Kelainan Pada Kehamilan dan Cara Menghentikannya

Di Indonesia aborsi memang dapat membuat perempuan dipenjara karena tuduhan kriminal, tapi tahukah kamu kalau dalam situasi khusus perempuan bisa mengakses aborsi aman dan legal? Yep, ketika terjadi kelainan pada kehamilan sebetulnya perempuan bisa mengakses aborsi aman. Kelainan pada kehamilan apa saja sih yang dimaksud? Ini dia jawabannya.

Molar Pregnancy atau Hamil Anggur

Kehamilan anggur terjadi karena kelainan pembelahan sel. Jangan tertukar dengan kehamilan kembar ya. Jika kehamilan kembar bisa dihentikan dengan misoprostol maka hamil anggur merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang membutuhkan penanganan khusus seperti dilatasi hingga kuretase. Kehamilan anggur terjadi akibat pembelahan sel yang tidak sempurna saat kehamilan. Karena itu, walaupun kemungkinannya kecil tapi bisa juga salah satu sel berkembang dengan sempurna sementara ‘kembarannya’ justru menjadi kehamilan anggur ini.

Kehamilan di Luar Rahim

Kehamilan di luar rahim merupakan salah satu kelainan pada kehamilan yang sangat berbahaya bagi perempuan. Kehamilan ini tidak bisa dihentikan dengan misoprostol karena seperti kita tahu, misoprostol hanya berfungsi meluruhkan dinding rahim. Nah kalau kehamilannya saja berada di luar rahim maka bisa dipastikan kalau sekalipun menggunakan misoprostol kantung kehamilan tetap akan menempel. Penempelan ini biasanya terjadi pada tuba falopii yang sebetulnya berukuran sangat kecil dan tidak akan sanggup menahan beban kehamilan.

Kelainan pada Kehamilan Tanpa Embrio

Nah, kelainan kali ini seringkali disebut dengan nama hamil kosong. Hamil kosong adalah situasi di mana walaupun ada kantung kehamilan namun tidak ada embrio. Ini bisa terjadi karena kehamilan memang lemah sehingga tanpa sadar embrio terlepas dengan sendirinya maupun kegagalan aborsi sehingga kantong kehamilan masih tersisa. Salah satu indikator yang paling jelas dari kehamilan kosong ini adalah usia kehamilan yang tidak pernah bertambah jika dilihat di USG. Untuk menghentikan kehamilan ini kamu bisa menggunakan misoprostol dengan dosis dan protokol yang disarankan sesuai usia kehamilan yang terdeteksi di USG. Jika kamu memilih menggunakan misoprostol untuk mengeluarkan kantung kehamilan pastikan kamu juga sudah paham semua informasi yang kamu butuhkan seputar aborsi medis dulu.

Nah, sampai di sini dulu Ladies. Sekarang semakin paham kan tentang kelainan pada kehamilan dan cara menghentikannya? ;D