Ingin Aborsimu Tetap Aman? Konseling Dulu Yaaa…

Segala yang tidak direncanakan itu biasanya mengejutkan dan seringkali juga membuat panik, apalagi jika yang tidak direncanakan itu adalah kehamilan. Dalam keadaan panik dan bingung, bahkan kadang juga putus asa, perempuan atau pasangan maupun keluarga terdekat langsung saja berusaha menghentikan kehamilan. Padahal nih, memaksakan menghentikan kehamilan tanpa konseling itu bisa sangat berbahaya lho bagi perempuannya. Sebetulnya apa saja sih yang menyebabkan konseling penting bagi perempuan? Yuk kita cek sama-sama…

  1. Tertipu penyedia layanan aborsiDalam keadaan panik, perempuan bisa jadi sulit membedakan mana informasi yang terpercaya dan mana yang perlu dipertanyakan. Alhasil mereka pun lebih rentan menjadi korban penipuan layanan aborsi. Hmm, memang seperti apa saja sih kriteria penipuan layanan aborsi? Jika kamu memilih aborsi dengan obat memang agak susah untuk memastikan kecuali jika kamu sudah membayar tapi obat tidak dikirim. Layanan kuret pun seringkali begitu. Seringkali perempuan baru sadar mereka terjebak dalam layanan tidak terpercaya ketika di kliniknya perempuan diminta membayar lebih dari harga yang sudah disepakati di awal komunikasi. Lalu seperti apa sih penyedia layanan yang terpercaya? Baca lebih lengkap di sini untuk tahu siapa saja sih penyedia obat yang harus kamu jauhi atau yang bisa kamu percaya. Langsung telepon konselormu juga untuk tahu klinik mana sih yang aman, legal dan recommended untuk menghentikan kehamilan.
  2. Salah cara penggunaan atau dosis obat  Yang namanya penjual obat belum tentu semuanya tahu cara penggunaan obat yang benar lho. Selain itu bisa jadi cara penggunaan obat yang mereka tahu berbeda dengan cara penggunaan yang tepat untuk usia kehamilanmu. Jangan khawatir, konselor akan memastikan cara pakai obat dan dosis yang paling tepat untuk kamu jadi kamu juga bisa memastikan kalau aborsimu aman.
  3. Trauma Trauma pasca aborsi umumnya terjadi karena 2 hal. Pertama, ketika perempuan sebenarnya ingin menghindari opsi aborsi namun lingkungan terus menekan atau memanipulasi perempuan untuk menghentikan kehamilan. Dengan curhat langsung terlebih dulu ke konselor biasanya perempuan akan sadar bahwa ia masih punya pilihan lain dan mampu mengusahakan opsi-opsi lain itu. Penyebab lain adalah ketika perempuan membayangkan hasil konsepsi yang keluar sebagai gumpalan darah dan kantong kehamilan semata. Padahal perkembangan setiap perempuan akan berbeda, begitu juga jika usia kehamilannya sudah bertambah. Konselor nantinya akan memberitahu apa saja yang akan keluar dalam setiap usia kehamilan perempuan jadi mereka juga bisa mempertimbangkan apakah mereka siap untuk menghentikan usia kehamilan atau mau mengubah keputusan.
  4. Kondisi kehamilan berbahaya untuk dihentikan dengan obat Nggak semua kehamilan aman untuk dihentikan dengan obat. Pastikan kamu tidak mengalami kondisi-kondisi ini sebelum menghentikan kehamilan. Selain itu nih, kondisi kehamilan berisiko seperti placenta previa di mana placenta membelit kandungan dan menutup jalan lahir maupun hamil anggur dan hamil di luar kandungan juga tidak bisa dihentikan dengan obat. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa menghentikan kehamilan lho. Kamu bisa mengakses aspirasi vakum, atau dalam situasi hamil anggur maupun hamil di luar kandungan kamu bisa pergi ke dokter terdekat dan minta mereka menghentikan kehamilan karena situasi ini terhitung situasi kehamilan berbahaya.

Tapi aku nggak ingin ada yang tahu tentang kehamilanku. Boleh nggak kalau pasanganku saja yang konseling? Pasangan, keluarga, teman atau siapapun yang kamu percayai boleh banget join dalam proses konseling. Pastinya sebatas kamu mengizinkan. Selain itu, masa sih kamu yang menjalani prosesnya tapi kamu nggak ingin tahu informasinya? Lagi pula dengan konseling sendiri kan kamu jadi lebih mantap dengan keputusan yang kamu ambil karena kamu juga lebih paham tentang apa-apa yang akan terjadi nantinya.

Tenang saja, semua informasi yang didiskusikan dalam proses konseling sepenuhnya rahasia. Selain itu konselor juga akan berusaha sedapat mungkin untuk bersikap netral terhadap keputusanmu sepanjang kamu memang mengambil keputusan itu dengan pemikiran yang matang. Konselor yang baik akan juga pasti menghormati privasimu dan akan merahasiakan situasimu sepenuhnya. Sekarang jadi lebih yakin kan untuk konseling sendiri?

Kenapa sih Dosis dan Cara Penggunaan Misoprostol Sering Berbeda-beda?

Seringkali perempuan kebingungan ketika teman-teman konselor memberikan dosis yang berbeda dengan dosis yang didapat dari penjual obat. Banyak penjual obat memberikan dosis 4 butir, 10 atau bahkan 26 butir misoprostol. Sebetulnya dari mana saja sih perbedaan ini muncul?

Pada dasarnya aborsi medis adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi di bidang medis. Dan sebagaimana layaknya teknologi lain yang selalu diperbarui setiap saat, teknologi di bidang aborsi medis ini juga selalu diperbarui. Tujuannya supaya proses aborsi perempuan selalu aman dan efisien dengan risiko kegagalan bisa ditekan hingga sekitar 14% sepanjang dilakukan sesuai protokol atau cara penggunaan dan dosis yang tepat. Karena itu juga, protokol dari Badan Kesehatan Dunia pun terus diperbarui. Dari yang tadinya menggunakan 4 butir obat, sekarang Badan Kesehatan Dunia dalam protokol terbarunya di tahun 2012 menggunakan 12 butir misoprostol.

Banyak perempuan mungkin kaget dengan jumlah dosis yang digunakan. Mereka kerap khawatir apakah 12 butir misoprostol tidak akan berdampak serius untuk kesehatan organ reproduksi mereka di kemudian hari. Atau kekhawatiran lain yang juga sering muncul adalah kalau-kalau di usia kehamilan sudah lewat dari 10 minggu maka mereka perlu menambah dosisnya, bahkan hingga 26 butir.

Sebetulnya, dosis 12 misoprostol sendiri bisa digunakan hingga usia kehamilan tepat 13 minggu. Jika sudah lewat, misal sehari saja dari 13 minggu maka kamu akan membutuhkan dosis lain. Uniknya, rahim perempuan sebetulnya lebih sensitif dengan rangsangan misoprostol seiring bertambahnya usia kehamilan. Karena itulah di usia kehamilan lewat dari 13 minggu sebetulnya perempuan perlu mengurangi dosis.

Lalu bagaimana dengan cara penggunaan yang tepat? Dengan mempertimbangkan efektivitas obat, reaksi yang terjadi di tubuh perempuan serta keamanan baik secara medis maupun secara hukum maka protokol yang digunakan sekarang adalah yang paling tepat. Kenapa harus di bawah lidah? Karena di bawah lidah banyak jaringan yang sangat peka dan akan langsung mengedarkan misoprostol  ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah sehingga reaksinya di bawah lidah. Pada usia kehamilan ini juga sebenarnya belum penggunaan misoprostol vaginal juga belum dianjurkan karena bisa jadi ada sisa-sisa obat yang bisa tertinggal di dinding vagina. Ini bisa membahayakan keamanan perempuan terutama di negara-negara di mana akses aborsi aman dibatasi dengan ketat.

Sekarang sudah lebih jelas kan, kenapa dosis dan cara penggunaan obat yang diberikan teman-teman konselor dan penyedia obat sering berbeda? Kalau masih bingung dan ragu langsung aja hubungi teman-teman konselor. Pasti mereka akan memberikan kamu informasi yang paling jelas dan akurat.