Nilai-nilai Seputar Aborsi dan Cara Menjembataninya

bahagia pasca aborsiAborsi selalu menjadi isu kontroversial. Di banyak negara yang sudah melegalkan aborsi pun keputusan ini tidak selalu bisa diterima, apalagi karena banyak nilai-nilai seputar aborsi yang masih menganggapnya sebagai bentuk kejahatan, keegoisan, bahkan dosa. Ini tentu saja bisa berpotensi menyebabkan perempuan merasa bersalah, berdosa, menyesal, tertekan bahkan mengalami depresi dan PTSD pasca tindakan. Pastinya sih selain masalah hormonal yang bisa menyebabkan mood kamu juga naik turun laksana jet coaster ya Ladies.

Kenali dan sadari nilai-nilai seputar aborsi

Pada dasarnya setiap orang akan selalu mempertanyakan keputusan yang kamu ambil, apalagi ketika keputusannya berskala sebesar aborsi. Sejak awal kita diberikan nilai-nilai yang menyatakan bahwa aborsi adalah perbuatan egois dan dosa. Biasanya nilai-nilai ini merupakan wujud stigmatisasi sosial hingga ajaran agama. Selain itu, norma hukum kita juga masih sangat membatasi akses aborsi dengan ketat sehingga perempuan yang tidak mengalami kedaruratan medis atau kekerasan seksual bisa dipidana ketika melakukan aborsi.

Ketika kita terus menerima nilai dan norma-norma ini tentu saja akan sangat sulit untuk menentangnya, apalagi ketika kita berada dalam situasi di mana kita mengambil keputusan yang bertentangan dengan norma-norma ini. Belum lagi ketika perempuan akhirnya memutuskan mengakses aborsi biasanya mereka sudah melalui proses berpikir yang sangat panjang. Tidak jarang juga proses berpikir ini terasa sangat menyakitkan sehingga pasca aborsi kadang perempuan terus merasa bersalah sehingga terjadi depresi.

Apa yang bisa dilakukan dalam situasi ini?

Agar kita bisa terhindar dari depresi pasca aborsi pastikan kamu selalu ingat alasanmu menghentikan kehamilan, apapun alasanmu itu. Dan selalu sadari bahwa aborsi aman merupakan pemenuhan hak kesehatan reproduksimu sebagai perempuan. Bicaralah dengan pasangan atau orang terdekat. Bisakah berdoa pasca aborsi? Jika kamu memang menginginkannya dan merasa lebih tenang dengan berdoa lakukan saja. Bukankah Tuhan maha pengampun? Jika kamu belum siap untuk berdoa juga tidak masalah, yang penting kamu memiliki sumber-sumber daya yang bisa mendukungmu dalam situasi ini sepenuhnya.

Lalu apakah aborsi sama dengan pembunuhan? Sama sekali tidak selama usia kandunganmu masih kurang dari 22 minggu. Usia 22 minggu ditetapkan karena ketika kandungan sudah lebih besar dari itu maka janin sudah bisa bertahan hidup di luar tubuh kita. Tapi janinnya kan sudah membentuk di usia kehamilan kurang dari itu? Ya, itu betul. Tapi mengutip kata-kata dari sebuah akun feminis di media sosial, “Ketika terjadi kebakaran di sebuah rumah sakit dan kamu tahu di sana ada sebuah ruangan penyimpanan berisi jutaan ebrio serta seorang anak kecil di ruangan terpisah, apakah kamu akan menyelamatkan seorang anak kecil atau menyelamatkan embrio dan janin?” Dengan menjawab pertanyaan ini dengan jujur kamu bisa melakukan refleksi lebih jauh. Apakah tidak menyelamatkan janin/embrio adalah pembunuhan?

Semoga artikel ini bisa sedikit memberikan dukungan bagimu dalam situasi sulit ya Ladies. Stay safe and happy! 😀

by: CP

Testpack atau USG, Mana yang Lebih Baik?

Tindakan sudah selesai dilakukan. Perdarahan sudah terjadi dan sekarang kamu mau memastikan apakah sudah tuntas atau belum. Kira-kira mana yang lebih baik di antara testpack atau USG? Masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya. Kamu bisa menjadikan hal-hal di bawah ini sebagai dasar pertimbangan untuk menentukan kapan perlu melakukan tes kehamilan dengan testpack atau USG.

Kapan perlu melakukan tes kehamilan dengan testpack

testpackKetika produk konsepsi sudah keluar dan tanda-tanda kehamilan sudah tidak lagi kamu rasakan kamu cukup melakukan tes kehamilan 3 minggu tepat setelah tindakan. Kelebihan testpack tentu saja adalah harganya yang lebih terjangkau, lebih praktis dan jauh lebih privat karena bisa kamu lakukan sendiri di rumah.

Lalu apa kekurangannya? Kekurangannya pertama karena kamu akan perlu menunggu 3 minggu sebelum bisa memastikan hasilnya. Rentang waktu 3 minggu ini ditetapkan karena sebelum itu biasanya hormon kehamilan belum hilang sepenuhnya. Jika tes kehamilan dilakukan sebelum periode itu sangat mungkin hasilnya akan samar atau bahkan masih positif. Ini terjadi karena yang dibaca oleh testpack bukan ada/tidaknya kehamilan tapi ada/tidaknya hormon kehamilan.

Lalu bagaimana dengan USG?

USG bisa dilakukan 3-10 hari setelah tindakan ketika kamu belum melihat atau tidak yakin dengan produk konsepsi yang keluar. Ini terutama akan menjadi lebih penting ketika kamu gagal menghentikan kehamilan dengan obat. Hmmm, apa hubungannya gagal tindakan dengan USG? Dengan USG kamu akan bisa memastikan apakah kegagalan tindakan terjadi hanya karena adanya kemungkinan gagal sebesar 14% atau ada kelainan kandungan yang tidak bisa dihentikan dengan obat.

Kamu juga akan perlu melakukan USG jika hasil tes kehamilanmu 3 minggu setelah tindakan masih menunjukkan hasil yang samar. Hasil tes kehamilan yang samar biasanya menunjukkan adanya sisa jaringan dalam rahim dan USG berguna untuk memastikan ukurannya. Jika ukurannya kurang dari atau sama dengan 2cm kamu bisa tenang karena nantinya akan keluar sendiri di menstruasi selanjutnya. Jika ternyata ukurannya lebih besar dari itu cukup gunakan 2 misoprostol dengan cara sublingual saja biasanya sudah cukup.

Kekurangannya tentu saja harganya yang lebih mahal dan tes kehamilan rumahan dan kurang privat. Untuk mengakalinya, coba lakukan USG di bidan delima atau puskesmas terdekat atau tanyakan pada teman-teman konselor apakah mereka punya informasi klinik ramah perempuan.

Semoga membantu ya Ladies, dan pastikan kamu melakukan USG/testpack di waktu yang telah dijadwalkan setelah tindakan! 😀

Perawatan Pasca Aborsi, Apa Saja tuh?

Ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan sebelum aborsi. Sepanjang aborsi pun kamu sudah berjaga-jaga terhadap kemungkinan komplikasi. Nah Ladies, setelah aborsi penting juga lho untuk memperhatikan perawatan pasca aborsi. Hmmm… apa saja memangnya perawatan pasca aborsi?

Perawatan pasca aborsi bagi kamu

Pasca aborsi ada sejumlah pantang makanan/minuman dan aktivitas. Pantangan makan dan minum biasanya berlaku sampai 3 hari pasca tindakan sedangkan pantangan aktivitas berlaku sekitar 5-7 hari atau akan lebih baik kalau sampai perdarahan berhenti.

Untuk makanan dan minuman yang perlu kamu hindari adalah kopi, teh, susu, makanan pedas dan yang terlalu asin. Wah, apakah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman itu akan mempengaruhi keberhasilan tindakan? Sebetulnya tidak juga. Hanya saja makanan pedas seringkali membuat perut nyeri dan diare sementara misoprostol sendiri sudah membuat nyeri perut dan diare. Konselor juga biasanya menyarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang terlalu asin agar tensi darah tidak terlalu tinggi saat tindakan. Dengan begitu harapannya perdarahan hebat bisa dicegah. Bagaimana dengan teh? Teh kaya akan tannin yang bisa menurunkan kualitas sel darah merah. Dalam kondisi perdarahan tentu kamu akan memerlukan banyak sel darah merah dengan kualitas tinggi untuk mencegah drop. Sementara susu dikenal dapat menetralisir efek obat, walaupun sebetulnya pengaruhnya terhadap aborsi medis belum diketahui.

Bagaimana dengan pantangan aktivitasnya? Pada dasarnya yang perlu kamu hindari pasca tindakan, baik surgikal maupun medikal adalah memasukkan apapun selain air bersih ke vagina ataupun melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Karena itu biasanya konselor menyampaikan untuk menghindari hubungan seksual, berendam, berenang maupun menggunakan sabun mandi, pembersih vagina ataupun antiseptik pasca tindakan. Aktivitas yang terlalu melelahkan pun ada baiknya ditunda supaya tubuh tetap fit dan terhindar dari risiko infeksi pasca aborsi.

Oya selama dan setelah aborsi bolehkah beribadah? Jika memang dengan beribadah kamu merasa lebih tenang dan siap untuk move on kenapa tidak?

Perawatan pasca aborsi bagi orang terdekat

Percaya tidak percaya, pendamping pun perlu mengetahui apa-apa saja yang akan terjadi pasca aborsi sehingga bisa memberi dukungan dengan maksimal. Jika orang terdekatmu baru saja melakukan aborsi, ingatlah kalau kondisi fisik mereka sedang drop sehingga bisa mempengaruhi mood mereka. Belum lagi efek hormonal yang hampir sama dengan PMS. Selain itu, aborsi pada dasarnya adalah keputusan yang berat bagi semua perempuan. Belum lagi dengan stigma sosial yang mungkin mereka rasakan.

Karena itulah ketika orang terdekatmu jadi moody, sering marah-marah ataupun merasa sedih itu sebetulnya hal yang wajar. Hadapi lonjakan emosi mereka dengan tenang. Ajak mereka beribadah bersama atau melakukan apapun yang mereka sukai. Akan lebih baik lagi kalau sebagai pendukung kalian juga menyukai aktivitas itu jadi kalian bisa melakukannya bersama.

Semoga dengan begini kamu akan bisa segera bisa beraktivitas dan tetap menjaga kesehatan pasca aborsi ya. See you next week! 😀

 

Aborsi Medis, Kenali Pantangan-pantangannya

Aborsi medis dengan misoprostol adalah teknik aborsi yang sangat aman dengan risiko komplikasi 1%. Sangat rendah ya prosentase komplikasinya. Tapi tetap saja lho, angka 1% ini bukan berarti tidak ada sama sekali. Kamu tetap perlu jaga-jaga agar aborsimu selalu aman dari risiko komplikasi ini. Ada beberapa aktivitas dan makanan-minuman yang perlu kamu hindari ketika prosesnya dan bahkan setelahnya.

Beberapa aktivitas tersebut sebetulnya bisa kamu temukan di sini jadi artikel kali ini hanya akan menambahkan saja. Yuk, cek satu-satu pantangan apa saja sih sepanjang dan setelah proses aborsi yang lainnya?

Berolahraga berat. Ketika perempuan baru saja menyelesaikan proses penggunaan misoprostol kadang perempuan langsung ingin kembali berolahraga berat untuk menjaga kebugaran stamina dan tubuh. Padahal ketika kamu masih mengalami pendarahan sebetulnya kondisi tubuh juga belum sepenuhnya pulih. Di masa ini tubuh masih sangat membutuhkan nutrisi da istirahat yang cukup untuk bisa beraktivitas kembali. Dalam beberapa kasus, olahraga, apalagi yang berat seringkali menyebabkan rasa nyeri muncul kembali dan perdarahan yang mungkin sempat mereda kembali meningkat volumenya. Santai saja, beri waktu yang cukup untuk tubuhmu beristirahat pasti kamu akan lebih cepat pulih.

Makanan pedas. Misoprostol pada awalnya digunakan sebagai obat tukak lambung, karena itu efek samping yang muncul setelah penggunaan misoprostol mencakup mual, diare juga kram dan nyeri akibat kontraksi dinding rahim. Kebayang kan nggak enaknya perut yang nyeri karena misoprostol dan diare yang masih ditambah mulas-mulas akibat makanan pedas? Kamu penggemar pedas? Tenang saja, kamu bisa kembali menikmati spicy chicken atau menu pedas lainnya setelah lewat dari 3 hari.

Alkohol, kopi, teh dan minuman bersoda. Alkohol, kopi, teh dan minuman bersoda cenderung membuat denyut jantung meningkat. Begitu juga dengan tekanan darah sehingga dikhawatirkan volume perdarahan juga akan meningkat. Lagi-lagi pantangan ini juga berlangsung selama 3 hari setelah penggunaan misoprostol.

Susu. Walaupun belum ada penelitian resmi, namun susu pada dasarnya bersifat menetralisir racun dan obat sehingga sering dikhawatirkan bisa menetralisir reaksi misoprostol yang berakibat proses aborsi gagal. Meskipun begitu setelah 3 hari berlalu biasanya sudah aman untuk kembali minum susu atau produk olahan yang mengandung susu.

Makanan yang tinggi garam. Sama seperti minuman beralkohol, kafein dan soda, garam berlebih juga bisa meningkatkan tekanan darah. Untuk amannya kamu bisa mengkonsumsi makanan rumahan yang biasanya minim penggunaan garam atau roti hingga 3 hari setelah proses aborsi selesai.

Cukup simple kan? Nah semoga dengan mengikuti pantangan-pantangan ini proses aborsimu selalu aman dan terhindar dari risiko komplikasi. 😀

Aborsiku Gagal. Apakah Aman Untuk Ulang Aborsi?

Ketika perempuan memilih menggunakan misoprostol untuk mengakhiri kehamilan mereka kadang lupa bahwa tingkat keberhasilan misoprostol adalah 86%. Cukup tinggi, namun tetap ada risiko gagal sebesar 14%. Kegagalan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Pastikan usia kehamilanmu sudah mencapai minimal 6 minggu agar kemungkinan aborsimu gagal tidak melebihi angka kemungkinan gagal itu.

Nah Ladies, kalau ternyata kamu sudah keburu menggunakan misoprostol dan akhirnya gagal sebenarnya kamu bisa mengulang penggunaan misoprostol.

Lho memangnya aman menggunakan misoprostol berkali-kali? Jelas aman karena misoprostol tadinya digunakan sebagai obat maag. Jika kamu menggunakan dosis dan cara penggunaan yang tepat maka kamu bisa mengulangi aborsimu selama sudah diberi jeda waktu 3-10 hari.

Ada nggak batasan maksimal berapa kali mengulang tindakan? Tidak ada karena obatnya sangat aman. Kamu bisa mengulang tindakan berkali-kali jika kamu masih mau menghentikan kehamilan. Selain itu sebetulnya tingkat keberhasilan penggunaan misoprostol cenderung meningkat ketika kamu mengulang tindakan.

Apa yang perlu kulakukan untuk mengulang tindakan? Sebelum mengulang aborsi pastikan kamu sudah memeriksakan kondisi kehamilanmu dengan USG. Ingat, ada kondisi-kondisi khusus di mana kehamilan sangat tidak dianjurkan untuk dihentikan dengan obat. Selain itu kamu jughttp://hotlinemisoprostol.com/2017/06/16/kenapa-obat-aborsi-harganya-mahal-sekali/a bisa kontak teman-teman konselor dulu supaya lebih yakin kalau proses lanjutan ini benar-benar aman.

Kalau aku mengulang tindakan apa aku masih bisa hamil lagi? Bisa dong! Karena obatnya aman dan bisa digunakan berkali-kali sepanjang kamu sudah memastikan kondisi kehamilanmu, menunggu 3-10 hari dan menggunakan dosis serta cara penggunaan yang tepat.

Apakah aku harus membayar lagi untuk mengulang tindakan? Tenang saja, beberapa penjual obat menyediakan garansi jadi kamu juga tidak perlu membayar lagi untuk mendapatkan obat ketika aborsi pertama gagal.

Nah, sekarang sudah lebih siap untuk tindakan ulang kan? Semoga berhasil Ladies. Tenang saja, teman-teman konselor pasti akan membantu kalau kamu ragu atau punya pertanyaan.