Berdamai Pasca Aborsi dan Terhindar dari Trauma

Setelah aborsi selesai kadang perempuan masih merasakan dampak emosional dan psikologis pasca aborsi. Ketika itulah perempuan perlu berdamai pasca aborsi agar ia tidak terhanyut dalam kesedihan, marah dan perasaan bersalah dan bisa tetap berbahagia dalam menghadapi hari-harinya.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu katakan pada dirimu sendiri pasca tindakan untuk mengingatkan dirimu bahwa pada akhirnya semua akan baik-baik saja dan bisa terhindar dari trauma.

  • Kamu sepenuhnya berhak merasakan semua yang kamu rasakan saat ini

Ladies, proses menghentikan kehamilan bisa jadi proses yang sangat berat. Meskipun begitu kamu telah melaluinya, karena itu kamu berhak untuk mengeluarkan emosi yang telah kamu pendam sebelum dan selama tindakan. Ingatlah, it’s okay not to be okay!

  • Apa yang kamu rasakan ini sepenuhnya normal dan kamu bisa berdamai pasca aborsi

    Setelah berjuang untuk menetapkan solusi yang terbaik dalam kehamilan tidak direncanakan yang kamu alami dan menjalaninya, wajar sekali jika kamu butuh istirahat dan tempat bersandar. Selain itu, pasca aborsi hormonmu sedang kurang seimbang sehingga bisa jadi kamu merasakan marah, sedih, hingga perasaan bersalah. Jika memang keadaanmu disebabkan oleh hormon biasanya keadaan akan membaik dalam tiga minggu. Tapi jika kamu terus bersedih hingga 3 bulan atau bahkan lebih maka kamu butuh bantuan. Bisa dari orang terdekat, atau bahkan ke psikolog.

  • Kehamilan tidak direncanakan bisa terjadi pada siapa saja

    Mengalami kehamilan tidak direncanakan bukan berarti kamu bersalah atau kurang waspada. Ingat, kehamilan tidak direncanakan sangat wajar dan bisa terjadi pada siapapun selama ia adalah perempuan yang masih subur.

  • Semua pilihan dalam kehamilan tidak direncanakan adalah pilihan yang sulit

    Dalam kehamilan tidak direncanakan perempuan punya 3 pilihan untuk dipertimbangkan. Semua opsi tersebut punya konsekuensi tersendiri dan semuanya tidak mudah. Bahwa kamu sudah berani melangkah dan mengambil keputusan saja sudah menunjukkan bahwa kamu memiliki keberanian lebih walaupun kamu bisa saja tetap merasa takut saat menghadapinya.

  • Ingat lagi alasan kamu memilih menghentikan kehamilan

    Banyak sekali alasan perempuan melakukan aborsi dan semuanya bukan alasan yang egois. Bahwa kamu ingin meraih masa depan sebelum memiliki anak? Tidak masalah. Dengan begitu kamu mungkin akan memiliki masa depan yang baik dan pada akhirnya bisa mempersiapkan masa depan anakmu nanti. Tidak ingin memiliki anak? Perempuan yang tidak ingin memiliki anak juga bukan perempuan yang egois lho. Bisa jadi mereka justru menyadari keterbatasan mereka sehingga ingin menghindari memiliki anak ketimbang tidak bisa membesarkan anak dengan maksimal.

Nah, semoga tulisan ini membantumu menghadapi apapun perasaan yang kamu rasakan saat ini ya Ladies. Oya, tulisan ini boleh lho kamu bagikan dengan pasangan juga agar dia lebih menyadari dan memahami apa yang tengah kamu rasakan.

Perawatan Pasca Aborsi, Apa Saja tuh?

Ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan sebelum aborsi. Sepanjang aborsi pun kamu sudah berjaga-jaga terhadap kemungkinan komplikasi. Nah Ladies, setelah aborsi penting juga lho untuk memperhatikan perawatan pasca aborsi. Hmmm… apa saja memangnya perawatan pasca aborsi?

Perawatan pasca aborsi bagi kamu

Pasca aborsi ada sejumlah pantang makanan/minuman dan aktivitas. Pantangan makan dan minum biasanya berlaku sampai 3 hari pasca tindakan sedangkan pantangan aktivitas berlaku sekitar 5-7 hari atau akan lebih baik kalau sampai perdarahan berhenti.

Untuk makanan dan minuman yang perlu kamu hindari adalah kopi, teh, susu, makanan pedas dan yang terlalu asin. Wah, apakah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman itu akan mempengaruhi keberhasilan tindakan? Sebetulnya tidak juga. Hanya saja makanan pedas seringkali membuat perut nyeri dan diare sementara misoprostol sendiri sudah membuat nyeri perut dan diare. Konselor juga biasanya menyarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang terlalu asin agar tensi darah tidak terlalu tinggi saat tindakan. Dengan begitu harapannya perdarahan hebat bisa dicegah. Bagaimana dengan teh? Teh kaya akan tannin yang bisa menurunkan kualitas sel darah merah. Dalam kondisi perdarahan tentu kamu akan memerlukan banyak sel darah merah dengan kualitas tinggi untuk mencegah drop. Sementara susu dikenal dapat menetralisir efek obat, walaupun sebetulnya pengaruhnya terhadap aborsi medis belum diketahui.

Bagaimana dengan pantangan aktivitasnya? Pada dasarnya yang perlu kamu hindari pasca tindakan, baik surgikal maupun medikal adalah memasukkan apapun selain air bersih ke vagina ataupun melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Karena itu biasanya konselor menyampaikan untuk menghindari hubungan seksual, berendam, berenang maupun menggunakan sabun mandi, pembersih vagina ataupun antiseptik pasca tindakan. Aktivitas yang terlalu melelahkan pun ada baiknya ditunda supaya tubuh tetap fit dan terhindar dari risiko infeksi pasca aborsi.

Oya selama dan setelah aborsi bolehkah beribadah? Jika memang dengan beribadah kamu merasa lebih tenang dan siap untuk move on kenapa tidak?

Perawatan pasca aborsi bagi orang terdekat

Percaya tidak percaya, pendamping pun perlu mengetahui apa-apa saja yang akan terjadi pasca aborsi sehingga bisa memberi dukungan dengan maksimal. Jika orang terdekatmu baru saja melakukan aborsi, ingatlah kalau kondisi fisik mereka sedang drop sehingga bisa mempengaruhi mood mereka. Belum lagi efek hormonal yang hampir sama dengan PMS. Selain itu, aborsi pada dasarnya adalah keputusan yang berat bagi semua perempuan. Belum lagi dengan stigma sosial yang mungkin mereka rasakan.

Karena itulah ketika orang terdekatmu jadi moody, sering marah-marah ataupun merasa sedih itu sebetulnya hal yang wajar. Hadapi lonjakan emosi mereka dengan tenang. Ajak mereka beribadah bersama atau melakukan apapun yang mereka sukai. Akan lebih baik lagi kalau sebagai pendukung kalian juga menyukai aktivitas itu jadi kalian bisa melakukannya bersama.

Semoga dengan begini kamu akan bisa segera bisa beraktivitas dan tetap menjaga kesehatan pasca aborsi ya. See you next week! ūüėÄ

 

Aborsi Aman Itu Pilihan, lho!

Ketika mendengar kata ‘aborsi’ banyak orang mungkin langsung mengaitkannya dengan aktivitas seksual tanpa ikatan pernikahan, keegoisan perempuan bahkan mungkin pembunuhan. Padahal sebetulnya aborsi aman adalah hak asasi perempuan. Kok bisa begitu? Yuk kita ‘bongkar’ mitos-mitosnya satu persatu.

1. Aborsi adalah pembunuhan

Sebenarnya ada batasan yang sangat jelas antara aborsi dan infantisida atau pembunuhan anak. Jika tidak ada kedaruratan medis atau situasi yang mengancam nyawa perempuan maupun kandungan maka aborsi aman hanya bisa dilakukan sampai usia kehamilan 22 minggu sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Kenapa 22 minggu? Karena ketika usia kandungan sudah lewat dari 22 minggu janin sudah bisa bertahan hidup di luar kandungan perempuan. Sebelum itu, janin masih sangat bergantung pada perempuan. Karena itu di usia kehamilan kurang dari 22 minggu nyawa perempuan adalah prioritas utama. Bagaimana dengan perempuannya sendiri? Apakah aborsi bisa membahayakan nyawa mereka atau kesehatan mereka di masa depan? Sebetulnya jika dilakukan dengan prosedur yang tepat maka proses aborsi sebenarnya jauh lebih aman dari melahirkan maupun cabut gigi. Resiko komplikasi hanya 1%!

2. Aborsi hanya dilakukan mereka yang nenyukai aktivitas seksual tidak bertanggung jawab

Banyak orang mengaitkan aborsi dengan aktivitas Seksual tidak bertanggung jawab seperti berganti pasangan maupun tidak menggunakan kontrasepsi. Nyatanya, tidak ada kontrasepsi yang 100% pasti bisa mencegah kehamilan. Karena itu, kehamilan tidak direncanakan sebenarnya bisa menimpa perempuan manapun yang sudah memasuki usia produktif. Tidak heran jika mereka yang sudah telaten menggunakan kontrasepsi maupun terikat pernikahan pun bisa saja membutuhkan layanan aborsi aman.

3. Perempuan yang melakukan aborsi pasti hanya memikirkan diri sendiri

Ini juga salah persepsi yang sangat umum dijumpai di mana saja, bahkan di negara di mana aborsi sudah legal. Perempuan distigmatisasi sebagai egois dan tidak bertanggung jawab ketika mereka membutuhkan akses aborsi aman. Padahal aborsi, walaupun sangat aman secara fisik tetap bukan keputusan yang mudah. Ketika perempuan memutuskannya mereka sudah mempertimbangkan banyak hal. Mereka mengakui keterbatasan mereka untuk membesarkan dan merawat seorang individu. Keluarga juga kerap menjadi salah satu pertimbangan. Mereka khawatir akan menjadi beban keluarga ketika mengalami kehamilan tidak direncanakan. Dari sini sebetulnya jelas terlihat kalau aborsi sama sekali bukan pilihan yang egois.

Nah Ladies, apakah kamu sudah merasa lebih lega dalam mempertimbangkan opsi aborsi aman? Kalau belum coba saja ngobrol dengan teman-teman konselor. Mereka akan membantumu memetakan situasi sehingga kamu bisa memilih opsi yang paling sesuai untuk keadaanmu ūüėÄ

Ingin Aborsimu Tetap Aman? Konseling Dulu Yaaa…

Segala yang tidak direncanakan itu biasanya mengejutkan dan seringkali juga membuat panik, apalagi jika yang tidak direncanakan itu adalah kehamilan. Dalam keadaan panik dan bingung, bahkan kadang juga putus asa, perempuan atau pasangan maupun keluarga terdekat langsung saja berusaha menghentikan kehamilan. Padahal nih, memaksakan menghentikan kehamilan tanpa konseling itu bisa sangat berbahaya lho bagi perempuannya. Sebetulnya apa saja sih yang menyebabkan konseling penting bagi perempuan? Yuk kita cek sama-sama…

  1. Tertipu penyedia layanan aborsiDalam keadaan panik, perempuan bisa jadi sulit membedakan mana informasi yang terpercaya dan mana yang perlu dipertanyakan. Alhasil mereka pun lebih rentan menjadi korban penipuan layanan aborsi. Hmm, memang seperti apa saja sih kriteria penipuan layanan aborsi? Jika kamu memilih aborsi dengan obat memang agak susah untuk memastikan kecuali jika kamu sudah membayar tapi obat tidak dikirim. Layanan kuret pun seringkali begitu. Seringkali perempuan baru sadar mereka terjebak dalam layanan tidak terpercaya ketika di kliniknya perempuan diminta membayar lebih dari harga yang sudah disepakati di awal komunikasi. Lalu seperti apa sih penyedia layanan yang terpercaya? Baca lebih lengkap di sini untuk tahu siapa saja sih penyedia obat yang harus kamu jauhi atau yang bisa kamu percaya. Langsung telepon konselormu juga untuk tahu klinik mana sih yang aman, legal dan recommended untuk menghentikan kehamilan.
  2. Salah cara penggunaan atau dosis obat  Yang namanya penjual obat belum tentu semuanya tahu cara penggunaan obat yang benar lho. Selain itu bisa jadi cara penggunaan obat yang mereka tahu berbeda dengan cara penggunaan yang tepat untuk usia kehamilanmu. Jangan khawatir, konselor akan memastikan cara pakai obat dan dosis yang paling tepat untuk kamu jadi kamu juga bisa memastikan kalau aborsimu aman.
  3. Trauma Trauma pasca aborsi umumnya terjadi karena 2 hal. Pertama, ketika perempuan sebenarnya ingin menghindari opsi aborsi namun lingkungan terus menekan atau memanipulasi perempuan untuk menghentikan kehamilan. Dengan curhat langsung terlebih dulu ke konselor biasanya perempuan akan sadar bahwa ia masih punya pilihan lain dan mampu mengusahakan opsi-opsi lain itu. Penyebab lain adalah ketika perempuan membayangkan hasil konsepsi yang keluar sebagai gumpalan darah dan kantong kehamilan semata. Padahal perkembangan setiap perempuan akan berbeda, begitu juga jika usia kehamilannya sudah bertambah. Konselor nantinya akan memberitahu apa saja yang akan keluar dalam setiap usia kehamilan perempuan jadi mereka juga bisa mempertimbangkan apakah mereka siap untuk menghentikan usia kehamilan atau mau mengubah keputusan.
  4. Kondisi kehamilan berbahaya untuk dihentikan dengan obat Nggak semua kehamilan aman untuk dihentikan dengan obat. Pastikan kamu tidak mengalami kondisi-kondisi ini sebelum menghentikan kehamilan. Selain itu nih, kondisi kehamilan berisiko seperti placenta previa di mana placenta membelit kandungan dan menutup jalan lahir maupun hamil anggur dan hamil di luar kandungan juga tidak bisa dihentikan dengan obat. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa menghentikan kehamilan lho. Kamu bisa mengakses aspirasi vakum, atau dalam situasi hamil anggur maupun hamil di luar kandungan kamu bisa pergi ke dokter terdekat dan minta mereka menghentikan kehamilan karena situasi ini terhitung situasi kehamilan berbahaya.

Tapi aku nggak ingin ada yang tahu tentang kehamilanku. Boleh nggak kalau pasanganku saja yang konseling? Pasangan, keluarga, teman atau siapapun yang kamu percayai boleh banget join dalam proses konseling. Pastinya sebatas kamu mengizinkan. Selain itu, masa sih kamu yang menjalani prosesnya tapi kamu nggak ingin tahu informasinya? Lagi pula dengan konseling sendiri kan kamu jadi lebih mantap dengan keputusan yang kamu ambil karena kamu juga lebih paham tentang apa-apa yang akan terjadi nantinya.

Tenang saja, semua informasi yang didiskusikan dalam proses konseling sepenuhnya rahasia. Selain itu konselor juga akan berusaha sedapat mungkin untuk bersikap netral terhadap keputusanmu sepanjang kamu memang mengambil keputusan itu dengan pemikiran yang matang. Konselor yang baik akan juga pasti menghormati privasimu dan akan merahasiakan situasimu sepenuhnya. Sekarang jadi lebih yakin kan untuk konseling sendiri?

Kapan Perlu ke Dokter Setelah Aborsi dengan Obat?

Kadang perempuan khawatir kalau proses aborsi belum berjalan lancar atau terjadi sesuatu yang di luar dugaan mereka sehingga tidak jarang mereka merasa perlu ke dokter. Walaupun begitu, sebetulnya perlu banget nggak sih ke dokter setelah aborsi medis?

Sebetulnya aborsi medis digunakan untuk membantu perempuan melakukan aborsi DIY di rumah atau dengan bahasa Indonesianya: swa-aborsi. Manfaatnya aborsi mandiri ini adalah kamu tidak perlu ke dokter sehingga privasimu tetap aman. Tentu saja kamu perlu pastikan kalau persiapanmu benar-benar sudah matang untuk menghindari hal-hal yang bisa menghambat kelancaran prosesnya.

Kalau begitu kapan sebetulnya kamu perlu ke dokter?

  1. Jika setelah 10 hari kamu tidak melihat reaksi yang diharapkan. Lakukan USG untuk memastikan keadaan kandunganmu lalu kamu bisa hubungi konselormu kalau kamu masih berniat menghentikan kehamilan.
  2. Kalau kamu melihat adanya tanda-tanda komplikasi
  3. Jika hasil tes kehamilan yang kamu lakukan 3 minggu setelah menggunakan obat masih samar. Pastikan seberapa besar jaringan yang tersisa dan langsung telepon saja konselormu lagi.

Selain itu tenang saja, selama tidak terjadi ketiga poin di atas bisa dibilang prosesnya sudah berjalan lancar. Kamu juga tidak perlu ke dokter. Privasi terjaga dan pastinya lebih hemat juga.

Aborsi Aman, di Mana Saya Bisa Melakukannya?

Aborsi aman bisa dilakukan dengan dua metode: surgical dan medical. Lalu, apa perbedaan dari kedua metode tersebut? Metode aborsi aman yang pertama adalah Surgical Abortion yang dilakukan melalui prosedur tindakan medis sederhana yang dilakukan di klinik, oleh dokter dan dengan peralatan medis yang steril. Metode ini bisa beragam tergantung pada usia kehamilan. Misalnya untuk usia kehamilan 9 minggu, metode yang digunakan adalah metode vakum.
Metode aborsi aman yang kedua adalah Medical Abortion (MA) atau dengan obat-obatan. Obat yang digunakan adalah kombinasi Mifepristone dan Misoprostol. Idealnya metode ini dilakukan di bawah pengawasan dokter. Klien bisa memilih apakah tindakan aborsinya akan dilakukan di klinik atau di rumah. Namun pada prinsipnya, metode ini harus melalui konsultasi dengan dokter.

Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Proses Surgical Abortion lebih cepat dan perempuan tidak perlu menyaksikan perdarahan dan gumpalan-gumpalan yang keluar. Namun prosedur ini akan lebih mahal dan tidak semua klinik bersedia meyediakan layanan ini, kecuali untuk kasus tertentu dimana tindakan aborsi tersebut diperbolehkan oleh hukum, yaitu (1) Kehamilan tersebut dapat mengakibatkan resiko kesehatan hingga kematian bagi si ibu atau janin yang di kandungnya, atau (2) Kehamilan tersebut merupakan akibat dari perkosaan.

Proses MA memakan waktu lebih lama. Kombinasi Mifepristone-Misoprostol paling tidak membutuhkan waktu sekitar 28 Jam. Sedangkan penggunaan Misprostol saja prosesnya berlangsung sekitar 6 Jam. Prosedur MA memerlukan ketelatenan, perempuan tidak boleh melakukannya sendirian, dan disarankan untuk melakukan pencatatan pada saat melakukan tindakan. Pencatatan ini perlu jika kemudian informasi tersebut dibutuhkan pada saat konsultasi pasca aborsi. Kelebihan dari MA adalah biaya yang lebih murah, perempuan memiliki kontrol sendiri pada proses tersebut, dan bisa dilakukan di rumah sehingga privasi terjaga.

Memastikan Klinik / Obat Aborsi Aman.

Meskipun aborsi dibatasi dan ilegal di Indonesia. Faktanya klinik aborsi dan penjual obat-obatan ada di mana-mana. Klinik-klinik tersebut bisa ditemukan dengan mudah di kota-kota besar, penjualan obat di internet sangat marak, bahkan layanan aborsi dengan metode tradisional pun ada di banyak tempat.

Permasalahannya adalah meskipun layanan tersebut tersedia namun tidak ada regulasi atau informasi yang cukup bagi perempuan untuk memastikan bahwa layanan yang ia pilih adalah aman. Bahwa layanan tersebut diberikan untuk memastikan hak atas kesehatannya terpenuhi, bukan untuk mencari keuntungan dari situasi yang dihadapi perempuan.

Dalam situasi yang tidak ideal, dimana negara tidak menjamin hak kesehatan perempuan, dimana penyedia layanan hanya mencari keuntungan dari situasi perempuan. Maka dalam situasi ini, perempuan lah yang harus berani dan cerdas memilih layanan dan memastikan yang terbaik.

Ada beberapa komponen yang harus perempuan ketahui sebelum mencari layanan aborsi aman :

Pastikan usia kehamilan anda dengan tes USG. Lakukan tes USG di rumah sakit atau klinik dan minta hasil USG dalam bentuk print. Pastikan usia kehamilan tertera dalam hasil print. Usia kehamilan menentukan metode dan harga aborsi. Seringkali klinik membohongi klien dengan menyebutkan usia kehamilan tertentu supaya perempuan membayar lebih mahal.

Jika anda mengunjungi klinik, cek dengan mata anda sendiri kondisi klinik apakah sesuai dengan standar klinik yang bersih dan aman. Jika anda bingung, ikuti intuisi anda, apakah klinik tersebut cukup bersih atau tidak. Lihat gerak gerik perawat dan dokter. Tanya bagaimana mereka membersihkan alat-alat medis. Jika anda ragu, jangan takut untuk meninggalkan klinik dan mencari tempat lain.

Perhatikan apakah dokter atau perawat menawarkan konseling atau tidak. Bagi anda yang sudah yakin dengan keputusan aborsi, konseling mungkin cukup menjengkelkan. Namun jika klinik memberikan layanan konseling ini adalah salah satu indikator bahwa klinik tersebut punya perspektif yang bagus berhubungan dengan hak dan kesehatan. Klinik yang hanya ingin mengambil keuntungan dari situasi anda tentu akan senang jika anda mengambil keputusan aborsi dengan mudah, karena ini dapat menghasilkan uang bagi mereka.

Jika anda memesan obat, tanyakan banyak hal yang berhubungan dengan prosedur penggunaan obat dan resiko yang mungkin terjadi. Jika penjual obat tidak dapat memberi penjelasan, bisa jadi dia hanya tahu jualan, jangan ambil resiko kesehatan anda dengan percaya pada pedagang. Yang anda butuhkan adalah orang yang bisa menjelaskan protokol yang tepat, menjelaskan berbagai resiko yang mungkin terjadi dan bagaimana menghindari atau mengatasinya.

MA hanya efektif hingga usia kehamilan 12 minggu. MA untuk usia kehamilan di atas 12 minggu harus berdasarkan konsultasi dan pengawasan dokter. Jadi, jangan percaya para penjual obat yang menyatakan bisa aborsi dengan obat hingga usia kehamilan 6 bulan. Ingat, definisi aborsi adalah hingga usia kehamilan 20 minggu.

Sebagai gambaran, jika anda melakukan aborsi di klinik atau rumah sakit yang legal, anda akan menjalani konsultasi pra aborsi untuk memastikan anda mengetahui berbagai resiko dan kemungkinan yang bisa terjadi, pada saat di lakukan prosedur aborsi anda akan mendapat serangkaian tindakan medis yang telah memenuhi standar medis, diantaranya di lakukan pembiusan yang dapat mengurangi rasa sakit yang berlebihan sehingga anda terhindar dari kemungkinan traumatik. Selain itu anda juga akan menjalani perawatan selama beberapa hari pasca tindakan aborsi di mana keadaan kesehatan anda akan terus menerus di pantau untuk memastikan tidak terjadi pendarahan yang hebat atau infeksi. Biasanya anda akan di beri obat atau suntikan antibiotic untuk mengurangi infeksi yang terjadi dan vitamin penambah darah untuk menggantikan darah yang keluar melalui pendarahan. Beberapa minggu atau sebulan kemudian setelah prosedur aborsi anda masih harus melakukan check-up untuk memastikan kondisi anda benar-benar pulih seperti semula.

Berbeda dengan gambaran di atas, ketika anda melakukan tindakan aborsi di klinik aborsi yang illegal, biasanya anda hanya datang pada saat prosedur aborsi dan setelah prosedur selesai di lakukan anda akan langsung pulang atau setidaknya hanya menginap semalam. Bahkan pada beberapa kasus banyak tindakan aborsi yang di lakukan di kamar hotel yang hanya di sewa untuk beberapa jam sehingga sehabis melakukan tindakan aborsi anda terpaksa harus segera check-out. Pada kasus yang lebih parah, bahkan seringkali tindakan aborsi dilakukan tanpa di beri obat penghilang rasa sakit atau pembiusan. Biasanya si dokter atau bidan hanya akan membekali anda dengan beberapa obat atau pil antibiotik dan vitamin penambah darah.

Apa akibatnya bila aborsi dilakukan secara tidak aman? Seringkali, aborsi yang dilakukan oleh bukan orang yang ahli akan memakai cara dan alat-alat yang tidak tepat. Untuk merusak dan memaksa janin keluar, rahim akan dipijat dan dimasuki alat atau benda ke dalamnya. Alat ini sering berupa benda tajam, telah tercemar dan tidak bersih. Misalnya bambu, alat penusuk atau selang yang tidak steril sering membuat infeksi rahim. Sebagai akibatnya, selain bisa kena infeksi, rahim itu bisa rusak atau robek dan selanjutnya bisa terjadi perdarahan hebat, terus menerus dan rahimnya rusak untuk selamanya. Jadi bila aborsi dilakukan oleh bukan orang yang ahli maka kemungkinan pertama yang akan terjadi adalah infeksi rahim karena alat yang dipakai tidak bersih. Kemungkinan ke dua adalah akan terjadi perdarahan hebat dan terus menerus karena rahimnya dirusak. Perlu diketahui, rahim yang ada janinnya akan penuh dengan pembuluh darah yang menyalurkan makanan bagi calon bayi. Bila dirusak maka jaringan pembuluh darah ini akan rusak dan terjadi perdarahan yang sukar dihentikan. Kemungkinan ke tiga, rahim akan terus menerus mengeluarkan darah dan cairan lain. Ini tentu akan berakibat kematian bagi si ibu bila tidak segera ditolong. Sementara itu, keadaan rahim yang tidak sehat ini bisa berkembang menjadi infeksi yang terus menerus, tumbuhnya sel baru, tumbuhnya sel ganas dan lain-lain.

Melakukan medical check up setelah Anda melakukan aborsi aman harus dilakukan untuk memastikan bahwa aborsi telah komplit dan kondisi kesehatan kembali seperti sebelumnya. Tidak adanya tindak lanjut setelah melakukan prosedur aborsi akan sangat membahayakan kesehatan si perempuan di kemudian hari, bahkan pada beberapa kasus terjadi kematian akibat pendarahan yang hebat. Pada beberapa perempuan mungkin tidak terlihat adanya kelainan akibat prosedur aborsi yang tidak aman tapi bukan berarti tidak ada, biasanya infeksi atau trauma nya akan muncul beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, hanya banyak yang kemudian tidak menyadarinya.

So, love your body !

Artikel ini merupakan kopi dari artikel ini. Baca juga informasi lain tentang aborsi aman di AskInna

5W + 1H Tentang Aborsi Medis, yuk Cek Bareng!

Kamu mungkin sudah sering mendengar atau mendapat informasi tentang kapan, di mana dan bagaimana melakukan aborsi medis sendiri tapi kamu masih ragu dan penasaran. Ya, kamu sudah mengumpulkan banyak sekali informasi tapi kamu masih belum yakin apakah informasi yang kamu dapat memang tepat atau tidak. Supaya agak yakin, kamu bisa coba baca 4W + 1H tentang aborsi medis. 4W + 1H apa sih? Kepanjangan dari singkatan yang mirip rumus matematika ini adalah Why, Who, When, Where, dan How — atau kalau dalam Bahasa Indonesia: Kenapa, Siapa, Kapan, Di mana dan Bagaimana.

  • Kenapa Aborsi Medis?

Ketika kamu mengalami kehamilan tidak direncanakan, aborsi aman adalah salah satu piilihan yang bisa kamu pertimbangkan jika kamu memang masih belum siap. Nah jika kamu memilih aborsi kamu bisa memilih opsi aborsi medis atau surgikal, dengan metode aspirasi vakum. Kelebihan aborsi medis dibanding opsi vakum antara lain tidak invasif, jadi kamu bisa tenang karena tidak menggunakan alat yang dimasukkan ke vagina. Ini juga pastinya jauh lebih aman dari metode kuret. Selain itu karena aborsi medis bisa dilakukan sendiri pastinya privasi juga lebih terjaga.

  • Siapa yang Bisa Melakukannya?

Ini juga salah satu kelebihan aborsi medis dibanding surgikal: Perempuan yang sedang mengalami kehamilan tidak direncanakan bisa melakukannya. Memangnya tidak perlu pelatihan khusus? Sama sekali tidak. Asalkan kamu sudah paham jumlah obat yang digunakan, cara pemakaiannya, reaksi yang diharapkan dan apa yang perlu kamu lakukan ketika terjadi situasi darurat.

  • Kapan Perempuan Bisa Melakukannya?

Kapan saja perempuan mengalami kehamilan tidak direncanakan dengan usia kehamilan mencapai 6 hingga 22 minggu. Kenapa 6 minggu? Karena sebelum usia kehamilan mencapai 6 minggu kantung kehamilan belum terbentuk dan belum menempel pada dinding rahim. Padahal, misoprostol bukan berpengaruh secara langsung pada kehamilan melainkan pada dinding rahim. Untuk menghentikan kehamilan, misoprostol akan mengkontraksi dinding rahim dan meluruhkannya, persis seperti menstruasi alami. Bedanya adalah ketika perempuan mau menghentikan kehamilan maka kantung kehamilan yang menempel di dinding rahim ini juga akan ikut luruh bersama misoprostol.

  • Di mana Perempuan Bisa Mendapatkannya?

Kamu bisa mendapatkan obat aborsi di para penyedia obat terpercaya. Masih belum yakin apakah penjual obat yang kamu hubungi bisa dipercaya atau tidak? Cocokkan dengan daftar ini atau langsung hubungi teman-teman konselor!

  • Bagaimana Perempuan Bisa Melakukan Prosedurnya?

Masih ragu dengan dosis dan cara pakai yang tepat untuk usia kandunganmu? Cek situs ini untuk informasi yang terpercaya atau langsung tanyakan pada para konselor.

Nah, semoga membantu dan pastikan kamu tetap aman selama prosedur dan setelahnya ūüėÄ

8 FAKTA MISOPROSTOL

  1. Misoprostol berbeda dengan kontrasepsi darurat yang kita kenal sebagai morning after pills yang efektif digunakan sampai 120 jam setelah berhubungan seksual tanpa kontrasepsi / pengaman untuk MENCEGAH kehamilan. Misoprostol digunakan untuk menghentikan kehamilan hingga usia kehamilan 12 minggu.

  2. Misoprostol dan kontrasepsi darurat memiliki tujuan penggunaan yang berbeda. Kontrasepsi darurat digunakan untuk mencegah kehamilan sedangkan misoprostol digunakan untuk menghentikan kehamilan yang sudah terjadi. Kedua obat ini berbeda dan tidak dapat ditukar atau dibalik dalam penggunaannya.

  3. Misoprostol adalah salah satu obat yang paling aman yang tersedia hampir di seluruh dunia. Kurang yakin? Cek disini untuk tahu apa saja hal-hal yang memiliki resiko lebih tinggi dibanding menggunakan misoprostol untuk aborsi aman!

  4. Misoprostol sangat efektif digunakan sesuai dengan protokol yang disarankan. 95-99% perempuan berhasil dengan aborsinya.

  5. Misoprostol telah digunakan di US selama 16 tahun dan telah dikenal sebagai pilihan untuk aborsi, saat ini telah digunakan hampir di seluruh dunia.

  6. Misoprostol memberikan pilihan kepada perempuan yang tidak dapat mengakses layanan aborsi aman. Ketika di US tidak tersedia, organisasi seperti Safe2Choose dapat mengirimkan misoprostol kepada perempuan yang membutuhkan dimana aborsi diatur sebagai hal yang ilegal dan sulit diakses.

  7. Misoprostol merupakan pilihan yang aman dan dapat dilakukan di rumah sehingga privasi perempuan tetap terjaga.

  8. Misoprostol menawarkan pilihan mengenai metode terbaik yang dapat dipilih untuk menghentikan kehamilan – tergantung pada situasi personal, rekam jejak medis maupun non-medisnya, serta bagaimana mereka ingin menjalani aborsinya.

Source : https://carafem.org/10-wap-roundup/#utm_source=email&utm_campaign=10-WEEK-AFTER-PILL&utm_content=032117

Kenapa sih Dosis dan Cara Penggunaan Misoprostol Sering Berbeda-beda?

Seringkali perempuan kebingungan ketika teman-teman konselor memberikan dosis yang berbeda dengan dosis yang didapat dari penjual obat. Banyak penjual obat memberikan dosis 4 butir, 10 atau bahkan 26 butir misoprostol. Sebetulnya dari mana saja sih perbedaan ini muncul?

Pada dasarnya aborsi medis adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi di bidang medis. Dan sebagaimana layaknya teknologi lain yang selalu diperbarui setiap saat, teknologi di bidang aborsi medis ini juga selalu diperbarui. Tujuannya supaya proses aborsi perempuan selalu aman dan efisien dengan risiko kegagalan bisa ditekan hingga sekitar 14% sepanjang dilakukan sesuai protokol atau cara penggunaan dan dosis yang tepat. Karena itu juga, protokol dari Badan Kesehatan Dunia pun terus diperbarui. Dari yang tadinya menggunakan 4 butir obat, sekarang Badan Kesehatan Dunia dalam protokol terbarunya di tahun 2012 menggunakan 12 butir misoprostol.

Banyak perempuan mungkin kaget dengan jumlah dosis yang digunakan. Mereka kerap khawatir apakah 12 butir misoprostol tidak akan berdampak serius untuk kesehatan organ reproduksi mereka di kemudian hari. Atau kekhawatiran lain yang juga sering muncul adalah kalau-kalau di usia kehamilan sudah lewat dari 10 minggu maka mereka perlu menambah dosisnya, bahkan hingga 26 butir.

Sebetulnya, dosis 12 misoprostol sendiri bisa digunakan hingga usia kehamilan tepat 13 minggu. Jika sudah lewat, misal sehari saja dari 13 minggu maka kamu akan membutuhkan dosis lain. Uniknya, rahim perempuan sebetulnya lebih sensitif dengan rangsangan misoprostol seiring bertambahnya usia kehamilan. Karena itulah di usia kehamilan lewat dari 13 minggu sebetulnya perempuan perlu mengurangi dosis.

Lalu bagaimana dengan cara penggunaan yang tepat? Dengan mempertimbangkan efektivitas obat, reaksi yang terjadi di tubuh perempuan serta keamanan baik secara medis maupun secara hukum maka protokol yang digunakan sekarang adalah yang paling tepat. Kenapa harus di bawah lidah? Karena di bawah lidah banyak jaringan yang sangat peka dan akan langsung mengedarkan misoprostol  ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah sehingga reaksinya di bawah lidah. Pada usia kehamilan ini juga sebenarnya belum penggunaan misoprostol vaginal juga belum dianjurkan karena bisa jadi ada sisa-sisa obat yang bisa tertinggal di dinding vagina. Ini bisa membahayakan keamanan perempuan terutama di negara-negara di mana akses aborsi aman dibatasi dengan ketat.

Sekarang sudah lebih jelas kan, kenapa dosis dan cara penggunaan obat yang diberikan teman-teman konselor dan penyedia obat sering berbeda? Kalau masih bingung dan ragu langsung aja hubungi teman-teman konselor. Pasti mereka akan memberikan kamu informasi yang paling jelas dan akurat.