Siapa saja yang bisa memberikan layanan aborsi?

Siapa saja yang bisa memberikan layanan aborsi?

Siapa saja yang bisa memberikan layanan aborsi? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penatalaksanaan aborsi dapat dengan aman dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan tingkat menengah yang sudah mendapatkan pengetahuan dan pelatihan untuk praktik aborsi aman. Penyedia tingkat menengah adalah istilah untuk praktisi klinis non-dokter termasuk bidan, perawat, petugas klinis, asisten dokter, pakar Keluarga Berencana (KB), dan yang lain.

Dalam Panduan WHO terbaru disebutkan bahwa aborsi tidak hanya bisa dilakukan oleh dokter saja. Penatalaksanaan aborsi medis pada usia kehamilan < 12 minggu,* secara keseluruhan atau sebagian (yaitu melakukan semua atau beberapa subtugas; lihat daftar di awal bagian 3.4.2) dapat dilakukan oleh;

  • Petugas Kesehatan Masyarakat
  • Staff apotik
  • Apoteker
  • Ahli pengobatan tradisional dan komplementer
  • Perawat Pembantu
  • Perawat
  • Bidan
  • Rekanan dokter (asisten dokter)
  • Dokter umumΒ 
  • Dokter spesialis
  • Perempuan yang hamil

Melakukan Aborsi Mandiri

Dalam panduan terbaru ini, juga disebutkan bahwa perempuan dapat melakukan aborsi medis secara mandiri dengan aman. Dengan informasi akurat yang bisa kamu baca di website ini atau melalui website partner, kamu dapat melakukan aborsi secara mandiri, dimana privasimu lebih terjaga.

Di seluruh dunia, sejak beberapa dekade lalu, banyak perempuan telah menggunakan misoprostol untuk menghentikan kehamilannya dengan aman. Mereka menerima informasi tentang aborsi medis dari berbagai sumber termasuk hotline, situs web, saran ahli kesehatan, keluarga atau teman-teman. Melalui sumber tersebut, kamu dapat mencari tahu di mana kamu bisa mendapatkan misoprostol.

Undang-Undang yang Diskriminatif

Sayangnya, banyak perempuan terhambat karena kendala hukum. Contohnya di Indonesia, kita tidak disediakan aborsi aman karena pemerintah membuatnya menjadi legal bersyarat. Kasus ini terjadi di banyak negara berkembang.

Padahal, perempuan berhak untuk memilih untuk melakukan aborsi. Undang-Undang yang diskriminatif itu mengkriminalisasi perempuan yang ingin melakukan aborsi aman tanpa dokter. Padahal, terdapat standar global dari organisasi kesehatan yang valid seperti WHO. Secara medis, harusnya aborsi yang aman dapat dilakukan di mana pun dengan pendamping.

Banyak undang-undang juga masih membatasi pelatihan bagi penyedia aborsi yang aman. Hal ini membuat penyedia aborsi aman yang ada tidak cukup untuk diakses oleh semua perempuan di seluruh penjuru dunia. Jelas sekali undang-undang yang mengatur praktik kesehatan itu merugikan perempuan, terutama kelompok dari populasi miskin dan yang sulit mendapat akses ke dokter.

Sekarang kamu tahu bahwa aborsi yang aman bisa dilakukan. Bila kamu atau orang terdekatmu ingin melakukan aborsi, datanglah ke pakar-pakar yang valid. Pelajarilah standar panduan yang benar, seperti dari WHO. Kamu dan perempuan lain berhak punya pilihan atas tubuhmu sendiri!