakukan USG dalam situasi khusus. Ketika siklus menstruasi perempuan tidak teratur misalnya, menghitung usia kehamilan hanya dari hari pertama menstruasi terakhir bisa menyebabkan kerancuan. Ini bisa berbahaya jika kamu memilih menghentikan kehamilan dengan obat karena beda usia kehamilan bisa jadi dosisnya juga akan berebda lho. Selain itu USG juga terutama penting ketika perempuan sudah memasuki trimester kedua untuk memastikan kalau kehamilannya memang aman untuk dihentikan dengan obat.

Bagaimana aku memastikan kalau konselornya terpercaya?

Kepercayaan memang bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, karena itu kamu juga berhak merasa skeptis atau kurang percaya dengan konselor yang ingin membantumu. Biarpun begitu, kamu bisa memastikan apakah konselor/penyedia layanan itu terpercaya dengan mengoptimalkan penggunaan mesin pencari alias Mbah Google. Dari situ kamu bisa lihat rekam jejak organisasi atau penyedi layanan tersebut. Banyak-banyak baca dari media yang terpercaya, dari dalam dan luar negeri. Untuk informasi aborsi aman misalnya, kamu bisa langsung cek ke situs resmi WHO tentang cara penggunaan obat yang tepat. Dengan begitu, pastinya kamu juga merasa lebih tenang dan aman ketika berbagi dengan konselor sehingga memperkecil kemungkinan konseling terhambat karena salah paham. Semoga membantu dan selamat bersiap untuk beraktivitas minggu depan Ladies! 😀

Pentingnya komunitas pendukung aborsi

Artikel ini awalnya ditulis oleh Inna Hudaya di http://askinna.com/2012/06/14/komunitas-pendukung-penggugur-kandungan/

Siapa sangka 4 tahun berlalu semenjak aku memutuskan untuk melakukan aborsi dengan obat penggugur kandungan, masa-masa kritis dalam hidupku telah lewat, dan aku sekarang masih jauh harus mulai membenahi kehidupanku, takkan ada yang mudah apalagi dengan berjalan menyusuri waktu sembari bergulat dengan fikiranku sendiri yang sedikitnya masih menyimpan trauma akan peristiwa itu. Aku bersyukur Karena kini aku berada di tengah orang-orang yang memberi dukungan dan kasihnya, bahkan beberapa teman yang mengalami hal serupa kini bersama-sama saling memberi dukungan dan perhatian untuk bisa keluar dari permasalahan ini dan mampu menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada suatu kesempatan bersama Grace dan Kiki, kami sempat membicarakan tentang apa saja hikmah yang kami peroleh dari hal traumatis dan bagaimana melewati hal itu bisa membantu kami menjadi orang yang lebih baik, aku sempat sedikit bercerita tentang bagaimana aku belajar mengenal diriku sendiri dan memahami bagian-bagian terapuh juga terkuat dalam diriku, kiki dan grace tersenyum dan sepertinya pandangan mata mereka yang berbinar cukup membuatku paham bahwa mereka juga merasakan hal yang sama.

Harus di akui bahwa forum seperti ini sangat penting dalam membangun komunikasi dan meningkatkan rasa percaya diri bagi mereka yang juga menjadi korban obat penggugur kandungan. Tidak mudah bagi seorang post abortus mengeluarkan isi pikiran mereka dan membaginya bersama orang lain. Rasa khawatir bahwa orang lain tidak memahami apa yang mereka rasakan seringkali membuat seorang post abortus akhirnya berkutat dengan fikirannya sendiri. Berada dalam sebuah komunitas yang tepat dapat membantu seorang post abortus mengerti bahwa ia tidak sendiri dan bahwa ada orang lain yang juga berada di posisinya dan merasakan hal yang sama. Meskipun tidak secara detail menceritakan pengalamannya namun kadang cerita orang lain dapat membuat seorang post abortus cukup mengerti bahwa ia bersama orang-orang yang juga ikut menanggung beban yang sama, dan tentunya akan bersama-sama pula mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

Ada beberapa bagian yang mungkin tidak bisa aku bagi bersama komunitas, namun ketika kiki mulai menceritakan beberapa bagian pengalamannya, hal itu sudah cukup membuat aku merasa terwakili. Seperti itu pula bagi orang lain yang bahkan tidak bisa menceritakan pengalamannya, kadang dengan medengarkan cerita orang lain itu sudah cukup membuat dirinya terwakili. Minum obat penggugur kandungan bukanlah sesuatu yang mudah diceritakan kembali.

Sebuah komunitas pendukung tidak hanya di butuhkan dalam waktu-waktu tertentu di mana kita bisa berkumpul dan melakukan sharing. Namun di luar waktu tersebut, tidak ada batasan untuk tetap saling berkomunikasi dan saling memberikan supportnya. Bagaimanapun juga kadang kita merasa kuat dan tegar ketika berada di tengah-tengah komunitas namun ketika kemudian kita di hadapkan pada dunia luar, kita kembali merasa terasing.

Ada banyak hal yang dapat menstimulasi trauma kita sehingga akhirnya terjadi re-experience, dan hal itu bukan hal yang mudah. Dalam beberapa kesempatan ketika berada di kota Jakarta aku sempat mengalami drop. Setiap kali aku berada di jalanan atau di busway atau di mal, aku selalu merasa seperti aku melihat Bram dan fikiran aku sudah berkhayal jauh tentang apa yang ingin aku lakukan jika aku bertemu dengan Bram, kadang aku terduduk di sudut jalan hanya sibuk dengan fikiran aku sendiri yang penuh amarah dan kebencian. Selalu terbersit keinginan untuk bisa setidaknya sekali saja menampar bram tepat di pipi kanannya, dan aku bahkan sudah menyusun kata-kata apa saja yang akan aku lontarkan di hadapannya. Semua khayalan itu sudah tertata dengan begitu apiknya di kepala aku dan setiap kali aku berada di Jakarta maka keinginan itu selalu terbersit kembali. Namun pada satu titik tertentu di antara fikiran yang melayang-layang tersebut ada satu kesadaran bahwa aku sudah terbawa jauh ke dalam amarah dan kebencian yang ada di dalam diri aku. Pada saat-saat seperti itulah komunitas pendukung di butuhkan, bisaanya aku akan segera menelpon orangtua aku dan menceritakan apa yang aku alami, bisaanya mereka akan membantu aku mengatasi perasaan aku dan membuat aku merasa lebih baik. Di lain kesempatan aku memposting pengalaman tersebut di forum komunitas online atau mengirim email kepada beberapa teman dan sharing tentang hal itu. Tidak hanya aku yang mengalami hal itu, beberapa teman juga seringkali mengirim sms atau menelpon aku jika tengah mengalami masa-masa sulit seperti itu. Itulah kenapa kemudian komunitas pendukung menjadi penting dalam proses pemulihan setelah.

Testpack atau USG, Mana yang Lebih Baik?

Tindakan sudah selesai dilakukan. Perdarahan sudah terjadi dan sekarang kamu mau memastikan apakah sudah tuntas atau belum. Kira-kira mana yang lebih baik di antara testpack atau USG? Masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya. Kamu bisa menjadikan hal-hal di bawah ini sebagai dasar pertimbangan untuk menentukan kapan perlu melakukan tes kehamilan dengan testpack atau USG.

Kapan perlu melakukan tes kehamilan dengan testpack

testpackKetika produk konsepsi sudah keluar dan tanda-tanda kehamilan sudah tidak lagi kamu rasakan kamu cukup melakukan tes kehamilan 3 minggu tepat setelah tindakan. Kelebihan testpack tentu saja adalah harganya yang lebih terjangkau, lebih praktis dan jauh lebih privat karena bisa kamu lakukan sendiri di rumah.

Lalu apa kekurangannya? Kekurangannya pertama karena kamu akan perlu menunggu 3 minggu sebelum bisa memastikan hasilnya. Rentang waktu 3 minggu ini ditetapkan karena sebelum itu biasanya hormon kehamilan belum hilang sepenuhnya. Jika tes kehamilan dilakukan sebelum periode itu sangat mungkin hasilnya akan samar atau bahkan masih positif. Ini terjadi karena yang dibaca oleh testpack bukan ada/tidaknya kehamilan tapi ada/tidaknya hormon kehamilan.

Lalu bagaimana dengan USG?

USG bisa dilakukan 3-10 hari setelah tindakan ketika kamu belum melihat atau tidak yakin dengan produk konsepsi yang keluar. Ini terutama akan menjadi lebih penting ketika kamu gagal menghentikan kehamilan dengan obat. Hmmm, apa hubungannya gagal tindakan dengan USG? Dengan USG kamu akan bisa memastikan apakah kegagalan tindakan terjadi hanya karena adanya kemungkinan gagal sebesar 14% atau ada kelainan kandungan yang tidak bisa dihentikan dengan obat.

Kamu juga akan perlu melakukan USG jika hasil tes kehamilanmu 3 minggu setelah tindakan masih menunjukkan hasil yang samar. Hasil tes kehamilan yang samar biasanya menunjukkan adanya sisa jaringan dalam rahim dan USG berguna untuk memastikan ukurannya. Jika ukurannya kurang dari atau sama dengan 2cm kamu bisa tenang karena nantinya akan keluar sendiri di menstruasi selanjutnya. Jika ternyata ukurannya lebih besar dari itu cukup gunakan 2 misoprostol dengan cara sublingual saja biasanya sudah cukup.

Kekurangannya tentu saja harganya yang lebih mahal dan tes kehamilan rumahan dan kurang privat. Untuk mengakalinya, coba lakukan USG di bidan delima atau puskesmas terdekat atau tanyakan pada teman-teman konselor apakah mereka punya informasi klinik ramah perempuan.

Semoga membantu ya Ladies, dan pastikan kamu melakukan USG/testpack di waktu yang telah dijadwalkan setelah tindakan! 😀

Perawatan Pasca Aborsi, Apa Saja tuh?

Ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan sebelum aborsi. Sepanjang aborsi pun kamu sudah berjaga-jaga terhadap kemungkinan komplikasi. Nah Ladies, setelah aborsi penting juga lho untuk memperhatikan perawatan pasca aborsi. Hmmm… apa saja memangnya perawatan pasca aborsi?

Perawatan pasca aborsi bagi kamu

Pasca aborsi ada sejumlah pantang makanan/minuman dan aktivitas. Pantangan makan dan minum biasanya berlaku sampai 3 hari pasca tindakan sedangkan pantangan aktivitas berlaku sekitar 5-7 hari atau akan lebih baik kalau sampai perdarahan berhenti.

Untuk makanan dan minuman yang perlu kamu hindari adalah kopi, teh, susu, makanan pedas dan yang terlalu asin. Wah, apakah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman itu akan mempengaruhi keberhasilan tindakan? Sebetulnya tidak juga. Hanya saja makanan pedas seringkali membuat perut nyeri dan diare sementara misoprostol sendiri sudah membuat nyeri perut dan diare. Konselor juga biasanya menyarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang terlalu asin agar tensi darah tidak terlalu tinggi saat tindakan. Dengan begitu harapannya perdarahan hebat bisa dicegah. Bagaimana dengan teh? Teh kaya akan tannin yang bisa menurunkan kualitas sel darah merah. Dalam kondisi perdarahan tentu kamu akan memerlukan banyak sel darah merah dengan kualitas tinggi untuk mencegah drop. Sementara susu dikenal dapat menetralisir efek obat, walaupun sebetulnya pengaruhnya terhadap aborsi medis belum diketahui.

Bagaimana dengan pantangan aktivitasnya? Pada dasarnya yang perlu kamu hindari pasca tindakan, baik surgikal maupun medikal adalah memasukkan apapun selain air bersih ke vagina ataupun melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Karena itu biasanya konselor menyampaikan untuk menghindari hubungan seksual, berendam, berenang maupun menggunakan sabun mandi, pembersih vagina ataupun antiseptik pasca tindakan. Aktivitas yang terlalu melelahkan pun ada baiknya ditunda supaya tubuh tetap fit dan terhindar dari risiko infeksi pasca aborsi.

Oya selama dan setelah aborsi bolehkah beribadah? Jika memang dengan beribadah kamu merasa lebih tenang dan siap untuk move on kenapa tidak?

Perawatan pasca aborsi bagi orang terdekat

Percaya tidak percaya, pendamping pun perlu mengetahui apa-apa saja yang akan terjadi pasca aborsi sehingga bisa memberi dukungan dengan maksimal. Jika orang terdekatmu baru saja melakukan aborsi, ingatlah kalau kondisi fisik mereka sedang drop sehingga bisa mempengaruhi mood mereka. Belum lagi efek hormonal yang hampir sama dengan PMS. Selain itu, aborsi pada dasarnya adalah keputusan yang berat bagi semua perempuan. Belum lagi dengan stigma sosial yang mungkin mereka rasakan.

Karena itulah ketika orang terdekatmu jadi moody, sering marah-marah ataupun merasa sedih itu sebetulnya hal yang wajar. Hadapi lonjakan emosi mereka dengan tenang. Ajak mereka beribadah bersama atau melakukan apapun yang mereka sukai. Akan lebih baik lagi kalau sebagai pendukung kalian juga menyukai aktivitas itu jadi kalian bisa melakukannya bersama.

Semoga dengan begini kamu akan bisa segera bisa beraktivitas dan tetap menjaga kesehatan pasca aborsi ya. See you next week! 😀

 

5W + 1H Tentang Aborsi Medis, yuk Cek Bareng!

Kamu mungkin sudah sering mendengar atau mendapat informasi tentang kapan, di mana dan bagaimana melakukan aborsi medis sendiri tapi kamu masih ragu dan penasaran. Ya, kamu sudah mengumpulkan banyak sekali informasi tapi kamu masih belum yakin apakah informasi yang kamu dapat memang tepat atau tidak. Supaya agak yakin, kamu bisa coba baca 4W + 1H tentang aborsi medis. 4W + 1H apa sih? Kepanjangan dari singkatan yang mirip rumus matematika ini adalah Why, Who, When, Where, dan How — atau kalau dalam Bahasa Indonesia: Kenapa, Siapa, Kapan, Di mana dan Bagaimana.

  • Kenapa Aborsi Medis?

Ketika kamu mengalami kehamilan tidak direncanakan, aborsi aman adalah salah satu piilihan yang bisa kamu pertimbangkan jika kamu memang masih belum siap. Nah jika kamu memilih aborsi kamu bisa memilih opsi aborsi medis atau surgikal, dengan metode aspirasi vakum. Kelebihan aborsi medis dibanding opsi vakum antara lain tidak invasif, jadi kamu bisa tenang karena tidak menggunakan alat yang dimasukkan ke vagina. Ini juga pastinya jauh lebih aman dari metode kuret. Selain itu karena aborsi medis bisa dilakukan sendiri pastinya privasi juga lebih terjaga.

  • Siapa yang Bisa Melakukannya?

Ini juga salah satu kelebihan aborsi medis dibanding surgikal: Perempuan yang sedang mengalami kehamilan tidak direncanakan bisa melakukannya. Memangnya tidak perlu pelatihan khusus? Sama sekali tidak. Asalkan kamu sudah paham jumlah obat yang digunakan, cara pemakaiannya, reaksi yang diharapkan dan apa yang perlu kamu lakukan ketika terjadi situasi darurat.

  • Kapan Perempuan Bisa Melakukannya?

Kapan saja perempuan mengalami kehamilan tidak direncanakan dengan usia kehamilan mencapai 6 hingga 22 minggu. Kenapa 6 minggu? Karena sebelum usia kehamilan mencapai 6 minggu kantung kehamilan belum terbentuk dan belum menempel pada dinding rahim. Padahal, misoprostol bukan berpengaruh secara langsung pada kehamilan melainkan pada dinding rahim. Untuk menghentikan kehamilan, misoprostol akan mengkontraksi dinding rahim dan meluruhkannya, persis seperti menstruasi alami. Bedanya adalah ketika perempuan mau menghentikan kehamilan maka kantung kehamilan yang menempel di dinding rahim ini juga akan ikut luruh bersama misoprostol.

  • Di mana Perempuan Bisa Mendapatkannya?

Kamu bisa mendapatkan obat aborsi di para penyedia obat terpercaya. Masih belum yakin apakah penjual obat yang kamu hubungi bisa dipercaya atau tidak? Cocokkan dengan daftar ini atau langsung hubungi teman-teman konselor!

  • Bagaimana Perempuan Bisa Melakukan Prosedurnya?

Masih ragu dengan dosis dan cara pakai yang tepat untuk usia kandunganmu? Cek situs ini untuk informasi yang terpercaya atau langsung tanyakan pada para konselor.

Nah, semoga membantu dan pastikan kamu tetap aman selama prosedur dan setelahnya 😀

Memahami Aborsi Aman dan Bedanya dengan Aborsi Tidak Aman

Hi Ladies apa kabar? Semoga semuanya tetap sehat 😀 Kali ini Mimin mau mengajak ngobrol soal perbedaan aborsi aman dan tidak aman. Oh mudah, yang aman pasti tidak akan menimbulkan komplikasi ataupun sesuai protokol WHO! Hmmm, tunggu sebentar nih. Apa kalian sudah yakin kalau perbedaannya hanya itu?

Lho memangnya ada perbedaan lain? Tentu saja ada. Pertama, prosedur aborsi yang aman bertujuan untuk memberdayakan perempuan. Lho, lho, maksudnya gimana nih? Yep, prosedur aborsi yang aman mengedukasi perempuan. Menyadarkan mereka bahwa aborsi adalah sepenuhnya hak mereka. Bukan sekadar pilihan yang diambil hanya karena pasangan menginginkan itu dan memaksakan kamu untuk melakukannya. Bahkan bukan juga karena keluargamu menekan kamu untuk menghentikan kehamilan. Ingat, jika ada yang memaksa kamu mengambil pilihan yang tidak sesuai dengan keyakinan maupun kemampuan baik fisik maupun psikologis kamu berhak menolak lho!

Kedua, prosedur aborsi yang aman juga berarti kamu bisa mengaksesnya dengan harga yang relatif terjangkau dan penyedia layanan pun meminta bayaran sesuai dengan yang disepakati di awal. Ingat, penyedia layanan yang tidak jujur bisa saja menyepakati harga sekian di awal lalu tiba-tiba menagih tambahan pembayaran.

Ketiga, dan ini juga sangat penting, kamu sudah diberi semua informasi yang kamu butuhkan sejak awal dan pertanyaanmu juga dijawab dengan jujur. Jangan sampai kamu juga menjadi korban layanan aborsi tidak aman seperti ini yang prosedurnya terasa sangat traumatis dan dilakukan tanpa persetujuan perempuan. Ingat, sekalipun kamu mungkin membayar untuk layanan aborsi namun layanan ini tetap sama seperti layanan medis lainnya dan kamu berhak mendapat pelayanan yang manusiawi.

Keempat, jangan mudah tergiur layanan yang sesumbar kalau tidak ada risiko komplikasi dan tanpa risiko kegagalan. Ingat, bahkan dengan aborsi medis yang terbukti sangat aman pun tetap ada risiko komplikasi sebesar 1% dan risiko kegagalan 14%. Tentu saja risiko kegagalan ini akan berkurang drastis jika kamu melakukan aspirasi vakum di klinik yang memang legal, aman dan memberikan layanan yang prima dan jujur 😀

Meneruskan Kehamilan Setelah Gagal Aborsi? Bisa!

Hi Ladies, selamat siang! Pastinya sehat semua kan? Nah kali ini kita akan membahas kegagalan aborsi medis dan efeknya pada kehamilan. Salah satu yang sering ditanyakan adalah bisakah meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi dengan misoprostol.

Adakah risikonya jika meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi medis? Ya, sebetulnya risiko cacad janin setelah kegagalan penggunaan misoprostol dan mifepristone tetap ada, namun risikonya sangat kecil. Bahkan risiko cacad pada tulang tengkorak dan anggota gerak bayi hanya sekitar 1:1000. Sebagai perbandingan, statistik ini jauh lebih kecil daripada risiko cacad janin ketika perempuan terinfeksi virus zika yang bisa mencapai 60:1000. Lho kenapa bisa begitu?

Wajar saja, karena ini terkait prinsip kerja misoprostol yang terutama mempengaruhi dinding rahim, bukan kehamilan secara langsung. Dalam aborsi medis, misoprostol meluruhkan kantong kehamilan bersama penebalan dinding rahim, sama saja seperti menstruasi. Karena itu, ketika aborsi medis gagal dan kantong kehamilang beserta embrio atau bahkan janin masih berada di dalam rahim kamu tetap bisa meneruskan kehamilan.

Bagaimana aku tahu kalau meneruskan kehamilan setelah gagal aborsi tetap aman?

Mengatahui kondisi kehamilanmu setelah kegagalan aborsi medis hanya bisa dilakukan melalui USG. Biasanya setelah kegagalan aborsi medis dokter akan menyampaikan diagnosa tentang kondisi kehamilanmu. Ingat, risiko cacad janin memang ada walaupun sangat kecil namun biasanya kehamilan tetap berlanjut dengan normal walaupun kondisinya lemah.

Nah setelah USG, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya. Meneruskan kehamilan, menyerahkan pengasuhan pada orang tua asuh melalui jalur adopsi atau bahkan mengulang prosedur aborsi medis sepanjang sesuai protokol dan masih dalam usia kehamilan yang dianjurkan. Yang penting, keputusan untuk meneruskan kehamilan atau mengulang prosedur aborsi medis sepenuhnya keputusanmu. Pastikan kamu sudah memetakan seluruh sumber daya dan situasimu dengan objektif dan tenang. Jadi nantinya ketika kamu meneruskan kehamilan dan melahirkan pun kamu bisa membesarkan anakmu dengan yakin dan mantap serta memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan.

Gimana Ladies? Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuanmu sehingga bisa mengambil keputusan yang terbaik dalam situasimu 😀

 

Kelainan Pada Kehamilan dan Cara Menghentikannya

Di Indonesia aborsi memang dapat membuat perempuan dipenjara karena tuduhan kriminal, tapi tahukah kamu kalau dalam situasi khusus perempuan bisa mengakses aborsi aman dan legal? Yep, ketika terjadi kelainan pada kehamilan sebetulnya perempuan bisa mengakses aborsi aman. Kelainan pada kehamilan apa saja sih yang dimaksud? Ini dia jawabannya.

Molar Pregnancy atau Hamil Anggur

Kehamilan anggur terjadi karena kelainan pembelahan sel. Jangan tertukar dengan kehamilan kembar ya. Jika kehamilan kembar bisa dihentikan dengan misoprostol maka hamil anggur merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang membutuhkan penanganan khusus seperti dilatasi hingga kuretase. Kehamilan anggur terjadi akibat pembelahan sel yang tidak sempurna saat kehamilan. Karena itu, walaupun kemungkinannya kecil tapi bisa juga salah satu sel berkembang dengan sempurna sementara ‘kembarannya’ justru menjadi kehamilan anggur ini.

Kehamilan di Luar Rahim

Kehamilan di luar rahim merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang sangat berbahaya bagi perempuan. Kehamilan ini tidak bisa dihentikan dengan misoprostol karena seperti kita tahu, misoprostol hanya berfungsi meluruhkan dinding rahim. Nah kalau kehamilannya saja berada di luar rahim maka bisa dipastikan kalau sekalipun menggunakan misoprostol kantung kehamilan tetap akan menempel. Penempelan ini biasanya terjadi pada tuba falopii yang sebetulnya berukuran sangat kecil dan tidak akan sanggup menahan beban kehamilan.

Kelainan pada Kehamilan Tanpa Embrio

Nah, kelainan kali ini seringkali disebut dengan nama hamil kosong. Hamil kosong adalah situasi di mana walaupun ada kantung kehamilan namun tidak ada embrio. Ini bisa terjadi karena kehamilan memang lemah sehingga tanpa sadar embrio terlepas dengan sendirinya maupun kegagalan aborsi sehingga kantong kehamilan masih tersisa. Salah satu indikator yang paling jelas dari kehamilan kosong ini adalah usia kehamilan yang tidak pernah bertambah jika dilihat di USG. Untuk menghentikan kehamilan ini kamu bisa menggunakan misoprostol dengan dosis dan protokol yang disarankan sesuai usia kehamilan yang terdeteksi di USG. Jika kamu memilih menggunakan misoprostol untuk mengeluarkan kantung kehamilan pastikan kamu juga sudah paham semua informasi yang kamu butuhkan seputar aborsi medis dulu.

Nah, sampai di sini dulu Ladies. Sekarang semakin paham kan tentang kelainan pada kehamilan dan cara menghentikannya? ;D