Aborsi Aman Itu Pilihan, lho!

Ketika mendengar kata ‘aborsi’ banyak orang mungkin langsung mengaitkannya dengan aktivitas seksual tanpa ikatan pernikahan, keegoisan perempuan bahkan mungkin pembunuhan. Padahal sebetulnya aborsi aman adalah hak asasi perempuan. Kok bisa begitu? Yuk kita ‘bongkar’ mitos-mitosnya satu persatu.

1. Aborsi adalah pembunuhan

Sebenarnya ada batasan yang sangat jelas antara aborsi dan infantisida atau pembunuhan anak. Jika tidak ada kedaruratan medis atau situasi yang mengancam nyawa perempuan maupun kandungan maka aborsi aman hanya bisa dilakukan sampai usia kehamilan 22 minggu sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Kenapa 22 minggu? Karena ketika usia kandungan sudah lewat dari 22 minggu janin sudah bisa bertahan hidup di luar kandungan perempuan. Sebelum itu, janin masih sangat bergantung pada perempuan. Karena itu di usia kehamilan kurang dari 22 minggu nyawa perempuan adalah prioritas utama. Bagaimana dengan perempuannya sendiri? Apakah aborsi bisa membahayakan nyawa mereka atau kesehatan mereka di masa depan? Sebetulnya jika dilakukan dengan prosedur yang tepat maka proses aborsi sebenarnya jauh lebih aman dari melahirkan maupun cabut gigi. Resiko komplikasi hanya 1%!

2. Aborsi hanya dilakukan mereka yang nenyukai aktivitas seksual tidak bertanggung jawab

Banyak orang mengaitkan aborsi dengan aktivitas Seksual tidak bertanggung jawab seperti berganti pasangan maupun tidak menggunakan kontrasepsi. Nyatanya, tidak ada kontrasepsi yang 100% pasti bisa mencegah kehamilan. Karena itu, kehamilan tidak direncanakan sebenarnya bisa menimpa perempuan manapun yang sudah memasuki usia produktif. Tidak heran jika mereka yang sudah telaten menggunakan kontrasepsi maupun terikat pernikahan pun bisa saja membutuhkan layanan aborsi aman.

3. Perempuan yang melakukan aborsi pasti hanya memikirkan diri sendiri

Ini juga salah persepsi yang sangat umum dijumpai di mana saja, bahkan di negara di mana aborsi sudah legal. Perempuan distigmatisasi sebagai egois dan tidak bertanggung jawab ketika mereka membutuhkan akses aborsi aman. Padahal aborsi, walaupun sangat aman secara fisik tetap bukan keputusan yang mudah. Ketika perempuan memutuskannya mereka sudah mempertimbangkan banyak hal. Mereka mengakui keterbatasan mereka untuk membesarkan dan merawat seorang individu. Keluarga juga kerap menjadi salah satu pertimbangan. Mereka khawatir akan menjadi beban keluarga ketika mengalami kehamilan tidak direncanakan. Dari sini sebetulnya jelas terlihat kalau aborsi sama sekali bukan pilihan yang egois.

Nah Ladies, apakah kamu sudah merasa lebih lega dalam mempertimbangkan opsi aborsi aman? Kalau belum coba saja ngobrol dengan teman-teman konselor. Mereka akan membantumu memetakan situasi sehingga kamu bisa memilih opsi yang paling sesuai untuk keadaanmu ūüėÄ

5W + 1H Tentang Aborsi Medis, yuk Cek Bareng!

Kamu mungkin sudah sering mendengar atau mendapat informasi tentang kapan, di mana dan bagaimana melakukan aborsi medis sendiri tapi kamu masih ragu dan penasaran. Ya, kamu sudah mengumpulkan banyak sekali informasi tapi kamu masih belum yakin apakah informasi yang kamu dapat memang tepat atau tidak. Supaya agak yakin, kamu bisa coba baca 4W + 1H tentang aborsi medis. 4W + 1H apa sih? Kepanjangan dari singkatan yang mirip rumus matematika ini adalah Why, Who, When, Where, dan How — atau kalau dalam Bahasa Indonesia: Kenapa, Siapa, Kapan, Di mana dan Bagaimana.

  • Kenapa Aborsi Medis?

Ketika kamu mengalami kehamilan tidak direncanakan, aborsi aman adalah salah satu piilihan yang bisa kamu pertimbangkan jika kamu memang masih belum siap. Nah jika kamu memilih aborsi kamu bisa memilih opsi aborsi medis atau surgikal, dengan metode aspirasi vakum. Kelebihan aborsi medis dibanding opsi vakum antara lain tidak invasif, jadi kamu bisa tenang karena tidak menggunakan alat yang dimasukkan ke vagina. Ini juga pastinya jauh lebih aman dari metode kuret. Selain itu karena aborsi medis bisa dilakukan sendiri pastinya privasi juga lebih terjaga.

  • Siapa yang Bisa Melakukannya?

Ini juga salah satu kelebihan aborsi medis dibanding surgikal: Perempuan yang sedang mengalami kehamilan tidak direncanakan bisa melakukannya. Memangnya tidak perlu pelatihan khusus? Sama sekali tidak. Asalkan kamu sudah paham jumlah obat yang digunakan, cara pemakaiannya, reaksi yang diharapkan dan apa yang perlu kamu lakukan ketika terjadi situasi darurat.

  • Kapan Perempuan Bisa Melakukannya?

Kapan saja perempuan mengalami kehamilan tidak direncanakan dengan usia kehamilan mencapai 6 hingga 22 minggu. Kenapa 6 minggu? Karena sebelum usia kehamilan mencapai 6 minggu kantung kehamilan belum terbentuk dan belum menempel pada dinding rahim. Padahal, misoprostol bukan berpengaruh secara langsung pada kehamilan melainkan pada dinding rahim. Untuk menghentikan kehamilan, misoprostol akan mengkontraksi dinding rahim dan meluruhkannya, persis seperti menstruasi alami. Bedanya adalah ketika perempuan mau menghentikan kehamilan maka kantung kehamilan yang menempel di dinding rahim ini juga akan ikut luruh bersama misoprostol.

  • Di mana Perempuan Bisa Mendapatkannya?

Kamu bisa mendapatkan obat aborsi di para penyedia obat terpercaya. Masih belum yakin apakah penjual obat yang kamu hubungi bisa dipercaya atau tidak? Cocokkan dengan daftar ini atau langsung hubungi teman-teman konselor!

  • Bagaimana Perempuan Bisa Melakukan Prosedurnya?

Masih ragu dengan dosis dan cara pakai yang tepat untuk usia kandunganmu? Cek situs ini untuk informasi yang terpercaya atau langsung tanyakan pada para konselor.

Nah, semoga membantu dan pastikan kamu tetap aman selama prosedur dan setelahnya ūüėÄ

Cytotec, Gastrul, Misotab … Apa sih Bedanya?

Kadang perempuan kebingungan memastikan obat yang tepat untuk menghentikan kehamilan. Sebetulnya nama obat yang perlu digunakan itu apa sih? Cytotec, gastrul atau misoprostol?

Nah Ladies, sebetulnya obat yang digunakan dalam menggugurkan kandungan bernama misoprostol. Lalu apa bedanya dengan gastrul, cytotec, atau bahkan misotab? Tidak ada. Jika misoprostol sendiri adalah jenis obatnya maka gastrul, cytotec dan lainnya adalah merk obatnya. Ini sama saja dengan suplemen vitamin C, ada banyak sekali merk suplemen vitamin C yang kita tahu di pasaran, tapi kandungannya tetap vitamin C.

Kalau beda-beda merk begitu sebetulnya mempengaruhi efektivitas nggak sih? Tentu saja tidak. Yang mempengaruhi kelancaran proses aborsimu adalah keaslian obat, dosis dan cara pakai yang tepat. Nah sekarang sudah nggak ragu lagi kan dalam memilih obat aborsi? Kalau masih ragu sih langsung aja isi formulir ini dengan meninggalkan kontak yang bisa dihubungi. Mau lebih cepat? Cus telepon temen-temen konselor, Senin – Jumat 10.00 – 21.00

  • 0857 2900 1188
  • 0813 2717 1188
  • 0896 7467 7433
  • 0878 3977 0033

Atau chat aja, Senin – Sabtu 10.00 – 15.00 & Minggu 10.00 – 14.00

  • LINE: samsara.hotline
  • WA: +30 695 593 9180

Jangan Sampai Ditipu! Kenali Penjual Obat yang Palsu dan Asli

Kehamilan tidak direncanakan sebetulnya sangat umum terjadi. Sayangnya, informasi tentang pilihan apa saja yang tersedia bagi perempuan dalam situasi ini sangat terbatas. Tidak aneh kalau pihak-pihak yang berniat memanfaatkan situasi ini pun sangat banyak jumlahnya dan banyak perempuan tertipu oleh penyedia obat yang tidak trusted atau terpercaya. Apalagi, saat ini layanan vakum yang aman untuk menghentikan kehamilan hampir tidak ada di Indonesia. Tenaga medis kita lebih memilih kuret yang berisiko melukai dinding rahim dengan biaya yang sangat mahal.

Karena itu, kali ini kita akan diskusikan sama-sama beberapa ciri penjual yang meragukan. Memang bisa jadi ciri-ciri ini adalah pertanda mereka kurang pengetahuan tentang obat aborsi, tapi bisa jadi juga mereka memang berniat buruk pada perempuan yang membutuhkan. Apa saja sih ciri-ciri itu?

Klaim produk 100% berhasil

Ladies, tingkat keberhasilan misoprostol memang tinggi tapi hanya 86%. Tetap ada kemungkinan gagal sebesar 14%. Jika penjual memberikan klaim “lebih dari 99% berhasil” atau bahkan “100% berhasil” ini bisa jadi mereka kurang paham tentang tingkat keberhasilan cytotec atau misoprostol. Tapi bisa jadi juga mereka memberikan klaim seperti ini agar mereka…

Tidak menyediakan garansi

Ketika penjual obat tahu kalau produknya tidak 100% berhasil biasanya mereka akan menyediakan garansi. Pastikan kamu bisa mendapat garansi dengan harga penuh sehingga tidak perlu membayar sampai 2x atau bahkan lebih ketika kamu gagal aborsi di usaha pertama. Jika mereka tidak menyediakan garansi jangan ragu untuk mencari penjual obat aborsi lain.

Memberikan obat kurang dari 4 per paketnya

Ladies, protokol terbaru Badan Kesehatan Dunia membutuhkan 12 butir obat untuk usia kehamilan 6-13 minggu. Nah kalau penjual obat menyediakan kurang dari itu untuk tiap paketnya, bisa jadi mereka belum tahu tentang protokol yang baru ini dan masih mengacu pada protokol lama. Protokol lama ini memang hanya membutuhkan 4 butir, walaupun begitu jumlah 4 butir ini sudah terbukti sangat rendah efektivitasnya. Jika penjual hanya menyediakan obat kurang dari 4 butir coba cari penyedia obat lainnya. Prinsip yang sama juga berlaku jika kamu diminta membayar hingga Rp. 500.000 atau bahkan lebih tapi hanya mendapat 4 butir saja.

Termasuk dalam blacklist ini

Kalau penjual obat yang kamu hubungi termasuk dalam daftar Blacklist di situs AskInna maka sudah dipastikan kalau mereka berniat tidak baik. Cari saja penjual obat yang sudah terbukti trusted dan recommended ya.

Masih ragu mana penjual yang masuk daftar hitam mana yang terpercaya? Yuk langsung aja tanya-tanya ke temen-temen konselor.